Latest Entries »

Kenapa Mereka Seperti ini
Pertama, Palestina adalah satu-satunya tempat di dunia kontemporer yang masih terjadi kolonialisasi model kuno. Ia merupakan pusat dunia, strategis baik secara potensi sumber daya alam, ekonomi, politik, maupun militer. View full article »

Iklan

Penaklukkan Konstantinopel telah dikatakatakan oleh Rasulullah, dan 800 thn kemudian terwujud, Hebat bukan…
View full article »

ulamaSiapa tak kenal ulama? Pujian untuk kelompok manusia yang satu ini begitu banyak. Mereka bukan nabi, bukan sahabat, tapi punya kedudukan yang spesial di mata Allah dan RasulNya.

Allah SWT. menyebut ulama sebagai kelompok manusia yang paling punya rasa takut hanya kepadaNya (lihat QS. al-Fathir: 28). Allah juga menjanjikan akan mengangkat derajat kaum alim ini lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok manusia yang lain.

Pujian kepada ulama juga bertebaran dalam sabda-sabda Baginda Nabi SAW. Dituturkan lewat lisan Beliau yang mulia kalau perbandingan ulama dengan manusia lain adalah ibarat bulan purnama dengan bintang gemintang yang kecil cahayanya di malam nan cerah. Ulama juga ditahbiskan oleh Rasulullah SAW. sebagai pewaris para nabi. Ma sha Allah!

«إِنَّ فَضْلَ الْعَالِمِ عَلَى الْعَابِدِ كَفَضْلِ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ عَلَى سَائِرِ الْكَوَاكِبِ وَإِنَّ الْعُلَمَاءَ وَرَثَةُ الأَنْبِيَاءِ»

Sesungguhnya perumpamaan orang alim dibandingkan ahli ibadah laksana keunggulan bulan pada malam purnama di atas seluruh bintang, dan sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi…(HR. Abu Daud).

Ulama yang taat pada Allah kelak juga diberikan ‘fasilitas’ istimewa di Hari Kiamat, bisa memberikan syafaat. Nabi SAW. berjanji:

« يَشْفَعُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ثَلاَثَةٌ الأَنْبِيَاءُ ثُمَّ الْعُلَمَاءُ ثُمَّ الشُّهَدَاءُ »

Yang memberikan syafaat pada Hari Kiamat ada tiga golongan; para nabi lalu ulama kemudian syuhada (HR. Ibnu Majah).

Pasti ada alasan mengapa Allah dan RasulNya memberikan pujian dan fasilitas luar biasa kepada kelompok ulama. Ada sisi keunggulan pribadi ulama yang melampaui kesalehan orang kebanyakan. Imam Ahmad misalnya dikabarkan tidak pernah melewati qiyamul layl setiap hari dengan beratus-ratus rakaat.

Keberanian mereka dalam menegakkan agama, beramar maruf nahiy mungkar tak bisa dihentikan dengan sogokan dunia atau pedihnya cemeti dan ancaman mati. Imam Abu Hanifah menyongsong ajalnya di dalam penjara dalam usia lanjut dalam keadaan istiqomah mengucapkan kalimat al-haq di hadapan penguasa zalim. Beliau wafat setelah diracun oleh antek-antek para penguasa zalim.

Karenanya tak ada salah atau kerugian bila para pengemban dakwah mengikut jejak langkah para ulama yang mukhlis ini. Mereka adalah pewaris para nabi. In sha Allah senantiasa bertebaran mutiara ajaran Islam dalam setiap gerak mereka. Berikut ini adalah lima habit keren para ulama yang rasanya patut dijadikan cermin amal bagi para pengemban dakwah.

kitab

  1. Pemburu Ilmu

Bukan namanya ulama bila tidak memburu ilmu. Mereka memahami bahwa ilmu adalah pilar dien ini. Ilmu adalah syarat untuk mendapatkan kesuksesan dunia apalagi akhirat. Imam an-Nawawi berucap, “Siapa yang ingin mendapatkan bagian dunia maka wajib atasnya ilmu, siapa yang ingin mendapatkan akhirat maka wajib atasnya ilmu, dan siapa yang menginginkan keduanya wajib atasnya ilmu.”

Telusurilah kisah para ulama dan ilmu, maka kita akan tercengang, takjub dan malu pada diri sendiri. Sungguh, kita belum ada apa-apanya dibandingkan himmah para ulama dalam memburu ilmu.

Coba pernahkah kita melakukan apa yang dilakukan seorang alim bernama Ibnu Thahir al-Maqdisy? Beliau berkata : Aku dua kali kencing darah dalam menuntut ilmu hadits, sekali di Baghdad dan sekali di Mekkah. Aku berjalan bertelanjang kaki di panas terik matahari dan tidak berkendaraan dalam menuntut ilmu hadits sambil memanggul kitab-kitab di punggungku.

Mengantuk di majlis ilmu? Di halaqoh? Ini resep Ibnu Jahm; beliau justru membaca buku manakala merasakan kantuk, dan itu kemudian menghilangkan rasa kantuknya sama sekali.

Ironi bila kita ingin dicatat sebagai pengemban dakwah tapi tak mau menanggung kepayahan mencari ilmu. Mudah mencari dalih agar tidak hadir pada liqo’, dan malah bersemangat tidak hadir bila memang tidak diwajibkan pada majlis-majlis ilmu. Jauuuuh dari habit para ulama.

Malu juga diri kita mengaku pengemban dakwah tapi pelit mengeluarkan uang untuk meraih ilmu. Malas membeli buku, enggan keluar uang untuk ongkos berangkat ke majlis ilmu? Tahukah, Anda, bahwa seorang alim bernama Al-Hafidz Abul ‘Alaa a-Hamadzaaniy menjual rumahnya seharga 60 dinar untuk ‘hanya’ untuk membeli kitab-kitab Ibnul Jawaaliiqy.

Masih malas hadir di majlis ilmu? Liqo’ dan pertemuan-pertemuan yang bertabur ilmu? Pikirkan lagi status pengemban dakwah pada diri ini.

Shalat-Berjamaah

  1. Giat Dalam Beribadah

Ada lagi yang aneh, pengemban dakwah tapi malas mengerjakan ibadah wajib dan melalaikan amalan sunnah. Padahal berdakwah menegakkan dienullah dan senantiasa mengharapkan pertolongan Allah, lalu bagaimana bisa mendapatkan semua itu bila justru jauh dari Allah?

Para ulama adalah sosok yang begitu lekat dengan amal ibadah, baik yang fardhu maupun yang sunnah. Misalnya dalam kewajiban yang sederhana, shalat berjamaah. Seorang ulama bernama Said bin Abdul Aziz selalu menangis jika ketinggalan shalat berjama’ah. Sa’id ibn al-Musayyab selama empat puluh tahun selalu mengerjakan shalat di masjid. Al-A’masy selama hampir tujuh puluh tahun tidak pernah tertinggal takbiratul ihram ketika shalat berjamaah. Bagaimana dengan para pengemban dakwah?

Amal para ulama adalah amal yang berkualitas, bukan amal gampangan. Saib bin Yazid mengatakan, “Umar bin al-Khaththab memerintahkan Ubay bin Ka’b dan Tamim Ad Dariy qiyam (Ramadhan) untuk orang-orang dengan sebelas rakaat”. Saib berkata, “al-Qari (imam) membaca ratusan ayat, hingga kami bersandar di atas tongkat karena sangat lamanya berdiri. Dan kami tidak keluar melainkan di ambang fajar”.

ismail wahwah

  1. Tidak Bersekutu Dengan Kemungkaran

Ulama bukanlah orang yang bersembunyi di balik kitab atau majlis mereka dalam menyuarakan kebenaran. Ulama bahkan sosok yang berada di garda terdepan menyuarakan kebenaran dan menentang kemungkaran. Hal itu mereka lakukan tidak secara sembunyi-sembunyi, tapi justru terbuka di hadapan umat.

Mereka memahami kewajiban taat pada para khalifah, tetapi mereka juga tidak sungkan mengkritik secara terbuka para pemimpin. Seperti yang dilakukan Imam Ahmad bin Hanbal mengoreksi kekeliruan Khalifah al-Ma’mun yang mengadopsi pendapat Mu’tazilah dalam masalah akidah. Menyatakan al-Qur’an adalah mahluk. Maka Imam Ahmad dan sejumlah ulama berdiri menentang pendapat tersebut, meski harus menanggung resiko dipenjarakan dan disiksa.

Abu Hanifah pernah menolak jabatan yang ditawarkan Abu Ja’far al-Manshur dan menolak uang 10 ribu dirham yang akan diberikan kepadanya. Kemudian ia ditanya oleh seseorang, “Apa yang Anda berikan kepada keluarga Anda, padahal Anda telah berkeluarga.” Beliau menjawab, ”Keluargaku kuserahkan kepada Allah. Sebulan aku cukup hidup dengan 2 dirham saja.”

Akibat penolakannya beliau dipenjarakan dan disiksa, padahal usianya sudah lanjut. Tapi beliau memilih penjara ketimbang melumuri diri dengan kemungkaran.

kaba walking

  1. Rendah Hati Di Hadapan Kebenaran

Suatu ketika Imam Abu Hanifah menasihati seorang anak kecil yang sedang bermain tanah, “Hati-hati, Nak, engkau bisa tergelincir.”

Tapi sang anak yang tahu bahwa ia berhadapan dengan Imam Abu Hanifah justru balas memberikan nasihat yang tajam kepadanya:

إِيَّاكَ أَنْتَ مِنَ السُّقُوط، لِأَنَّ سُقُوطَ الْعَالِمِ سُقُوطُ الْعَالَمِ

“Andalah yang harus berhati-hati dari kejatuhan, karena jatuhnya seorang alim adalah kejatuhan bagi dunia!”

Semenjak mendapatkan nasihat dari anak tersebut Imam Abu Hanifah dikabarkan selalu berhati-hati bila memberikan fatwa.

Ma sya Allah! Ulama adalah hamba Allah yang paham bahwa tinggi hati adalah musuh ilmu dan kebenaran, seperti air bermusuhan dengan dataran tinggi tak mungkin air menuju ke sana.

Pengemban dakwah tak perlu menunggu orang yang berada di atas gunung untuk memberitahukan kesalahan mereka. Terkadang kawan seiringan — bahkan mungkin yang berada ‘dibawah’ mereka – bisa menunjukkan kebenaran.

Inilah sifat keren dari seorang ulama. Berani menyampaikan kebenaran tapi juga rendah hati saat diingatkan pada kebenaran.

menangis_shalat_02

  1. Rasa Takutnya Hanya Kepada Allah

Seperti yang disifatkan Allah pada mereka, ulama adalah “manusia yang paling takut hanya kepada Allah.” Banyak kisah mereka yang mudah menangis bila mengingat kematian, surga dan neraka dan kebesaran Allah SWT.

Di antara mereka ada yang lebih suka amal menangis ketimbang berinfak. Misalnya Ka’ab bin al-Ahbar berkata, ”Sesungguhnya mengalirnya air mataku sehingga membasahi kedua pipiku karena takut kepada Allah itu lebih aku sukai daripada aku berinfak emas yang besarnya seukuran tubuhku.”

Para ulama bisa menangis kapan saja dan dimana saja bila sudah mengingat Allah SWT, surga dan neraka. Abu Musa al-Asya’ri radhyallahu’anhu suatu ketika memberikan khutbah di Bashrah, dan di dalam khutbahnya dia bercerita tentang neraka. Maka beliau pun menangis sampai-sampai air matanya membasahi mimbar! Dan pada hari itu orang-orang (yang mendengarkan) pun menangis dengan tangisan yang amat dalam.

Subhanallah!

Ini baru sekelumit karakter para ulama. Belum lagi soal hidup sederhana, pemurah, ramah, bersahabat, menghormati yang lebih tua, dsb.

Ayyuhasy syabab! Milikilah sifat-sifat ulama dalam diri kita. Agar Allah memudahkan pertolongan kepada kita dan dakwah yang tengah diemban ini. Milikilah keyakinan seperti keyakinan para ulama bahwa tak ada yang bisa memberikan pertolongan melainkan hanya Allah. Dialah yang akan kita tuju saat kembali, dan tempat meminta segala kebaikan dan kebahagiaan.

Sumber : https://www.iwanjanuar.com

Judul : 5-habit-keren-ulama-yang-wajib-dimiliki-pengemban-dakwah

Aspek Menentukan KKM

Pengertian KKM :

KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) adalah kriteria paling rendah untuk menyatakan peserta didik mencapai ketuntasan. KKM harus ditetapkan diawal tahun ajaran oleh satuan pendidikan berdasarkan hasil musyawarah guru mata pelajaran di satuan pendidikan atau beberapa satuan pendidikan yang memiliki karakteristik yang hampir sama. Pertimbangan pendidik atau forum MGMP secara akademis menjadi pertimbangan utama penetapan KKM.

Fungsi KKM

  1. 1. Sebagai acuan bagi seorang guru untuk menilai kompetensi peserta didik sesuai dengan Kompetensi       Dasar (KD) suatu mata pelajaran atau Standar Kompetensi (SK)
  2. 2. Sebagai acuan bagi peserta didik untuk mempersiapkan diri dalam mengikuti pembelajaran
  3. 3. Sebagai target pencapaian penguasaan materi sesuai dengan SK/KD – nya
  4. 4. Sebagai salah satu instrumen dalam melakukan evaluasi pembelajaran
  5. 5. Sebagai “kontrak” pedagogik antara pendidik, peserta didik dan masyarakat (khususnya orang tua dan wali murid)

Tahapan Penetapan KKM

Seperti pada uraian diatas bahwa penetapan KKM dilakukan oleh guru atau kelompok guru mata pelajaran. Adapaun langkah dan tahapan penetapan KKM antara lain:

  1. Guru atau kelompok guru menetapkan KKM mata pelajaran dengan mempertimbangkan tiga aspek kriteria, yaitu kompleksitas, daya dukung, dan intake peserta didik. Hasil penetapan KKM indikator berlanjut pada KD, SK hingga KKM mata pelajaran.
  2. Hasil penetapan KKM oleh guru atau kelompok guru mata pelajaran disahkan oleh kepala sekolah untuk dijadikan patokan guru dalam melakukan penilaian
  3. KKM yang ditetapkan disosialisaikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan, yaitu peserta didik, orang tua, dan dinas pendidikan
  4. KKM dicantumkan dalam laporan hasi belajar atau rapor pada saat hasil penilaian dilaporkan kepada orang tua/wali peserta didik

Jadi yang menjadi pertimbangan dalam menentukan KKM adalah kompleksitas, daya dukung, dan intake. Kompleksitas mengacu pada tingkat kesulitan Kompetensi Dasar yang bersangkutan. Daya dukung meliputi kelengkapan mengajar seperti buku, ruang belajar, laboratorium (jika diperlukan) dan lain-lain. Sedangkan Intake merupakan kemampuan penalaran dan daya pikir peserta didik.

Langkah-langkah Menentukan KKM :

Menentukan KKM dengan mempertimbangkan tingkat kemampuan rata-rata peserta didik, kompleksitas kompetensi, serta kemampuan sumber daya pendukung meliputi warga sekolah/madrasah, sarana dan prasarana dalam menyelenggarakan. Satuan pendidikan diharapkan meningkatkan kriteria Ketuntasan Belajar secara terus menerus untuk mencapai kriteria ketuntasan ideal.

Aspek Kompleksitas (kesulitan dan kerumitan).

Ditentukan bila dalam pelaksanaan pencapaiaan kompetensi menurut:

a. Pemahaman SDM :

1) Memahami kompetensi yang harus dicapai siswa.

2) Memiliki pengetahuan dan kemampuan sesuai bidang studi.

b. Daya kreativitas dan inovasi dalam melaksanakan pembelajaran.

c. Waktu yang diperlukan untuk pencapaian kompetensi (menggunakan metode yang berpariasi)

d. Daya nalar dan kecermatan siswa yang tinggi.

e. Latihan khusus dengan bantuan orang lain.

f. Semakin kompleks atau sukar Kompetisi Dasar(KD) maka nilainya semakin rendah, tetapi semakin mudah KD maka nilainya semakin tinggi.

Aspek Daya Dukung.

  1. Ketersediaan tenaga SDM.
  2. Sarana dan prasarana pendidikan yang sangat dibutuhkan misalnya

  • Biaya Operasional Pendidikan(BOP).
  • Manajemen Sekolah/Madrasah.
  • Kepedulian Stakeholder Sekolah/Madrasah.

Perbandingan antara sarana dan prasarana ideal yang dibutuhkan dengan sarana dan prasarana yang ada. Semakin tinggi daya pendukung maka nilainya semakin tinggi. Aspek Intake siswa (Tingkat kemampuan rata-rata siswa) yaitu; Keberagaman latar belakang, potensi dan kemampuan siwa secara individual)

Kemampuan rata-rata yang dimiliki siswa untuk mencapai kompetensi :

  1. Hasil seleksi PSB.
  2. SKHU.
  3. Rapor kelas 1

Cara menetapkan KKM Standar Kompetensi(SK): Kriteria Ketuntasan Minimal Standar Kompetensi adalah kriteria ketuntasan minimal yang ditetapkan masing-masing SK. Berdasarkan perhitungan rata-rata KKM Kompetensi Dasar pada kelas dan semester yang bersangkutan.

Contoh : Standar Kompetensi Mata Pelajaran ‘A’ Kelas 2 Semester 1, ada 3 SK masing-masing SK ada 5 KD, SK ke 2 ada 4 KD dan SK ketiga ada 4 KD. Maka KKM Standar Kompetensi (SK) pertama :

Kompetensi Dasar 1 = 77 

  • Kompetensi Dasar 2 = 80
  • Kompetensi Dasar 3 = 75 
  • Kompetensi Dasar 4 = 76 
  • Kompetensi Dasar 5 = 80
  • Maka KKM Standar Kompetensi pertama pada mata pelajaran A untuk kelas 2 semester 1; 77%+80%+75%+76%+80% = 77,6% atau 78% ——————- 5

KKM SK kedua

  • Kompetensi Dasar 1 = 77
  • Kompetensi Dasar 2 = 80
  • Kompetensi Dasar 3 = 75 
  • Kompetensi Dasar 4 = 76 
  • Maka KKM Standar Kompetensi kedua pada mata pelajaran A untuk kelas 2 semester 1; 77%+80%+75%+76% = 77,00% atau 77% —————- 4

KKM SK ketiga

  • Kompetensi Dasar 1 = 77 
  • Kompetensi Dasar 2 = 80
  • Kompetensi Dasar 3 = 80 
  • Maka KKM Standar Kompetensi ketiga pada mata pelajaran A untuk kelas 2 semester 1; 77%+80%+80% = 79,00% atau 79% ———– 3

Cara menetapkan KKM Mata Pelajaran 

KKM Mata Pelajaran ditetapkan setelah KKM masing-masing Standar Kompetensi pada mata pelajaran dan Semester yang bersangkutan diketahui atau telah ditetapkan.

Contoh KKM Mata Pelajaran ‘PAI’ pada kelas 2 semester 1 sebagai berikut;

  • KKM SK pertama ditetapkan 78
  • KKM SK kedua ditetapkan 77
  • KKM SK ketiga ditetapkan 79 78+77+79
  • Maka KKM Mata Pelajaran ‘PAI’ pada kelas 2 semester 1 = ————– x 100% = 78%

Menetapkan KKM per Mata Pelajaran

Lihat alur di bawah;

  • KKM Indikator 
  • KKM KD
  • KKM SK 
  • KKM MP

Cara menetapkan KKM pada Indikator :

Dengan melakukan analisis terhadap kompleksitas, daya dukung dan intake siswa, kemudian dibikin skor/point pada setiap criteria yang ditetapkan

Contoh ; Kompleksitas rendah (skor 3), Daya dukung Tinggi (Skor 3) dan Intake sedang (skor 2), maka ; (3+3+8) KKM indicator menjadi : ———— x 100% = 88,88% dibulatkan 89%.

9 Angka pembagi 9 merupakan penjumlahan nilai maksimal dari ketiga(3) unsur yaitu; kompleksitas, daya dukung dan intake siswa. Penentuan KKM indicator selain berguna untuk menentukan keluasan dan kedalaman materi yang harus dikaji peserta didik, juga untuk kepentingan penilaian berbasis SAS (Sistem Administrasi sekolah) yang sekarang ini mulai dikembangkan di Sekolah/Madrasah yang telah menerapkan teknologi informasi agar mudah diakses.

Cara Menetapkan KKM Kompetisi Dasar (KD) Untuk Menetapkan KKM Kompetisi Dasar (KD) dilakukan dengan menghitung rata-rata KKM seluruh indicator dibagi jumlah indicator dari KD yang bersangkutan. Contoh;

Kompetisi Dasar :

  • Indikator 1 = 80%
  • Indikator 2 = 75%
  • Indikator 3 = 75%
  • Indikator 4 = 77%
  • Maka KKM KD(Kompetisi Dasar) tersebut adalah; 80% + 75% + 75% + 77% ——————— = 76,7% atau 77%. 4

RAMBU-RAMBU KKM(Kriteria Ketuntasan Minimal)

  1. KKM ditetapkan pada awal tahun pelajaran.
  2. KKM ditetapkan oleh forum MGMP Sekolah/Madrasah.
  3. Nilai KKM dinyatakan dalam bentuk bilangan bulat dengan rentang 40 – 100.
  4. Sekolah/Madrasah dapat menetapkan nilai dibawah nilai ketuntasan.
  5. Nilai KKM harus dicantumkan dalam Laporan Hasil Belajar Siswa.

Mengaris bawahi saya tulis untuk mengingatkan mengenai langkah pembuatan KKM

Sumber: https://sang-aktor.blogspot.co.id


Assalamualaikum wr.wb

Halo sobat…
Pernahkah waktu menginstal windows 7 atau windows 8  saat diinstall, muncul pesan Windows can’t be installed on drive 0 (show details) dan ketika kita klik show detail isinya seperti berikut “Windows cannot be installed to the disk. The disk is of the GPT partition style”
Kalau sobat pernah mengalaminya maka postingan ini merupakan postingan yang tepat untuk sobat baca.


GPT (Guide Partition Table) merupakan format partisi harddisk yang baru – baru ini muncul, jadi jika kita mau menginstal ulang kita harus merubah format disk dulu caranya seprti berikut:

1. Sebelum menginstal windows yang hardisknya berformat partition style, sebaiknya

backup dulu semua data

karena untuk menghapus GPT partition style ini syaratnya disk harus di clean artinya data akan terhapus semua
2. Kemudian kita masuk bios dan ganti boot mode UEFI menjadi CSM boot atau Legacy (caranya masuk ke bios dengan menekan del atau f2 kemudian pilih advance-system configuration-boot mode)
3. Masukan CD instalasi windows setelah muncul jendela welcome instalasi, tekan tombol shift dan f10 secara bersamaan
4. Kemudian akan muncul tampilan cmd ketikdiskpart untuk menjalankan aplikasi diskpart
5. Setelah masuk diskpart, ketik list disk untuk menampilkan daftar disk dan lihat disk yang ada tanda * pada kolom GPT (artinya disk tersebut menggunakan format gpt)

6. Untuk menghapus GPT partition style, pilih disk yang ada tanda * pada kolom gpt tadi kemudian ketik select disk=0 (karena pada tutorial yang format gpt ada di disk 0)
7. Setelah muncul “Disk 0 is now the selected disk” kemdudian kita ketik clean. Tunggu sampai proses selesai kemudian restart komputer dan komputer sobat siap untuk di instal ulang
Demikian cara mengatasi GPT Partition style ketika instal windows semoga bermanfaat

Wassalamualaikum wr.wb

Note : Artikel ini saya post untuk pengingat jika mengalami permasalah instal asus x550ze dan berhasil

Sumber : https://imanjayoda.blogspot.co.id

LELAH YANG ISTIMEWA

*LELAH YANG DISUKAI ALLAH*

Ada 8 kelelahan yang disukai Allah dan RasulNya :
*1. Lelah dalam berjuang di jalan-Nya* 

(QS. At-Taubah;9:111)
*2. Lelah dalam berda’wah/mengajak kepada kebaikan (QS.Fussilat;41:33)*
*3. Lelah dalam beribadah dan beramal sholeh (QS.Al-Ankabut;29:69)*
*4. Lelah mengandung, melahirkan, menyusui. merawat dan mendidik putra/putri amanah Illahi (QS. Luqman;31:14)*
*5. Lelah dalam mencari nafkah halal & bersedekah*

(QS.Al-Munafiqun; 62:10)
*6. Lelah mengurus keluarga* 

(QS. At-Tahrim;66:6)
*7. Lelah dalam belajar/menuntut ilmu* 

(QS. Ali Imran; 3:79)
*8. Lelah dalam kesusahan, kekurangan dan sakit* 

(QS.Al-Baqarah;2:155)
Semoga kelelahan dan kepayahan yang kita rasakan menjadi bagian yang disukai Allah dan RasulNya. Aamiin yaa Rabbal-‘aalamiin
Lelah itu nikmat. Bagaimana mungkin? Logikanya bagaimana? Jika anda seorang ayah, yang seharian bekerja keras mencari nafkah sehingga pulang ke rumah dalam kelelahan yang sangat. Itu adalah nikmat Allah  yang luar biasa, karena banyak orang yang saat ini menganggur dan bingung mencari kerja.
Jika anda seorang istri yang selalu kelelahan dengan tugas rumah tangga dan tugas melayani suami yang tidak pernah habis. Sungguh itu nikmat luar biasa, karena betapa banyak wanita sedang menanti-nanti untuk menjadi seorang istri, namun jodoh tak kunjung hadir.
Jika kita orang tua yang sangat lelah tiap hari, karena merawat dan mendidik anak-anak, sungguh itu nikmat yang luar biasa. Karena betapa banyak pasangan yang sedang menanti hadirnya buah hati, sementara Allah  belum berkenan memberi amanah.
Lelah dalam Mencari Nafkah
Suatu ketika Nabi dan para sahabat melihat ada seorang laki-laki yang sangat rajin dan ulet dalam bekerja, seorang sahabat berkomentar: “Wahai Rasulullah, andai saja keuletannya itu dipergunakannya di jalan Allah.”
Rasulullah menjawab: “Apabila dia keluar mencari rezeki karena anaknya yang masih kecil, maka dia di jalan Allah. Apabila dia keluar mencari rejeki karena kedua orang tuanya yang sudah renta, maka dia di jalan Allah. Apabila dia keluar mencari rejeki karena dirinya sendiri supaya terjaga harga dirinya, maka dia di jalan Allah. Apabila dia keluar mencari rejeki karena riya’ dan kesombongan, maka dia di jalan setan.” 

(Al-Mundziri, At-Targhîb wa At-Tarhîb).
Sungguh penghargaan yang luar biasa kepada siapa pun yang lelah bekerja mencari nafkah. Islam memandang bahwa usaha mencukupi kebutuhan hidup di dunia juga memiliki dimensi akhirat.
Bahkan secara khusus Rasulullah memberikan kabar gembira kepada siapa pun yang kelelahan dalam mencari rejeki. *“Barangsiapa pada malam hari merasakan kelelahan mencari rejeki pada siang harinya, maka pada malam itu ia diampuni dosanya oleh Allah subhanahu wata’ala*
Subhanallah, tidak ada yang sia-sia bagi seorang muslim, kecuali di dalamnya selalu ada keutamaan.
Kelelahan dalam bekerja bisa mengantarkan meraih kebahagiaan dunia berupa harta, di sisi lain dia mendapatkan keutamaan akhirat dengan terhapusnya dosa-dosa. Syaratnya bekerja dan lelah. Bukankah ini bukti tak terbantahkan, bahwa kelelahan ternyata nikmat yang luar biasa?
Kelelahan Mendidik Anak
*Di hari kiamat kelak, ada sepasang orangtua yang diberi dua pakaian (teramat indah) yang belum pernah dikenakan oleh penduduk bumi*.
Keduanya bingung dan bertanya: ”Dengan amalan apa kami bisa memperoleh pakaian seperti ini?” Dikatakan kepada mereka: *“Dengan (kesabaran)mu dalam mengajarkan Al-Qur’an kepada anak-anakmu.”*
Merawat dan mendidik anak untuk menjadi generasi shaleh/shalehah bukan urusan yang mudah. Betapa berat dan sangat melelahkan. *_Harta saja tidak cukup._*
Betapa banyak orang-orang kaya yang anaknya “gagal” karena mereka sibuk mencari harta, namun abai terhadap pendidikan anak. Mereka mengira dengan uang segalanya bisa diwujudkan. Namun, uang dibuat tidak berdaya saat anak-anak telah menjadi pendurhaka.
Berbahagialah manusia yang selama ini merasakan kelelahan dan berhati-hatilah yang tidak mau berlelah-lelah. Segala sesuatu ada hitungannya di sisi Allah.Kebaikan yang besar mendapat keutamaan, kebaikan kecil tidak akan pernah terlupakan.
Rasulullah bersabda: 
“Pahalamu sesuai dengan kadar lelahmu.”
Allah akan selalu menilai dan menghitung dengan teliti dan tepat atas semua prestasi hidup kita, sebagaimana firman-Nya:
“Dan bahwasanya seorang manusia tidak memperoleh selain apa yang telah diusahakannya. Dan bahwasanya usahanya itu kelak akan di perlihatkan kepadanya. Kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna”. 

(QS. An-Najm: 39-41).
Semoga lelah kita adalah lelah yang mendatangkan ridho Allah Ta’ala Aamiin yaa rabbal alamiin.
Met ber aktifitas 

*GANTI UCAPAN KITA DENGAN DOA*
👉ucapkan “In syaa Allah”

‎اِنْ شَآ ءَ اللَّهُ 

Jangan ucapkan “0k”,

Jangan pula ucapkan “wow”

👉ucapkan “SubhanAllah”

‎سُبْحَانَ اللهُ 
Jangan ucapkan “hebat”

👉ucapkan “Masyaa Allah”

‎مَاشَآءَاللّهُ. 
Jangan ucapkan “saya baik2 saja”

👉ucapkan “Allhamdulillah”

‎الْحَمْدُ لِلَّهِ 
Jangan ucapkan “Terimakasih”

👉ucapkan “Jazaka(ki,kumu)llahu Khairan”

‎ جَزَاك اللهُ خَيْرًا 
Jangan ucapkan “Hati2 ya…sampai jumpa”

👉ucapkan “Fii Amanillah”

‎فِي أَمَانِ الله
Jangan ucapkan “Hello”

👉ucapkan “Assalamu alaikkum Warahmatullah”

‎ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ  

 

doa yg indah untuk

berterima kasih pada Allah 

pada semua kesempatan 
 “allahumma a’inni  

 ‘ala dzikrika wa syukrika 

  wa husni  ‘ibadatika” 

‎اللَّهُمَّ أَعِنِّى عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ 

‎عِبَادَتِكَv
Mari kita sama-sama membetulkan*  : 

★ *Aamiin*,

★ *In Syaa Allah ,      dan

★ *Menyingkat kata Assalamu’alaikum*.

💦💦💦💦💦
★ Dalam bahasa Arab ada 4 kata amin yg berbeda makna :

– Amin    = Aman

– Aamin  = Meminta         

                   perlindungan

– Amiin   = Jujur

– Aamiin = Ya Allah,    

    kabulkanlah do’a kami

💦💦💦💦💦
★ Kita seharusnya tidak menulis : 

Insya Allah = Menciptakan Allah (naudzubillah ..)
Tapi pastikan kita menulis : 

In Syaa Allah =  dengan izin Allah

💦💦💦💦💦
★ Assalamu’alaikum, jgn disingkat, karena ;
1. As = Orang bodoh ; 

              keledai

2. Ass  = Pantat

3. Askum = Celakalah 

                       kamu

4. Assamu     = Racun

5. Samlekum = Matilah 

                             kamu

6. Mikum = Dari bahasa 

     Ibrani Mari Bercinta.
– Salam pendek, 

– Salam sedang dan 

– Salam panjang telah 

  dicontohkan oleh Nabi 

  dan tidak merubah  

  makna aslinya :
1⃣ *Salam pendek* : “Assalamualaikum”. 

– Dengan 10 kebaikan.
2⃣ *Salam sedang* : “Assalamu’alaikum warahmatullah”.

– Dengan 20 kebaikan.
3⃣ *Salam panjang* : “Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh”. 

– Dengan kebaikan 

  sempurna.
Dengan penjelasan ini, mudah-mudahan tidak ada lagi yang menyingkat karena dapat merubah maksud.
***)

– Bila menurut anda ini 

   ada manfaatnya, 

   beritahu ke yg lain.
 – Bila menurut anda ini buruk. Cukup di Delet. agar tdk menggoyahkan pendirian orang lain.
==================
SHARE JIKA INGIN YANG LAIN DAPAT MANFAAT. YUK!
‎ﻣَﻦْ ﺩَﻝَّ ﻋَﻠَﻰ ﺧَﻴْﺮٍ ﻓَﻠَﻪُ ﻣِﺜْﻞُ ﺃَﺟْﺮِ ﻓَﺎﻋِﻠِﻪِ
*Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya* (HR. Muslim 3509
_Semoga kita termasuk hamba Allah yang memperoleh kebaikan dari membaca artikel Islami serta dapat mengamalkannya.
امين….

Copas#

Inspirasi Tahajud

Muhasabah CINTA  (Cerita dan Inspirasi Tahajjud) Bersama: Ustadz. H. Uti Konsen U.M

🌿 Untuk Memotivasi Melaksanakan Tahajjud (Bagian 26)  
Mengapa shalat pertama yang diwajibkan kepada Nabi SAW adalah shalat malam? Ini mengisyaratkan bahwa shalat malam secara spesial punya kekuatan untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Mengapa dalam Al-Qur’an (Al-Isra’ 79) Allah mengaitkan maqamam mahmuda dengan shalat Tahajjud. Ini mengisyaratkan bahwa shalat tahajjud secara spesial punya keistimewaan untuk mengangkat derajat hamba.
Mengapa Nabi Daud dan putranyaa Nabi Sulaiman AS diwarisi derajat, kemuliaan, kerajaan dan kekayaan dunia yang tiada bandingnya? Ini tak lepas bahwa beliau adalah ahli Qiyamul Lail. Pencuri sanggup bangun malam jam dua atau jam tiga hanya sekedar mau mencuri beberapa ekor ayam. Sebagian orang sanggup untuk bangun jam tiga malam hanya karena ingin nonton sepak bola melalui televisi. Suami atau istri akan cepat bangun ditengah malam bila diberi tahu jendela atau pintu rumahnya terbuka.
Mahmud Asy-Syafrowi dalam bukunya: “7 Wasiat Rezeki Terampuh Dari Nabi “menulis“ Jadi, jika kita ingin dekat dan dicintai Allah, dicintai dan dihormati makhluk, mulia di dunia dan di akhirat. Maka mau tak mau kita harus menjalani Qiyamul Lail atau shalat Malam. Karena Qiyamul Lail adalah syi’arnya para kekasih Allah, kesukaan orang-orang yang dekat dengan-Nya, dan kebiasaan orang-orang yang mulia budi pekertinya. Makin rajin kita menjalaninya, makin dekat dan makin dicintai diri kita oleh Allah dan semua makhluk“.
Bila amalan sunnah sampai menempati posisi wajib (bagi Nabi SAW) berarti betapa dahsyatnya amalan tersebut. Bila Rasulullah SAW merelakan kedua kakinya sampai bengkak, padahal dosa beliau sudah mendapatkan jaminan ampunan dari Allah, berarti betapa besarnya keutamaan shalat malam itu. Allah SWT menjanjikan kedudukan yang tinggi kepada beliau di dunia dan di akhirat. (Al-Isra’ 79). Qiyamul Lail merupakan pembuka pertolongan Allah dan solusi dari segala masalah. Karena Allah SWT berjanji akan mengabulkan doa pada saat itu, sedangkan permasalahan apapun di dunia ini sangat kecil dihadapan kuasa-Nya. 
Laksana kita terbang dengan pesawat ruang angkasa, kian tinggi, bumi ini tidak nampak, yang nampak hanya keagungan Allah antara lain berupa gugusan galaksi, bintang yang besar dan jumlahnya tidak terkira. Mungkin kita pernah menganggap bahwa permasalahan yang kita hadapi teramat berat bahkan super berat. Tapi bila sudah berhadapan dengan kuasa-Nya, permasalahan itu pun menjadi kecil dan tiada artinya. 
Allah SWT adalah sumber kekuatan. Dia memberi kekuatan kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan melemahkan kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Pasukan muslimin dalam perang Badar yang tampaknya kecil dan lemah, menjadi kuat dan perkasa karena kekuasaan-Nya. tentara musyrikin Mekkah yang tampak kuat dan jumlahnya besar, menjadi lemah dan kecil berhadapan dengan kuasa-Nya.

 

🍂🍂🌼🌼🍂🍁🍂🌼🌼🍂🍂

============☆☆☆==============

 ═❁💰SEDEKAH KUTUB💰❁ ═
💰 Bank Muamalat Nomor rekening : 3180005019 

💳 Ac : Komunitas Tahajjud Berantai   Ke Member Account KUTUB masing-masing (bagi yang sudah mendapatkan identitas Kutub)
📱Konfirmasi : 0811-9100-165 (Salam Kutub)
❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁ 
👳🏼 *Mengokohkan langkah, Menggelorakan Istiqamah (OMGT)*

🌹🌹Apapun Kejadian yang Kita Alami Pastikan Rekening Kebaikan yang Terisi.🌹🌹

Jika semua yang kita kehendaki terus kita miliki, dari mana kita belajar *ikhlas…*

Jika semua yang kita impikan segera terwujud, darimana kita belajar *Sabar…*

Jika setiap do’a kita terus dikabulkan, bagaimana kita dapat belajar *Ikhtiar…*

Seorang yang dekat dengan Allah, bukan berarti tidak ada *air mata..*

Seorang yang taat pada jalan-Nya bukan berarti tidak ada *kekurangan..*

Seorang yang tekun berdo’a, bukan berarti tidak ada *masa² sulit..*

Biarlah Sang Penyelenggara Hidup yang berdaulat sepenuhnya atas hidup kita, karena hanya *Dia*-lah yang tahu waktu dan kondisi yang tepat untuk memberikan yang *Terbaik..*

Ketika kerjamu tidak dihargai, maka saat itu kamu sedang belajar tentang *Ketulusan..*

Ketika usahamu dinilai tidak penting, maka saat itu kamu sedang belajar *Keikhlasan..*

Ketika hatimu terluka sangat dalam……,
maka saat itu kamu sedang belajar tentang *memaafkan dan pengampunan..*

Ketika kamu lelah dan kecewa, maka saat itu kamu sedang belajar tentang *kesungguhan dan keteguhan..*

Ketika kamu merasa sepi dan sendiri, maka saat itu kamu sedang belajar *tentang ketangguhan..*

Ketika kamu harus membayar harga yang sebenarnya tidak perlu kamu tanggung, maka saat itu kamu sedang belajar tentang *kemurahan-hati..*

*Tetap semangat…*
*Tetap sabar…*
*Tetap tersenyum…*
*Karena kamu sedang kuliah di universitas kehidupan…*

*Allah menempatkanmu di posisi yang sekarang, bukan karena kebetulan, tetapi karena rencana-Nya…*

*Orang yang hebat tidak dihasilkan melalui kemudahan, kesenangan, dan kenyamanan…*

*Mereka dibentuk melalui kesukaran, tantangan dan bahkan air mata…*

_*Semoga bermanfaat…*_🌹
pas baca ini aku ingat point marketing langit mengenai rekening kebaikan……..Dan bersabarlah, karena sesungguhnya Allah tiada menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat kebaikan. (Hud 11 : 115)
ﻣَﻦْ ﻋَﻤِﻞَ ﺻَٰﻠِﺤًﺎ ﻣِّﻦ ﺫَﻛَﺮٍ ﺃَﻭْ ﺃُﻧﺜَﻰٰ ﻭَﻫُﻮَ ﻣُﺆْﻣِﻦٌ ﻓَﻠَﻨُﺤْﻴِﻴَﻨَّﻪُۥ ﺣَﻴَﻮٰﺓً ﻃَﻴِّﺒَﺔً ۖ ﻭَﻟَﻨَﺠْﺰِﻳَﻨَّﻬُﻢْ ﺃَﺟْﺮَﻫُﻢ ﺑِﺄَﺣْﺴَﻦِ ﻣَﺎ ﻛَﺎﻧُﻮا۟ ﻳَﻌْﻤَﻠُﻮﻥَ
Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (An-Nahl 16 : 97)

*Sebaiknya Lelaki Beristri Empat SANGAT WAJIB HUKUM*

dibaca baik-baik sampai tuntas 😊🙏😊

💜Istri ke 1: Biasa
biasa saja,
biasanya
tdk diperha-
tikan.
💛Istri ke 2: Agak cakep,
agak diper-
hatikan.
💙Istri ke 3: Lumayan
cakep,
diperhati-
kan.
💚Istri ke 4: Sangat ca-
kep,sangat
diperhati-
kan dan di-
sanjung2
dan diuta-
makan!

⏰Waktu pun berlalu begitu cepat dan tibalah saat sang lelaki(suami) tersebut mau meninggal,
lalu dipanggilnya ke 4 org istrinya.

💚Dipanggilnya istri ke 4 yg paling cakep dan ditanya,”Maukah kamu ikut menemaniku ke alam kubur?”, dia menjawab, “Maaf, cukup sampai di sini saja saya ikut denganmu.”

💙Saat dipanggil istri ke 3 dan ditanya hal yang sama, dia pun menjawab,”Maaf, saya hanya akan mengantarmu sampai di kamar mayat dan paling jauh sampai di rumah duka.”

💛Kemudian dipanggil istri ke 2 dan ditanya hal yang sama, dia pun menjawab,”Baik, saya akan menemanimu tapi hanya sampai ke liang kubur, setelah itu selamat tinggal.”

😭Si suami sungguh kecewa mendengar semua itu. Tetapi inilah kehidupan dan menjelang kematian.

💜Lalu dipanggillah istri ke 1 dan ditanya hal yang sama, si suami tak menyangka akan jawabannya,”Saya akan menemanimu kemanapun kamu pergi dan akan selalu mendampingimu……..”

❓Mau tahu siapa istri ke 1 sampai ke 4 itu ?

💚Istri ke 4 adalah “harta dan kekayaan”. Mereka akan meninggalkan jasad kita seketika saat kita meninggal.

💙Istri ke 3 adalah “teman- teman” kita. Mereka akan mengantarkan jasad kita hanya sampai di saat disemayamkan.

💛Istri ke 2 adalah keluarga/ famili, saudara dan teman dekat” kita. Mereka akan mengantar kita sampai dikuburkan, akan meninggalkan kita setelah mayat kita dimasukkan dalam liang kubur dan ditutup dengan tanah.

💜Istri ke 1 adalah “amal dan ibadah ” kita selama hidup di dunia.
Karena amal dan ibadah kita inilah yang paling setia mendampingi kita saat menghadap Tuhan . .

Semoga bisa jd renungan buat kita bersama… 👍⭐⭐⭐⭐🙏

Salam Bahagia & Doa Syukur selalu 😊🙏😇

Ntar baca dl kisah ini.
Anda pst tercengang.
KISAH NYATA: Orang Tua Polos dan Sederhana Ini.., Menyadarkanku Menjadi Guru Harus Profesional

Seperti biasa setiap pagi sebagai upaya pendidikan karakter di sekolah kami terjadwal bapak/ibu guru untuk berjabat tangan dengan para siswa secara bergantian.

Hal ini sebenarnya bukan hal baru atau terobosan yang spektakuler alias sudah lumrah dilakukan oleh sekolah-sekolah apalagi untuk tingkat SD dan SMP. Namun di SMA pun sekarang juga sudah membiasakan kegiatan ini berlangsung.

Saya yang kebetulan waktu itu ditugasi sebagai wakil kepala sekolah urusan kesiswaan tiap hari harus melaksanakan kegiatan jabat tangan berbarengan dengan bapak/ibu guru yang mendapat jadwal bertugas. Saya selalu menempatkan diri di paling ujung dekat pemberhentian para siswa yang diantar oleh orang tua atau siswa yang naik angkot.

Sekolah saya termasuk sekolah yang notabene favorit di tingkat kabupaten sehingga siswa kami memang mayoritas dari kalangan ekonomi menengah keatas (untuk tingkat kabupaten lho). Pengantar ada yang menggunakan mobil mewah, sedang, naik angkot bahkan juga ada yang menggunakan sepeda motor buthut.

Buat saya sebenarnya tidak begitu memperhatikan kendaraan apa yang digunakan oleh siswa, yang terpenting adalah siswa datang ke sekolah tidak terlambat, makanya saya tidak pernah hiraukan secara khusus kendaraan apa yang digunakan oleh siswa (orang tua siswa).

Namun ada hal yang sangat menarik buat saya adalah ada orang tua mengantar anaknya menggunakan sepeda motor BMW (bebek merah warnanya) kira-kira buatan tahun1975. Setelah anaknya masuk di pintu gerbang sekolah orang tersebut lantas duduk di trotoar di samping sepeda motornya sambil menulis di buku kecil.

Semula saya juga tidak menaruh perhatian terhadap orang tersebut, pikirku beliau sedang merencanakan sesuatu kemudian ditulisnya. Namun karena hampir setiap hari orang ini selalu di tempat yang sama dengan kegiatan yang dilakukan juga hampir sama saya kemudian muncul rasa penasaran untuk tahu apa yang dilakukannya.

Suatu hari setelah saya selesai lakukan tugas jabat tangan lantas menedekati beliau sambil menanyakan nama, alamat dan juga putrinya kelas berapa…ya layaknya sebagi tuan rumah lah kira –kira begitu, sambil saya mengamati sepeda motor yang digunakan untuk mengantar putrinya.

Terlihat jelas di bagian depan sepeda motor ada bungkusan (bagor) terlihat isinya benda-benda keras.

Setelah jabat tangan dan kenalan kemudian saya beranikan diri bertanya:
Saya : “pak mohon maaf ya… saya kok setiap hari melihat bapak sehabis antarkan anak lalu duduk di sini sambil urak-urik… apa yang bapak lakukan?”
Beliau: “iya pak… anak saya itu dulu waktu di SMP selalu juara 1 dari kelas 1 sampe kelas 3 (waktu itu belum 7,8 dan 9 red.) saya kemudian menyekolahkan ke SMA ini karena kata orang sekolah ini favorit”
Saya : “lalu apa hubungannya dengan yang bapak lakukan tiap hari di sini?”
Beliau: ”pak… anak saya itu sudah piatu, hidup bersamaku dengan ala kadarnya, bungkusan di motor saya itu adalah daganganku berupa alat pertanian dan rumah tangga: arit, gathul, obeng cethok dll, itu yang saya gunakan untuk hidup dan menyekolahkan anakku, aku ingin anakku bisa memperbaiki nasib dan masa depannya jangan sampai nasib orang tuanya ini menurun ke anakku… makanya aku mati-matian menyekolahkan anakku ke SMA ini yang katanya favorit…. aku ingin buktikan benar nggak sekolah ini dapat membantu mengubah masa depan anakku…
setiap pagi aku menulis di buku kecil ini berisi tentang kedisiplinan guru, berapa banyak guru yang datang terlambat…. bagaimana mungkin bisa meraih prestasi sebaik mungkin kalau gurunya saja banyak yang datang molor… terus terang pak saya sangat berharap melalui sekolah ini masa depan anakku akan lebih baik dari aku… tolong pak sampaikan kepada kepala sekolah juga kepada bapak/ibu guru bahwa di luar sana (aku) sangat berharap banyak terhadap pendidikan di sekolah ini untuk mengantarkan masa depan anakku..”

Mendengar jawaban dan uraian harapan orang itu terasa ditampar mukaku, sesak rasa di dada dan seakan lunglai tiada tenaga. Apa yang disampaikan orang itu adalah salah satu saja dari sekian wakil orang tua siswa. Ingatanku tertuju pada anakku yang waktu itu juga masih SMP dan SD, jangan-jangan di sekolah anakku juga gurunya datang molor, tidak menguasai materi, dan tidak kompeten. Lalu bagaimana bisa mengantarkan cita-cita anakku kalau gurunya tidak kompeten? Jika itu yang terjadi di sekolah anakku demi Alloh aku tidak rela menyekolahkan anakku di sekolah itu.

Anganku kemudian tertuju pada diriku, seribu pertanyaan berkecamuk, bagaimana diriku, kedisplinanku, keteladananku, kompetensiku dan seterusnya dan saya yakin kalau orang tua siswa tahu bahwa di SMA ku gurunya tidak profesional mereka pun pasti tidak rela anaknya diajar oleh guru yang tidak profesional. Mungkin ini juga sama bahayanya dengan dokter yang salah mendiagnosa penyakit, mal praktek juga ada mal ngajar.

Percakapan kemudian saya lanjutkan.
Saya : “pak… tolong berikan masukan buat sekolah agar apa yang bapak harapkan bisa menjadi kenyataan”
Beliau :”maaf pak… di kelas anakku ada beberapa guru yang bagus menurut anakku (sambil menyebutkan namanya) tapi juga banyak guru yang masih memprihatinkan (sambil menyebutkan namanya juga)… saya mengucapkan trimakasih kepada bapak/ibu guru yang bagus semoga beliau dan keluarganya mendapat balasan dari Alloh atas kebaikannya dan saya juga mohon dengan hormat bapak/ibu guru yang belum bagus agar lebih baik (profesional:red), saya mohon pamit pak mau menjajakan dagangan saya… nuwun”
Saya:” baik pak… terima kasih telah memberikan masukan yang sangat berharga untuk saya dan sekolah…”

Saya masih belum beranjak dari tempat ngobrol tadi, sambil memandang beliau ngeslah “BMW” perasaan hatiku berkecamuk. Saya ingat kata-katanya : anaknya piatu, ingin memperbaiki masa depan, berharap sekolah bisa mengantarkannya, mendoakan guru yang sudah baik… Ya Alloh ya Robb… ampuni hambaMu ini… kami mendapat rezeki dari-MU yang saya gunakan untuk menafkahi keluargaku lantaran saya jadi guru… tapi apakah aku ini seorang guru yang sudah bisa memenuhi harapan orang tua siswa seperti harapan bapak tadi?

Bapak/ibu guru yang seprofesi denganku mari kita renungkan dan mari bersikap untuk lebih baik karena semua yang kita lakukan dan kita peroleh akan ada hitungannya di hari akhir. Mari berbagi hal-hal baik, agar semakin banyak hal baik di lungkungan kita.

*”ALLAH MENJAWAB AL-FATIHAH KITA”*

*“`Banyak sekali orang yang tegesa-gesa ketika membaca Al-Fatihah di saat shalat.. tanpa spasi, dan seakan-akan ingin cepat menyelesaikan shalatnya.

Padahal di saat kita selesai membaca satu ayat dari surah Al-Fatihah, ALLAH menjawab setiap ucapan kita.

Dalam Sebuah Hadits Qudsi Allah SWT ber-Firman:

“Aku membagi al-Fatihah menjadi dua bagian, untuk Aku dan untuk Hamba-Ku.”“`*

■ *“`Artinya, tiga ayat di atas Iyyaka Na’budu Wa iyyaka nasta’in adalah Hak Allah, dan tiga ayat kebawahnya adalah urusan Hamba-Nya.“`*

■ *“`Ketika Kita mengucapkan “AlhamdulillahiRabbil ‘alamin”“`*

*“`Allah menjawab: “Hamba-Ku telah memuji-Ku.”“`*

■ *“`Ketika kita mengucapkan “Ar-Rahmanir-Rahim“`*

*“`Allah menjawab: “Hamba-Ku telah mengagungkan-Ku.”“`*

■ *“`Ketika kita mengucapkan “Maliki yaumiddin”.“`*

*“`Allah menjawab: “Hamba-Ku memuja-Ku.”“`*

■ *“`Ketika kita mengucapkan “Iyyaka na’ budu wa iyyaka nasta’in”.“`*

*“`Allah menjawab: “Inilah perjanjian antara Aku dan Hamba-Ku.”“`*

■ *“`Ketika kita mengucapkan “Ihdinash shiratal mustaqiim, Shiratalladzinaan’amta alaihim ghairil maghdhubi alaihim waladdhooliin.” “`*

*“`Allah menjawab: “Inilah perjanjian antara Aku dan hamba-Ku. Akan Ku penuhi yang ia minta.” (HR. Muslim dan At-Tirmidzi)“`*

■ *“`Berhentilah sejenak setelah membaca setiap satu ayat. “`*

*“`Rasakanlah jawaban indah dari Allah karena Allah sedang menjawab ucapan kita.“`*

■ *“`Selanjutnya kita ucapkan “Aamiin” dengan ucapan yang lembut, sebab Malaikat pun sedang mengucapkan hal yang sama dengan kita.“`*

■ *“`Barangsiapa yang ucapan “Aamiin-nya” bersamaan dengan para Malaikat, maka Allah akan memberikan Ampunan kepada-Nya.” (HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud)“`*

*“`Sahabat jika artikel ini bermanfaat silahkan dibagikan , sampaikan walau satu ayat“`*

*“`Sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam; “Siapa yang menyampaikan satu ilmu dan orang membaca mengamalkannya maka dia akan beroleh pahala walaupun sudah tiada“`*
*“`(HR. Muslim).“`* 😊