Latest Entries »

Tulisan seorang teman, ttng pengalaman pribadinya selama di KSA, panjang, tp menambah wawasan n sngt inspiratif, ditulis atas permintaan teman jg 😄

Dear Bu Wigati, Pak Benny, sesuai janji saya, saya buat tulisan tentang pengalaman saya tinggal di Saudi Arabia, beberapa hal yang membuat saya jadi tahu islam yang sunnah. Tentunya ini hanya pengalaman pribadi dan sangat mungkin subjective, dan ini hanyalah sebagian kecil contoh saja. Jangan terlalu digeneralisai dan diperdebatkan.

Assalamu Alaikum warohmatullohi Wabarokatuh.
Tulisan ini saya buat bukan karena uforia kedatangan Raja Salman ke Indonesia, tapi mungkin sebagai renungan dan pengingat untuk saya, sebenarnya islam seperti apakah yang rahmatan lil Alamin itu..

Saya hanya ingin menceritakan pengalaman pribadi saya selama hidup di KSA (Kingdom Saudi Arabia) kurun waktu 2008 – 2012. Semoga menjadi bahan pencerahan buat yang membacanya, seperti apakah sebenarnya KSA itu.

Sebenarnya sama sekali tidak ada pikiran atau niatan saya, untuk tinggal di KSA, sampai pada suatu saat saya mendapat tawaran kerja di Jeddah, KSA, sebagai seorang IT Manager di sebuah perusahaan FCMG, cukup besar dan memiliki banyak kantor cabang di KSA. Waktu itu perasaaan saya biasa2 aja, seperti seorang yang mendapat pekerjaan di LN, gaji gede, bebas pajak, dll. Hanya untuk perbaikan kehidupan, itu saja. Tidak lebih.

Saya sendiri bukanlah seorang yang sangat agamis, malah lebih cenderung moderat. Waktu itu saya tidak tau apa itu Wahabi, apa itu Sunnah, Syiah.. saya bener2 buta soal itu, karena selama bekerja di Indonesia tidak ada pikiran tentang itu, yang saya tau, sebagai muslim, ya sholat, puasa, zakat, haji..pengajian, zikr akbar dsb.

Dalam segala kebutaan soal-soal islami itu, saya berangkat ke KSA untuk bekerja, saya berangkat terlebih dahulu, keluarga menyusul setelah saya merasa settle di sana.

Selama tinggal di KSA, saya mulai merasakan ada sesuatu, ada sesuatu yang saya sendiri ga tau itu apa, yang kadang membuat saya terheran2, terpana, merenung tentang kehidupan Islami orang2 arab saudi ini.., untuk lebih singkatnya saya akan buat menjadi beberapa point, di mana setiap point itu yang membuat saya berusaha menjadi seorang yang menjalankan sunnah. Walaupun prosesnya tidak serta merta, tetapi melalui pemahaman yang panjang, hidayah yang turun naik, saya menganalisa dari point2 pengalaman saya dihubungkan dengan dalil dalil sunnah yang baru saya pelajari dikemudian hari.

Semoga cerita menjadi petunjuk untuk yang mengerti, seperti inilah kalau mau jadi kaya, baik dalam lingkup individu dan lingkup negara. Negara tandus yang diberkahi Allah Subhana Wata Ala, sudah sukup menjadi contoh dan bukti kebenaran akan janji Allah.

1. Orang Arab bodoh2 dan malas
Stigma ini sudah saya dengar sejak lama, itu juga yang jadi pegangan saya waktu berangkat, makanya kenapa banyak tenaga kerja asing, karena mereka malas2.. katanya, geblek, ngeyel, susah dll…. sampai saya melihat sendiri betapa santai dan malas nya mereka, jam 9 masuk kerja, jam 10 sudah keluar kantor, ngopi2 dulu, kerjaan bisa berhari hari selesai, dan lain lain.
Tapi..
Yang saya heran didalam kemalasan dan santai nya hidup mereka, tapi saat Dhuha dan adzan sholat berkumandang, mereka bergegas untuk pergi ke Masjid, tidak ada kompromi, walaupan sedang rapat/meeting, mengerjakan sesuatu, pokoknya tidak ada tawar menawar, saat waktu sholat, orang2 arab sudah menghilang, hanya 1 -2 pekerja yang tinggal di kantor dan kebanyakan mereka bukan orang Arab, seperti India, Pakistan, Philipine..

Dari renungan saya, ternyata..
Al Qur’an surat At-Thalaaq: 2-3: “…Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada diduga-duga…”

Pekerjaan bukanlah sesuatu yang utama buat mereka, mereka sangat meyakini sekali rezeki itu dari Allah, kadang bekerja itu buat mereka hanyalah sesuatu yang dilakukan untuk menunggu waktu sholat, sangat kental sekali bagaimana mereka itu benar2 mengutamakan sholat.

Kenapa Arab Saudi, negeri gurun tandus, kering, tetapi penduduknya kaya2 semua? Hidup mereka sangat terjamin, walaupun mereka tidak memiliki skill yang tinggi, pekerjaan yang biasa2 saja, tapi tetap saja hidup mereka lebih baik. Bicara soal kekayaan Alam, seperti minyak bumi, Negri (indonesia) kita juga ada minyak, ada emas, ada batubara, ada hutan, ada kayu, ada hujan, ada pertanian, tetapi kenapa orang2 arab saudi ini tetap lebih kaya, hidup lebih santai, dari mana mereka dapat uang? Aneh kan?
bandingkan dengan kita di Indonesia, semua orang bekerja keras untuk bisa mendapatkan uang, berangkat kerja pagi2 buta, malah ada yang baru azan subuh sudah berangkat, semata2 hanya untuk mengejar rezeki.
Orang2 arab ini, tidak harus berangkat kerja subuh, subuh waktunya sholat, jadi kadang mereka tertawa kalo saya cerita di jakarta, banyak orang yang sudah jalan kerja lepas subuh…

Di sini saya semakin penasaran, apa sih sebenarnya rahasia hidup mereka?

Di balik santai nya mereka, yang kita sebut malas, ternyata mereka adalah orang2 bertaqwa, pemerintahnya juga pemerintah yang bertaqwa, mejalankan hukum2 syariah, bayangkan orang yang bertqwa saja akan mendapatkan rezeki yang tak terduga, bagaimana kalau pemerintahan yang bertaqwa? rezeki bangsa lebih banyak dan tak terduga, siapa yang menduga, Arab Saudi bisa punya banyak minyak? yang menemukan minyak juga orang Amerika di sana, bukan arab, yang susah payah cari minyak itu orang2 kafir, si Muslim bertaqwa ini hanya menikmati hasil nya…, hebat bukan? saya rasa ini janji Allah sesuai surat di atas,

Nah, kalo ada minyak pasti ada uang, uang yang sangat banyak, uang nya untuk siapa? ya untuk penguasa Arab ya? Tapi alhamdulillah, karena penguasa Arab ini (Keluarga Saud) adalah orang2 yang sangat menghormati Ulama, pengelolaan uang di atur sesuai hukum syariah, ada Zakat, tidak ada pajak, ada tunjangan untuk rakyat miskin, pembangunan Masjid Haram, dan semakin mudahlah rakyat mereka mendapatkan uang. Dari uang ini juga, ummat islam memiliki tempat ibadah suci yang paling moderen di dunia, bandingkan dengan tempat suci agama2 lain..

Arab saudi sangat melindungi warga aslinya, gaji pegawai negri, minimal 8000 riyal untuk tingkatan paling rendah, gaji standard guru biasa, bisa 2x nya, saya pernah tanya petugas telkom yang benerin kabel di depan apartemen saya, orang Saudi, saya tanya gajinya..,dia bilang gaji saya kecil, cuma 8000 riyal…, weleh…, untuk seorang pengangguran warga Saudi Asli, akan mendapat tunjangan 3000-4000 riyal tergantung kondisi mereka, punya anak atau tidak. Asal tau saja satndard gaji pembantu indonesia, itu 800 riyal (sebenarnya 1500, tapi dipotong asuransi dll) .., jadi bisa bayangkan tidak, seorang pengangguran di saudi bisa dan mampu membayar pembantu.

Kembali ke masalah kerja, saya merasa ada yang salah dengan kehidupan kita, berangkat pagi2 subuh tapi rezeki ko cuma segitu2 aja.., kenapa?

https://archive.org/details/SatanicFinance

Saya membaca buku Satanic Finance, Tulisan A Riawan Amin, mantan direktur bank Muammalat, mungkin bisa membuka pikiran kita, dari buku ini saya baru menyadari “Riba/interest/Bunga” akan mengakibatkan “orang2 akan bekerja lebih keras, lebih giat, karena mereka harus mendapatkan uang lebih untuk membayar bunga hutang-hutang mereka”.
Bisa kita bayangkan, di Indonesa, Suami kerja, Istri kerja, berangkat pagi2, bermacet macet dimotor, berjejal jejal di KRL dan Busway, untuk apa? hanya untuk mendapatkan uang untuk membayar cicilan rumah, cicilan mobil, asuransi, kartu kredit, dan hutang-hutang lainnya. Bertahun2 mereka melakukan itu supaya lunas, tapi apakah seperti itu tujuan hidup kita, setelah hutang lunas, kita terkena sakit, tua dan akhirnya di wariskan, syukur kalo sudah lunas, kalo belum, kasihan anak2 kita…
Itulah jahatnya riba, saya baru mengerti kenapa Allah sangat mengharamkan riba, dosa besar.

Di Arab Saudi, praktik Riba sangat dilarang, baik di bank2 maupun di tempat lain, mereka memang menawarkan juga kredit2 untuk rumah dan lain2, tapi tetap dalam koridor syariah yang murni. Saya pernah mendengar berita ada sebuah bank Asing, ketahuan melakukan praktik riba, oleh pemerintah Saudi bank tersebut ditutup selama 2 bulan, untuk dilakukan audit dan pemeriksaan, dan mereka memberikan denda sebagi sanksi. begitulah cara Pemerintah Saudi melindungi rakyatnya agar tetap Syarii.

Di Indonesia? ga usah warganya, pemerintahnya saja sudah banyak hutang dan ribanya harus di bayar bertahun tahun.., gimana mau jadi thoyibatun marobun gofur..?

=Surga di telapak Kaki ibu.
Orang Arab itu bodoh…, itu stigma yang saya dapat sebelumnya, point ini juga yang membuat saya terbuka hati dan iman saya mengenal rahasia hidup sunnah. Sebagai seorang manajer, saya tentunya mempunyai beberapa orang staff, ada orang Yaman, Ada India, ada Arab. Tentunya yang saya ceritakan adalah staf yang orang Arab ini, masih muda, tinggal bersama orang tua nya. Suatu hari dia tidak masuk, tanpa kabar yang jelas, padahal saya perlu dia. Kemudian saya telpon dia untuk menanyakan kenapa dia tidak masuk hari ini. Dia bilang badan nya agak kurang sehat, tapi di menjelaskan walaupun kurang sehat sebenarnya masih kuat untuk ke kantor. So saya bilang kenapa ga ke kantor saja?, saya perlu kamu. Agak kesal juga saya mendengarnya (dasar Arab males..). Dengan sangat sopan tapi yakin dia menjawab, tidak di izinkan oleh “ibunya”. WOW.. makin kesel saya, agak sedikit mengancam saya memaksa dia untuk masuk.., Dan ini jawaban anak Arab itu yang membuat saya terpana… ” Malis Mudir” (Maaf Boss), saya lebih baik dipecat sama anda, daripada saya melawan keinginan ibu saya, beliau memaksa saya untuk istirahat dan tidak berangkat, buat apa kerja kalau tidak didoakan ibu saya… PLAK.. serasa ditampar muka saya. Ummi is everything, ummi is the boss.. Hanya orang yang beriman tinggi yang meyakini sunnah dan hukum Allah yang berani bicara seperti ini, dia masih jauh lebih muda dari saya. Allahu akbar, saya jadi ingat sama ibu saya, kalau kita di Indonesa, permintaan ibu seperti itu tidak akan kita anggap, malah kita akan memarahi ibu kita, atau protes atau menentang nya, “Kalo ibu larang, saya pasti dipecat dong bu…” atau semacam nya… , Masya Allah.

Anak muda Arab ini sangat yakin, bahwa ibunya lah, doa ibunya lah yang akan bisa menyelamatkan dia, bukan si Boss dikantor.
Kadang dari sudut pandang orang sekuler, menuruti keinginan ibu yang ga jelas itu, adalah suatu kebodohan, ya kebodohan, spt bayangan saya terhadap anak Arab itu, bego banget sih?. Setelah sekian tahun saya menyadari, ternyata kebodohan yang fatal sebenarnya adalah melawan dan menyakiti ibu.
Banyak anak2 zaman sekarang yang hidupnya hancur, berantakan, karena melawan dan menyakiti ibunya, atau ibunya tidak mampu mendoakan anak2 nya, karena buta agama.

Di Arab, saya bisa melihat begitu besar bakti anak kepada ibunya, pada saat umroh, saya pernah melihat seorang laki2 yang mendorong ibunya dengan kursi roda melawan arus jalan orang yang ramai, laki2 itu di marahi oleh orang2 yang lewat, tapi dia tetap tidak peduli, dia hanya ingin menuruti keinginan ibunya untuk didorong ke arah yang berlawanan. Demi seorang ibu dia ikhlas dimarahi orang2, yang penting keinginan ibunya terpenuhi… Masya Allah.

=Kotak Amal..?
Di Indonesia, kalo kita sholat jum’at, atau ada majelis dll, pasti didedarkan sebuah kotak, kotak yang ada lubang nya seperti celengan, itulah kotak amal. Pertama kali saya jumatan di sebuah mesjid di Jeddah, saya juga berpikir akan mengalami hal yang sama, saya sudah menyiapkan beberapa lembar uang riyal untuk saya masukkan nantinya kekotak amal. Setelah sholat jumat, saya baru sadar ternyata tidak ada kotak amal, padahal saya sudah niat sedekah. Saya clingak clinguk mencari kotak, tapi sama sekali tidak ada. Alhasil, saya bertanya kepada seorang jemaah Arab, saya mau sedekah ke mesjid, dia sambil tersenyum menjelaskan, ga perlu, masjid2 di sini sudah ditanggung operasionalnya oleh orang2 kaya arab, mereka tidak perlu lagi meminta uang ke jemaah. Kalaupun ada malah masjid yang memberi uang kepada jemaah yang membutuhkan, jadi mesjid di sana biasanya menjadi tempat mengadu dan tempat memohoh bantuan. Dan menurut mereka, untuk ukuran pekerja asing spt kita, kita tidak diwajibkan bayar zakat, malah harusnya diberi infaq dan sedekah. Bayangkan, kita ini orang2 asing yang harus diberi sedekah, karena yang “berhak” memberi sedekah dan zakat adalah orang Arab si tuan rumah. WOW..
Ulama-ulama pun, kehidupannya dijamin oleh pemerintah, tidak harus menerima dari jemaah, jadi tugas mereka penuh hanya untuk mendidik rakyat dan ummat untuk menjadi muslim yang sunnah dan syarii..

=Alhamdulillah ke banjiran..dan kecopetan.
Orang Arab yang Aneh.. mungkin kita berpikir seperti itu.
Salah satu ke-Ihsanan yang tinggi adalah menyikapi musibah dengan bersyukur (ini saya dapat dari salah satu Ustadz Sunnah di Jakarta baru2 ini).
Saya benar2 mengalami hal di atas saat dulu waktu di Arab, dan belum menyadari ilmu ini.
Saat itu saya ingat banjir besar di Jeddah, tahun 2011 awal, beberapa rumah dan apartement terendam banjir, mobil2 terbawa arus, buat mereka ini sesuatu yang luar biasa.
Salah satu orang Arab kenalan saya, rumahnya juga hancur terendam banjir, sebagai teman saya ingin menyampaikan keprihatinan saya. Yang saya heran dia hanya mengucapkan ‘Alhamdulillah, Alhamdulillah’, berulang ulang. Waktu saya berpikir apa mungkin dia menjadi stress ya?.. aneh juga …

Kejadian ke dua, saat istri saya mengalami musibah kecopetan.
Karena yang hilang adalah surat2 penting, seperti ID-Card maka kami harus melaporkan ke Polisi.
Setelah membuat laporan dihadapan Kepala Polisi tersebut hanya mengatakan, ‘Alhamdulillah, Alhamdulillah’. Saya masih belum mengerti apa maksudnya, istri saya juga, dia menjadi kesal karena kita mendapat musibah ko dia malah bilang Alhamdulillah…

Ya begitulah, cara2 islami orang Arab dalam mensikapi musibah. Mereka selalu menunjukan dengan rasa syukur bukan minta dikasihani dan berlarut larut dalam kesedihan.

=Doa untuk jenazah.
Beberapa kali saya mendatangi kerabat yng meninggal di Arab, pernah orang indonesia, pernah juga orang Arab. Jarang sekali saya dapati, ada jenazah disemayamkan di rumah, prosesi pemandian, pengkafanan tidak dilakukan dirumah/ apartemen. Tapi ditempat khusus. kemudian langsung di bawa ke masjid untuk di sholatkan, lalu dimakamkan. Untuk beberapa orang Arab yg khusus, ada yang sengaja dibawa ke Masjidil Haram untuk disholatkan di sana. Kebetulan ada orang tua pemilik perusahaan tempat saya bekerja meninggal dan kami turut pergi ke Mekkah untuk mensholatkan orang tua beliau di Masjidil Haram. Pada waktu sholat, ternyata ada beberapa jenazah lain yang akan disholatkan juga didepan ka’bah. Yang menarik pada waktu jenazah akau diletakkan di depan Ka’bah, ratusan jemaah berebutan untuk mengusung jenazah2 tersebut, kita tidak mengenal siapa mereka, dan merekapun tidak mengenal siapa jenazah yang mereka usung. Saya merasa agak aneh, saya pikir mereka bagian dari keluarga, ternyata tidak. Mereka berebutan satu sama lain untuk memegang tandu jenazah untuk dibawa ke depan Ka’bah. Setelah saya tanyakan kenapa seperti itu, teman saya menjelaskan, pahala mengusung jenazah itu sangat besar apalagi kalau jenazah orang mulia dan ini kita berada di Masjid Haram, pahala nya akan dilipatkan lebih besar lagi. (ini yang tidak ada di indonesia, kalau perlu kita bayar orang untuk mengusung jenazah keluarga kita, soalnya berat)
Satu hal lagi yang menarik pada prosesi pemakaman, setelah jenazah dikuburkan, jemaah diperkenankan berdoa, tetapi mereka menekankan dengan tegas, berdoa menghadap kiblat, tidak menghadap ke kuburan.
jadi semua orang yang ada dikuburkan, berdiri ditempat masing2, berdoa menghadap kiblat, tidak seperti di Indonesia, kita berdoa disekeliling kuburan mayit. Mereka sangat mengingatkan hal ini, terkait dengan kemungkinan ada nya unsur syirik, kalau berdoa menghadap kuburan. Subhanallah..

=Kesetaraan jender, family country…
Hak-hak perempuan sangat rendah di Saudi Arabia, itu yang sering kita dengar. Termasuk pemahaman saya juga saat itu, karena di Saudi, wanita tidak boleh menyetir, tidak boleh ke kuburan, dan lain-lain.
Hal itulah yang dibesar-besarkan oleh media barat dan pembela HAM.
Padahal kalau mau dipahami lebih dalam, kenapa mereka memperlakukan seperti itu? Karena perempuan adalah mahluk “Mulia”, yang harus dilindungi, dilayani, didahulukan, dihormati. Sebagaiman perempuan sebenarnya. Mereka tidak perlu bekerja mencari nafkah (Janda2 disantuni pemerintah), tidak perlu antri, kalau ada perempuan mereka didulukan, yang laki2 harus ngalah.

=Beberapa pengalaman terkait masalah ini:

1. Pintu Mall yang utama hanya boleh dimasuki oleh perempuan dan keluarga, untuk single laki2 tidak boleh lewat pintu utama, harus lewat pintu samping yang jauuh.

2. Dalam urusan antri, golongan yang paling sial adalah para lelaki, mereka harus mengalah dan mundur kebelakang kalo ada perempuan, dalam beberapa situasi biasanya ada antrian khusus perempuan, dan biasanya mereka dilayani lebih cepat di bandingkan antrian laki-laki. Makanya kalo di Macdonald, Al baik, saya biasanya ajak istri saya, biar dia saja yang antri….

3. Dalam situasi apapun, perempuan selalu dibenarkan, walaupun mungkin membuat kesalahan, kalau ada masalah atau apapun, yang akan diminta tanggung jawab adalah laki-laki. Saya pernah melihat, seorang perempuan menyebrang sembarangan dan mendadak, menyebabkan mobil yang lewat menginjak rem sekuat2 nya, sehingga hampir terjadi kecelakaan, tetap polisi tidak akan menyalahkan perempuan.

4. Perempuan dan keluarga adalah segalanya. Kalau kita bepergian, kalo di indonesia, perempuan dan lelaki dalam satu mobil tidak akan menjadi masalah, beda di Saudi Arabia. Kalian akan dituduh zina, kecuali bisa membuktikan anda suami istri. Beda ceritanya kalo anda berdua dimobil dan didalamnya ada anak2, berarti anda adalah keluarga, untuk keluarga siapapun tidak bisa/berani menganggu, baik polisi, keamanan, keluarga selalu diutamakan. Mereka didahulukan di mana saja, di restoran ada tempat untuk Family/Women dan Man (mereka dipisah antara Bujangan, family/women). Buat yang masih bujangan, harus siap mental untuk dikebelangkangkan, dipinggirkan, dan dicurigai. Makanya cepat nikah..

=Tingkat keamanan yang tinggi.
Saudi Arabia, walaupun terdapat jutaan pekerja Asing, dari tukang sampah sampai direktur. Pemerintah nya sangat melindungi dan mendahulukan rakyat nya daripada kita para pendatang ini.
Dalam beberapa urusan administrasi kependudukan, antrian akan selalu dibedakan antara orang asing dan warga negara Arab dan antrian penduduk Arab asli akan didahulukan. (Beda dengan indonesia, china2 dan bule kaya diduluin, pribumi ngalah).
Belum lagi mengenai ktp untuk orang Asing (Iqomah), Saudi Arabia memiliki system online yang canggih untuk membuat orang asing tidak berkutik dan macam2, karena data iqomah kita langsung online ke data biometrik di imigrasi(Sidik Jari, kornea mata) dan apabila kita bikin SIM, data akan terhubung langsung.

Saya ada contoh, teman saya orang India, dia pernah melakukan pelanggaran lalu lintas dan kena tilang, tapi tilangnya dia tidak bayar2. Pada saat dia ingin cuti pulang ke negaranya, di imigrasi tidak dikasih keluar, dia harus bayar denda 2000 riyal, karena data tilang nya muncul di imigrasi. Itu baru data pelanggaran lalu-lintas, lalu bagaimana dengan data pelanggaran hukum lainnya, spt berkelahi, mencuri, dll.. pasti tercatat secara online. Kalau sudah berat, biasanya orang asing sudah tidak bisa masuk lagi ke Saudi, dan data orang ini juga bisa dicek di seluruh negara2 teluk, karena sistem informasi mereka saling terhubung. Walaupun mengganti nama di passport, tetap bisa dilacak dari sidik jarinya.

Contoh berikutnya adalah saya sendiri, waktu proses pembuatan SIM mobil di Saudi Arabia, setelah mengikut testing, pada waktu pembuatan SIM tidak ada proses foto, jadi saya berpikir di SIM itu tidak ada fotonya. Setelah SIM nya jadi, saya liat ada foto saya, saya heran kapan saya fotonya?..setelah saya amati dengan seksama, foto itu adalah foto saya waktu masuk pertama kali ke Arab Saudi, foto itu dibuat di imigrasi, jadi saya berkesimpulan data imgrasi saya langsung terhubung ke data SIM saya.

Bandingkan dengan indonesia, orang asing bisa bebas melakukan apasaja, menipu, mabok, buka warung, jualan narkoba, tanpa ada catatan di imigrasi, mereka bisa bebas kabur begitu saja, dan masuk lagi tanpa hambatan, apalagi sekarang banyak juga yang bisa bikin ktp palsu….

=Tidak ada gading yang retak.
Sebaik2nya sesuatu pasti ada kurangnya juga, di sana juga ada Abu Lahab dan Abu jahal, disamping ada orang2 baik hati. Ada polisi korup, ada tukang tipu, samalah dengan Indonesia atau negara lainnya. Jadi saya anggap, kalau suatu kejelekan atau aib itu bisa terjadi dimana saja.
Cerita ini saya tulis bukan untuk menjadi ajang perdebatan, tetapi saya berharap menjadi sumber inspirasi betapa negara yang berdasarkan Syariat Islam murni adalah tempat terbaik sesuai janji Allah. Tentunya tidak lepas dari keterbatasan ilmu dan wawasan, semua ini murni pengalaman pribadi dan tidak untuk merendahkan atau menjelek2an siapapun.
Saya mohon maaf sebesar2 nya kalau ada kesalahan kata2.

Wassalamualaikum Warohmatullohiwabarokatuh.
Ridwan

Iklan

KISAH HIJRAH PEDAGANG BROWNIS YANG BIKIN HATI TERIRIS..
(Tulisan: Prasetyo Budi Widodo di Purwokerto)
“AKULAH PEMAKAN RIBA!!”
Assalamualaikum warahmatullahi wabaraktuh..
Saya adalah penebar riba.. saya bujuk orang-orang yang punya usaha untuk berhutang dengan bunga sekian % di bank BUMN tempat saya bekerja.. saya tipu mereka dengan berkata bahwa bunga pertahun hanya sekian % tetapi saya arahkan mereka untuk mengambil hutang lebih dari setahun, sehingga pendapatan bunga menjadi lebih besar!!
Target saya terlampaui!!
Saya menjadi prajurit terbaik!!
Dan saya menjadi ujung tombak perusahaan yang lihai dalam memasarkan kredit!!
Yaa.. saya adalah salah satu dari sekian banyak prajurit di bank BUMN dengan aset terbesar!! Sayalah salah satu dari sekian banyak pasukan penebar riba yang setiap mendekati akhir bulan selalu berwajah tegang..!
Pulang hampir tengah malam!!
Senggol bacok!!
Demi menagih bunga untuk perusahaan!!
“Wahai para nasabah!!! Bayarlah bunga kalian!!! Bila tidak, agunan kalian saya lelang!! Hahahaha.. Jika kalian tidak terima, panggilah LSM.. gugatlah perusahaan saya!! Maka perusahaan saya akan mengirimkan perwakilannya untuk datang ke pengadilan untuk menghadapi gugatan kalian!!! Hahahaha…”
Congkak dan sombong…!!
Bagaimana saya tidak sombong! Bekerja di bank BUMN adalah cita-cita saya..lihatlah! Baju saya rapi dengan merk terkenal..! Saya berdasi.. saya naik mobil! Siapa yang tidak suka dengan kondisi mewah seperti itu??
Itulah saya!!!
Sebelum saya DITAMPAR oleh ALLAH…!!
7 tahun saya bekerja di bank BUMN, 3 tahun sebelumnya saya bekerja di bank-bank swasta lainnya..
Sampai pada saatnya Allah menampar saya..
Tamparan pertama adalah ketika kekayaan saya dihilangkan oleh Allah.. Dengan cara saya harus menanggung hutang salah satu pihak keluarga saya yang terancam dipenjara bila tidak terselesaikan saat itu juga!! Lihatlah!! Tidak lebih dari 4 jam semua kendaraan saya, perhiasan istri saya.. RAIB!! Saya jual!! Untuk menyelesaikan hutang piutang tersebut..!
Jadilah saya saat itu seorang bankers yang hanya punya motor inventaris kantor..
Belum genap 1 bulan berlalu, tamparan ke 2 terjadi!
Anak saya harus menginap di rumah sakit lebih dari 2 minggu…
2 minggu berlalu setelah anak saya keluar dr rumah sakit.. ternyata Allah belum mengijinkan anak saya sehat, Anak saya harus di rawat inap lagi di rumah sakit..
Apakah selesai sampai disitu? tidak..
tamparan ke 3 datang tanpa diduga..
penyakit didatangkan oleh Allah kepada istri saya yang harus menjalani perawatan di rumah sakit selama seminggu…
APA INI YA ALLAH??!!
Tiba-tiba.. seperti semua masalah menimpa saya. Bukan hanya saya.. tetapi kepada ISTRI dan ANAK pula..!!
saya berpikir apa yang salah? Apa yang telah saya lakukan? Saya sholat lima waktu.. saya puasa senin kamis, saya tahajud, saya duha, saya shodaqoh..!! Apa yang salah ya Allah??!! Di setiap sholat saya.. selalu menetes air mata menanyakan kepada Allah apa yang menimpa saya dan keluarga??
Sampai pada suatu waktu saya mulai menyadari, saya mulai mengkaji.. saya mulai belajar dan belajar.. bahwa apa yang saya lakukan untuk menafkahi keluarga selama ini dilarang oleh Allah Subhanahu Wa ta’alla..
pekerjaan saya adalah pekerjaan yang dilaknat Allah, dan itu ada di dalam AL-QURAN!!
Kemana saja saya selama ini??!!
Saya takut…..
Saya ngeri dengan azab dunia akherat yang akan saya terima..
Saya tidak tahu kapan saya MATI??
SAYA HARUS RESIGN!!!
Itu yang pertama kali terlintas dalam otak saya, ketika tersadar bahwa apa yang saya hasilkan, apa yg saya kerjakan adalah sebuah kesalahan..saya harus bertaubat!!
Saya harus keluar dari pekerjaan ini…
Namun.. bagaimana jika saya keluar? Keluarga saya makan apa?
hutang KPR dan softloan saya bayar pake apa??!!
pikiran-pikiran tersebut sangat menghantui saya..
Hingga.. Dalam sebuah kajian saya mendengar ustad mengatakan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang disebutkan oleh salah seorang sahabat, yang artinya :
“Sesungguhnya jika engkau meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan memberi ganti padamu dengan yang lebih baik.” (HR. Ahmad 5: 363)
Dari situ tekad saya semakin membara untuk segera keluar dari bank tenpat saya bekerja.. saya YAKIN ALLAH MENJAMIN rejeki saya, istri dan anak saya…!!
Bagaimana dengan hutang-hutang saya?Tidak ada jalan lain..saya harus menjual satu-satunya aset saya yg tersisa yaitu rumah yang saya tinggali..
Selanjutnya yang terpikirkan oleh saya adalah segera memasang iklan di salah satu jasa iklan online, dengan harapan segera laku terjual.. hutang lunas!! dan saya keluar tanpa beban..
Satu bulan berlalu setelah saya memasang iklan “rumah dijual” tanpa ada yang menawar, tanpa ada yang melihat!!
Otak dan hati semakin galau.. keinginan resign sangat kuat.. Namun terkendala oleh hutang-hutang yang harus dilunasi..
Saya tetap bekerja dengan seperempat hati.. godaan demi godaan muncul.. bulan maret 2016 saya di berangkatkan ke Bali karena mendapat penghargaan menurunkan NPL di thn 2015.
Setiba kembali di kantor, jatah kenaikan grade dan gaji mulai disodorkan kepada saya.. Alhamdulillah saya tolak dengan halus, karena pasti akan lebih banyak dosa yang saya tumpuk…
Waktu berjalan dengan cepat.. berkah silaturahmi saya dapatkan. Ketika saya berkunjung ke tempat kawan lama saya, dia menyampaikan bahwa saya harus beribadah dan berdoa lebih keras dibandingkan dengan kerasnya saya beribadah saat mengharapkan diterima di bank tempat saya bekerja..
Semenjak hari itu..
Setiap hari saya bangun antara pukul 02.30 sampai dengan pukul 03.00 pagi. Saya langsung mandi, kemudian saya lakukan sholat taubat, sholat hajat, sholat tahajud,sholat witir dan saya tutup dengan berdzikir panjang sampai dengan masuk shubuh.. Sebelum shubuh saya sudah berjalan ke masjid untuk adzan dan berjamaah.. sepulang dari masjid saya baca Al-quran dan artinya minimal 10 ayat. Begitu pula dengan sholat wajib yang lainnya, tidak ada kata tidak berjamaah di masjid..
Sunnah saya tegakkan, bahkan saya pernah berdebat sengit dengan pimpinan saya karena jenggot yang saya pelihara dan meninggalkan rapat saat adzan berkumandang..
Semua hal baik saya amalkan hanya karena ingin Allah mendengar doa saya.. hanya karena ingin Allah memberikan terus hidayah dan rahmatNya kepada saya..
Kurang lebih 3 bulan saya melakukan semua itu tanpa putus.. Saya berdoa memohon agar Allah memberikan saya kemudahan, memberikan saya jalan keluar dari apa yang sedang saya hadapi..
Bulan agustus 2016 doa saya dijawab oleh Allah, dikirimkanlah orang yang sangat luar biasa dari Jakarta. Beliau melihat iklan dan menghubungi saya.. tanpa meninjau langsung lokasi hanya berdasarkan foto di iklan saja, dia menyatakan berminat dan mau membeli rumah saya. Awalnya saya tidak percaya.. namun, ketika Allah telah berkehendak maka tidak ada yang tidak mungkin!
Tanggal 23 agustus 2016 dia datang ke rumah untuk melunasi semua pembayaran atas rumah saya.. TANPA MENAWAR harga yang saya pasang di iklan.. masyaAllah!!!
Alhamdulillah.. hari itu juga proses pelunasan KPR dan semua hutang saya lakukan..
hutang saya semua LUNAS!!!
Rumah dan sertifikat sekarang menjadi milik pembeli, dan saya menerima sisa uang penjualan rumah saya…
DOA saya dijawab Allah bukan hanya sampai disini… Allah kembali menggerakkan hati pembeli itu. Dia mempersilahkan saya dan keluarga untuk menempati rumah tersebut sampai dengan saya mendapatkan rumah pengganti.. masyaAllah!!!!
Saya sujud syukur.. saya menangis menyaksikan betapa skenario Allah sangat indah!! Betapa doa yang saya panjatkan tanpa putus mendapatkan jawaban LEBIH dari Allah!!
Siapa yang bisa membuat semua ini terjadi ?! Membeli rumah Hanya melihat iklan dan foto.. Tanpa menawar.. kemudian mempersilahkan ditinggali sampai saya dapat pengganti rumah!!!
ALLAH..!! Maka, apa masih berani saya menantang perang Allah dan rosulNya yang sudah begitu sayang kepada saya?!
Keesokan harinya 24 agustus 2016, surat resign saya ajukan..
Alhamdulillah 1 oktober 2016.. Merupakan prestasi terbaik saya di bank tersebut, yaitu RESIGN!!
Maha suci Allah.. Ar-rahman dan Ar-rahim..
Yang telah banyak mengabulkan semua doa-doa saya.. Sampai dengan hari ini saya tidak berhenti menjalani aktivitas ibadah saya.. tetap bangun di sepertiga malam bablas sampai dengan saya mencari rezeki halal di pagi hari.. berbuat baik sebanyak mungkin, menghitung dosa saya di mlm hari.. kemudian selalu berdoa.. karena, masih sangat-sangat banyak DOA yang ingin saya sampaikan kepada Allah..
Saat ini saya tinggal di rumah tanpa riba.. terbebas dari segala jenis hutang.. Dan hidup sebagai seorang pedagang brownies..
Yaa..pekerjaan saya saat ini adalah pedagang brownies.. saya buat sendiri bersama istri dan saya pasarkan sendiri..
lebih tenang.. lebih halal.. semata-mata hanya mengharapkan berkah dan ridho Allah subhanahu wa ta’alla..
Mendekat dan berdoalah..
Allah Maha Mengabulkan..
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh..
Semoga bermanfaat..
Purwokerto 15 Februari 2017
Prasetyo Budi Widodo
Warga Group ‘Masyarakat Tanpa Riba’ #10
Jawa Tengah

BER’MUAMALAH’ DG ALLAH SWT
Seorang lelaki tua, pakaian lusuhnya menampakkan jelas kefaqiran yang ia alami. 

Ia memasuki sebuah toko untuk membeli selimut. 

Ia membutuhkan 5 buah selimut untuk keluarganya di musim hujan & dengan cuaca dingin.

Tapi uang yang ia miliki hanya 100 ribu.

Sudah berkeliling di pasar tapi tidak ada penjual toko yang menjual harga 100 ribu untuk 5 selimut.

Putus asa ia memasuki toko terakhir yang lebih megah di pasar tersebut

Dengan suara ragu lelaki tua bertanya:

“Saya membutuhkan 5 selimut… tapi saya hanya punya uang 100 ribu .. apakah bapak menjualnya ?”

Pemilik toko berkata : 

“Oh ada pak, saya punya selimut bagus buatan Turki, harganya juga murah, hanya 25 ribu per buah. Kalau bapak beli 4 buah akan mendapat bonus 1 buah.”
Lega…

Terpancar diwajah lelaki tua itu. 

Segera ia mengulurkan lembaran uang 100 ribu miliknya. 

Dengan wajah berseri sambil membawa selimut ia berlalu pergi.
Anak si pedagang yang sedari tadi duduk memperhatikan ini berkata : 

“Ayah …. Ko bisa ??  bukankah kemarin Ayah mengatakan selimut itu jenis selimut termahal di toko ini, kalau tidak salah kemarin Ayah mengatakannya seharga 250 ribu per helainya…!??”
Si Ayah dari anak itu tersenyum dan menjawab : 

“Benar sekali, kemarin kita menjualnya 250 ribu kepada pembeli yang lain tidak kurang sedikitpun. 

Kemarin kita berdagang dengan manusia. 

Hari ini kita berdagang dengan ALLAH. 

Ayah ingin keluarga laki-laki tua tadi dapat terhindar dari dingin di musim dingin ini 

Ayah berharap ALLAH _menyelamatkan_ keluarga kita dari panasnya api neraka di akhirat nanti. 

Sesungguhnya.. kalaulah tidak karena menjaga harga diri laki-laki tua tadi, Ayah tidak ingin menerima darinya uang sedikitpun. 

Ayah tidak ingin ia merasa menerima sedekah sehingga merasa malu dihadapan kita disini.”

Si Anak tersenyum mengambil hikmah atas pelajaran berharga yang diperoleh hari ini dari Ayahanda nya.
Sampai di rumah, Sang lelaki tua disambut istrinya dengan gembira, kemudian membuka bungkusan selimut, dan terkejut.

“Astaghfirullah, darimana ayah dapat uang beli selimut mahal ini ?”

“Dari uang yg ibu kasih tadi” jawabnya sambil merebahkan diri di lantai, kelelahan.

“Tidak mungkin dg 100rb, dapatkan selimut ini, jangankan 5, satu buah aja gak dapat.”

Percakapan ini didengar sang anak, dan menghampiri. Kemudian dia memeriksa selimut tsb.

“Ini harganya 250rb, ayaahh”

Si ayah bangkit melihat label harga yg dilihatkan anaknya.

“Sepertinya si pemilik toko salah, tadi dia bilang harganya 25rb, karena ayah beli 4, dapat bonus 1”. Cerita sang ayah.
Semua terpaku diam…
“Besok ayah hantarkan lagi ke toko itu, jangan dipakai dulu ya” sang ibu memecah kesunyian.

“Ayah kelihatan capek, aku saja yang hantarkan sekarang. Di toko mana ayah beli selimut ini ?” Sahut anaknya.
“Kenapa harus sekarang nak ? tadi ibu lihat kamu lagi menjahit pesanan bu Kino untuk besok” tanya ibunya
“Ibu, kasihan si pedagang itu bu, kalau nanti dia jual lagi ke orang lain dg harga segitu, soal jahitan itu, bisa saya selesaikan nanti malam” jawab si anak.
Sang ayah tersenyum bahagia dan bangga, kemudian menjelaskan toko tempat dia membeli selimut.
Sang anak mengayuh sepeda menuju pasar.
“Silahkan masuk nona” sapa ramah seorang pemuda saat melihat gadis muda celingak-celinguk di depan tokonya.

“Maaf bang, tadi adakah Abang menjual selimut ini kepada seorang tua ? Saya anaknya mau mengembalikan selimut ini” tanyanya.

Dari bungkusannya si pemuda sudah tahu bahwa itu memang selimut yg dijual ayahnya tadi.

“Maaf nona, apakah ada barang yg rusak ? Saya akan ganti dg yg lain”

“Oh, tidak, saya mau kembalikan bukan karena rusak, tapi Abang salah lihat harga, di label ini 250rb, bukan 25rb.”
Si pemuda berpikir sejenak, sambil pura2 memeriksa selimut tsb.
“Terimakasih… nona telah _menyelamatkan_ saya dari kerugian besar, coba bayangkan jika semua itu (sambil menunjuk tumpukan selimut) saya jual 25rb, berapa besar kerugian saya. Untuk itu saya hadiahkan selimut ini untuk ayah nona.”
“Alhamdulillah, benar yg dibilang anak saya, harap diterima kembali uang ini.” Sang ayah yg dari tadi hanya menonton, menimpali sambil menyodorkan uang 100rb ke anak tsb.
“Eee”
“Jangan menolak nona, ini sekedar ucapan terimakasih saja, nona telah _menyelamatkan_ kami jauh lebih besar dari ini, bawalah selimut tsb pulang, dan tolong kembalikan uang ini kepada ayahmu.”
Saudaraku…

sungguh untuk bermuamalah yang benar kepada ALLAH, butuh seni dan akhlaq yang tinggi. Semoga kita bisa mencontoh akhlaq mulia dari kisah ini.
Aamiin… 😇🙏

FPI adalah Ahlusunnah wal Jamaah (ASWAJA).

Bismillaah wal Hamdulillaah …
Wa Laa Haula Wa Laa Quwwata illaa Billaah …
Anggaran Dasar FPI Bab II pasal 5 tentang Asas, Aqidah dan Madzhab menyatakan :

1. Organisasi FPI berasaskan Islam.

2. Organisasi FPI beraqidahkan Ahlus Sunnah wal Jama’ah.

3. Organisasi FPI bermadzhab Aqidah Asy’ari dan bermadzhab Fiqih Syafi’i”.

Karenanya, setiap pengurus FPI wajib memastikan bahwa ajaran Aswaja terlembagakan dalam tubuh FPI.

Dan setiap Aktivis FPI wajib menjadikan FPI sebagai RUMAH BERSIH ASWAJA, yaitu bersih dari Liberal mau pun Syiah dan Wahabi atau pun firqoh-firqoh Non Aswaja lainnya.

101 PRINSIP KEASWAJAAN FPI

FPI sebagai BENTENG SUNNI ASY’ARI SYAFI’I telah meletakkan prinsip-prinsip keaswajaan yang sangat mendasar, antara lain :

1. Meyakini Rukun Agama yang tiga yaitu : Iman, Islam dan Ihsan.

2. Meyakini Rukun Iman yang enam dan Rukun Islam yang lima serta Rukun Ihsan yang satu.

3. Meyakini bahwa Agama Islam adalah Aqidah, Syariat dan Akhlaq.

4. Meyakini bahwa Taat kepada Allah SWT bersifat Mutlak, sehingga apa saja yang ditetapkan Allah SWT wajib dipatuhi tanpa sedikit pun keraguan.

5. Meyakini bahwa Taat kepada Rasulullah SAW juga bersifat Mutlak, sehingga apa saja yang ditetapkan Rasulullah SAW wajib dipatuhi tanpa sedikit pun keraguan.

6. Meyakin bahwa Taat kepada Ulama dan Umara bersifat Muqoyyad yaitu terikat kepada Taat kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW.

7. Meyakini kewajiban Taat kepada Ulama dan Umara selama mengajak Taat kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW.

8. Meyakini keharaman Taat kepada Ulama dan Umara jika mengajak Ma’siat kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW.

9. Menolak TRILOGI Tauhid yang MEMILAH Uluhiyyah, ‘Ubudiyyah dan Asmaa was Shifaat, karena Tauhid itu satu tidak berbilang dan satu kesatuan yang tidak terpisahkan, sehingga tidak bisa Kaum KAFIR dan MUSYRIK disebut AHLI TAUHID Rububiyah tanpa ‘Ubudiyah, apalagi jika pemilahan tersebut ditujukan untuk mengkafirkan sesama muslim.

10. Menolak segala bentuk Tajsim yaitu menjasmanikan Allah SWT dalam bentuk.

11. Menolak segala bentuk Tasybih yaitu menyerupakan Allah SWT dengan makhluq,

12. Menerima Tafwidh Sifat Allah SWT yaitu menyerahkan Makna dan Hakikat Sifat Allah SWT kepada Allah SWT.

13. Menerima Ta’wil Sifat Allah SWT yaitu menafsirkannya dengan makna Majazi manakala makna Haqiqi mustahil.

14. Menerima Tafwidh dan Ta’wil Sifat Allah SWT dengan tujuan Tanzih yaitu mensucikan Allah SWT dari Tajsim dan Tasybih.

15. Menolak Itsbat Sifat Allah SWT dengan makna Zhohir, apalagi makna Haqiqi, karena keduanya mengantarkan kepada Tajsim dan Tasybih.

16. Menjadikan Al-Qur’an, As-Sunnah, Al-Ijma’ dan Al-Qiyas sebagai Sumber Hukum.

17. Meyakini bahwa redaksi dan makna Al-Qur’an datang dari Allah SWT.

18. Meyakini bahwa redaksi dan makna Hadits Nabawi datang dari Rasulullah SAW.

19. Meyakini bahwa makna Hadits Qudsi datang dari Allah SWT, sedang redaksinya datang dari Rasulullah SAW.

20. Meyakini bahwa Al-Qur’an adalah Kalamullah bukan makhluq.

21. Meyakini bahwa tulisan huruf Al-Qur’an dalam Mushhaf dan suara Qori yang membaca Al-Qur’an adalah makhluq.

22. Meyakini bahwa proses pewahyuan Al-Qur’an kepada Rasulullah SAW melalui malaikat Jibril AS.

23. Meyakini bahwa penyampaian dan periwayatan Al-Qur’an dari generasi ke generasi secara Mutawatir, sehingga tidak ada keraguan tentang otentisitas Al-Qur’an sebagai Wahyu Allah SWT.

24. Meyakini bahwa Al-Qur’an adalah Kalamullah yang terjamin keasliannya, sehingga tidak ada satu pun kekuataan makhluq yang mampu mengurangi dan menambahkan atau pun merubah dan memalsukannya.

25. Meyakini bahwa Al-Qur’an adalah Kitab Suci terakhir yang diturunkan Allah SWT, sehingga setelah Al-Qur’an tidak ada lagi Kitab Suci yang diturunkan Allah SWT.

26. Meyakini bahwa Ayat Suci di atas Ayat Konstitusi, sehingga penerapan Ayat Suci adalah Harga Mati yang tidak bisa ditawar, karena tunduk dan patuh kepada Ayat Suci bersifat mutlak.

27. Meyakini bahwa Al-Qur’an hanya boleh dibaca dengan Qiraat yang Mutawatiroh dan dengan Langgam yang Mu’tabaroh.

28. Mengimani Rasulullah Muhammad SAW sebagai Rasul Terakhir dan Penutup Para Nabi, sehingga setelah Nabi Muhammad SAW tidak ada lagi Rasul atau pun Nabi baru yang diutus Allah SWT.

29. Mengimani Rasulullah Muhammad SAW sebagai Manusia Terbaik dan Suri Tauladan yang sempurna dalam setiap sektor kehidupan.

30. Meyakini bahwa Rasulullah SAW adalah Ma’shum sehingga terpelihara dari Dosa Besar mau pun Dosa Kecil.

31. Meyakini bahwa Rasulullah SAW pasti dapat rahmat Allah SWT dan pasti masuk Surga-Nya serta pasti melihat-Nya.

32. Meyakini bahwa semua hadits Nabi SAW, baik Mutawatir mau pun Ahad, selama shahih atau pun hasan, wajib dijadikan Dalil Syar’i dalam Aqidah, Syariat dan Akhlaq.

33. Meyakini adanya Pertanyaan Munkar dan Nakir, Siksa dan Nikmat Kubur, Kebangkitan dan Padang Mahsyar, Mizan dan Shirath, Surga dan Neraka, serta Bertemu dan Melihat Allah SWT, adalah bagian dari Aqidah Islam

34. Meyakini adanya Mu’jizat Nabi dan Karomah Wali serta Ilmu Laduni sebagai anugerah dan karunia Allah SWT.

35. Meyakini bahwa Nabi SAW diisra’-mi’rajkan oleh Allah SWT dengan Ruh dan Jasad.

36. Meyakini bahwa Nabi SAW di malam Isra’ Mi’raj dengan izin Allah SWT telah bertemu dan melihat Allah SWT dengan cara yang hanya Allah SWT dan Rasulullah SAW yang mengetahuinya.

37. Menyintai seluruh Ahli Bait Nabi SAW termasuk Kedua Orang-tuanya, dan para Istrinya serta Keturunannya yang beriman.

38. Meyakini bahwa kedua orang tua Nabi SAW, yaitu Abdullah dan Aminah, bukan musyrik atau pun kafir, melainkan sebagai Ahli Fatroh yang tidak dihisab dan tidak diazab, bahkan kelak akan masuk Surga.

39. Menyintai seluruh Shahabat Nabi SAW dan memuliakannya serta menjadikannya sebagai panutan umat Islam,

40. Meyakini bahwa yang masuk Islam pertama dari kalangan wanita adalah KHADIJAH, dan dari kalangan pria adalah ABU BAKAR, serta dari kalangan anak-anak adalah ALI, lalu dari kalangan Hamba Sahaya adalah BILAL, rodhiyallaahu ‘anhum.

41. Meyakini bahwa semua UMMAHATUL MU’MININ adalah wanita-wanita mulia pilihan Allah SWT untuk menjadi isteri-isteri Rasulullah SAW yang baik dan setia.

42. Mengakui keabsahan Kekhilafahan Khulafa Rasyidin yang lima yaitu : Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali dan Al-Hasan, rodhiyallaahu ‘anhum.

43. Meyakini bahwa Shahabat Nabi SAW yang terbaik secara berurut adalah Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali, rodhiyallaahu ‘anhum.

44. Menerima riwayat hadits para Shahabat Nabi SAW tanpa terkecuali, karena semua Shahabat adil dalam periwayatan Al-Qur’an dan As-Sunnah.

45. Meyakini hubungan baik antara Ahlul Bait dan para Shahabat Nabi SAW, sehingga memaklumi perbedaan pendapat yang terjadi di antara mereka

46. Menahan diri untuk tidak membahas perselisihan dan pertikaian yang terjadi di antara Ahlul Bait mau pun para Shahabat Nabi SAW, kecuali untuk menangkal penyesatan penafsiran sejarah yang menumbuhkan kebencian terhadap Ahlul Bait mau pun Shahabat.

47. Menerima bahwa Tsaqolain adalah Dua Pusaka Peninggalan Nabi SAW yaitu : Pertama, Al-Qur’an dan As-Sunnah yang menjadi satu kesatuan tak terpisahkan dalam pengamalan, karena As-Sunnah merupakan penjelas isi kandungan Al-Qur’an. Dan kedua, Ahli Bait Nabi SAW yang merupakan penjaga dan pembela Al-Qur’an dan As-Sunnah sepanjang zaman.

48. Meyakini keberadaan Keturunan Rasulullah SAW sebagai Ahli Bait hingga saat ini, bahkan hingga datangnya Imam Mahdi di akhir zaman yang juga merupakan Keturunan Nabi SAW.

49. Meyakini kedatangan Imam Mahdi dari Dzuriyah Nabi SAW yang akan memimpin dunia dengan Adil dan Bijaksana.

50. Meyakini turunnya Nabi ‘Isa AS di akhir zaman sebagai umat Nabi Muhammad SAW dan Pembela Islam.

51. Meyakini bahwa agama Islam adalah agama yang kamil (sempurna) sehingga tidak boleh ada penambahan atau pun pengurangan, apalagi perubahan, terhadap ajaran Islam.

52. Meyakini bahwa agama Islam adalah agama yang syamil (lengkap) sehingga ajarannya mencakup Aqidah dan Ibadah serta Muamalah di semua sektor kehidupan umat manusia.

53. Meyakini bahwa Hukum Islam adalah Hukum yang teradil dan terbaik, sehingga tidak ada satu pun produk hukum yang lebih baik dari Hukum Islam.

54. Meyakini bahwa agama yang benar hanya Islam, sedang selain Islam tidak benar, tapi tidak boleh menghina agama lain.

55. Menjunjung tinggi Pilar-Pilar Toleransi Antar Umat Beragama sebagaimana telah digariskan Al-Qur’an dan As-Sunnah.

56. Meyakini bahwa Firqoh Najiah yang benar dan selamat hanya Ahlus Sunnah wal Jama’ah, tapi tidak boleh mengkafirkan firqoh di luar Aswaja kecuali yang terang dan nyata kekafirannya.

57. Mengakui bahwa Madzhab Aqidah Aswaja meliputi Asy’ari dan Maturidi, sedang Madzhab Fiqih Aswaja meliputi Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hanbali.

58. Mengakui adanya Thoriqoh Sufiyah yang tetap berpegang teguh kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah, sehingga tidak melanggar Syariat Islam.

59. Mengakui bahwa semua Madzhab Islam, baik Aswaja mau pun Non Aswaja, adalah bersaudara, sehingga wajib membangun Toleransi Antar Madzhab untuk saling menjaga Ukhuwwah Islamiyyah.

60. Mendukung penggalakan Dialog Lintas Agama dan Lintas Madzhab untuk menda’wahkan Islam secara baik dalam rangka menciptakan Kedamaian Dunia sebagai bukti Islam yang Rahmatan Lil ‘Aalamiin,

61. Menolak segala bentuk Agitasi dan Adu Domba antar Madzhab mau pun antar Agama, termasuk adu domba Syariat dan Adat, juga adu domba Arab dan ‘Ajam.

62. Menolak segala bentuk Perang yang tidak dibenarkan secara Syariat Islam.

63. Menolak segala bentuk Pemurtadan dan Penyesatan terhadap umat Islam dimana pun dan kapan pun serta dengan alasan apa pun,

64. Menolak SEPILIS (Sekularisme, Pluralisme dan Liberalisme), agar tidak ada pencampur-adukan agama dalam bentuk apa pun.

65. Meyakini bahwa Shalat Lima Waktu adalah Kewajiban Agama yang tidak boleh dijama’ atau diqashar kecuali ada ‘Udzur Syar’i yang dibenarkan Syariat.

66. Meyakini bahwa Shalat Jum’at, pemakaian Jilbab, memerangi kebodohan, menanggulangi kemiskinan, menegakkan keadilan, dan melawan kezoliman, adalah Kewajiban Agama.

67. Meyakini bahwa Dzikir Berjama’ah merupakan bagian dari Syariat Islam yang telah diatur syarat dan tata caranya.

68. Meyakini bahwa Mengangkat Tangan dalam Doa merupakan bagian dari Syariat Islam yang telah diatur syarat dan tata caranya.

69. Meyakini bahwa Ziarah Kubur merupakan bagian dari Syariat Islam yang telah diatur syarat dan tata caranya, apalagi Ziarah Kubur Rasulullah SAW dan Ahlul Bait serta Shahabat, juga Ziarah Kubur para Auliya’ dan Ulama Sholihin.

70. Meyakini bahwa Tabarruk merupakan bagian dari Syariat Islam yang telah diatur syarat dan tata caranya.

71. Meyakini bahwa Tawassul merupakan bagian dari Syariat Islam yang telah diatur syarat dan tata caranya.

72. Meyakini bahwa Bekam dan Ruqyah serta Thibbun Nabawi lainnya untuk pengobatan Jasmani mau pun Rohani dengan Ayat dan Dzikir serta Sholawat dan Doa merupakan bagian dari Syariat Islam yang telah diatur syarat dan tata caranya.

73. Meyakini bahwa Talqin Mayyit Muslim merupakan bagian dari Syariat Islam yang telah diatur syarat dan tata caranya.

74. Meyakini bahwa Hadiah Pahala Doa, Bacaan Al-Qur’an, Sedekah, Puasa dan Haji, serta yang sejenisnya buat Mayyit Muslim sampai dan manfaat.

75. Meyakini bahwa Kenduri setelah kematian untuk mendoakan mayyit dan menghibur keluarga mayyit selama tidak menimbulkan mudharat hukumnya boleh, bahkan baik.

76. Meyakini bahwa Bid’ah adalah sesuatu yang tdk pernah dilakukan Nabi SAW, jika bertentangan dg Syariat disebut Bid’ah Sayyi-ah yg harus ditolak, sdg jika tdk bertentangan dg Syariat disebut Bid’ah Hasanah yang boleh diterima.

77. Meyakini bahwa Peringatan Hari Besar Islam seperti Tahun Baru Islam, Maulid Nabi dan Isra Mi’rajnya, adalah boleh, bahkan bisa menjadi Syiar untuk Da’wah Islam.

78. Meyakini bahwa Adzan Dua kali dalam panggilan Shalat Jum’at adalah boleh, karena dilakukan oleh Sayyiduna Utsman RA dan tidak ditolak oleh Jumhur Shahabat Nabi SAW.

79. Meyakini bahwa Shalat Sunnah Tarawih yang disepakati Empat Madzhab Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hanbali adalah 20 (dua puluh) raka’at.

80. Meyakini keutamaan Sholawat atas Nabi SAW dan kebolehan membaca Sholawat dengan aneka susunan yang dibuat para Sholihin dari kalangan Ulama Salaf mau pun Kholaf.

81. Meyakini keutamaan memberi gelar Sayyiduna dan gelar kemuliaan lainnya kepada Rasulullah SAW.

82. Meyakini kebolehan pemberian gelar kehormatan untuk Ahlul Bait dan Shahabat Nabi SAW, serta Tabi’in dan Tabi’it Tabi’in, mau pun Ulama dan Zu’ama yang sholihin.

83. Meyakini bahwa Perdukunan, Sihir, Khamar (Apa saja yang mabukkan / menghilangkan akal), Judi, Riba, Menjarah, Merampok, Menipu, Mencuri, Korupsi, Zina, Selingkuh, Melacur, Pornografi, Pornoaksi, Nikah Mut’ah dan LGBT (Lesbi, Gay, Bisexual dan Transgender) serta Membunuh tanpa hak, Menganiaya dan Premanisme, hukumnya adalah Haram.

84. Meyakini bahwa Medan Juang Islam terdiri dari Da’wah, Hisbah dan Jihad, yang ketiganya wajib diisi oleh Ahlinya dan harus disinergikan sehingga saling melengkapi dan juga saling menyempurnakan.

85. Meyakini bahwa Da’wah harus dilaksanakan dengan santun lembut, ramah tamah, arif bijak, penuh hikmah dan kesuri-tauladanan.

86. Meyakini bahwa Hisbah sebagai Amar Ma’ruf Nahi munkar harus dilakukan dengan tegas, tapi tetap harus cerdas dan didahului dengan Da’wah.

87. Meyakini bahwa Jihad fii Sabilillah sebagai Perang Suci di jalan Allah SWT harus ditegakkan dengan keras, tapi tetap beradab dan berkakhlaqul-karimah, serta didahului dengan Da’wah.

88. Meyakini bahwa perang dalam Islam bukan untuk ciptakan lawan dan keonaran, tapi semata-mata hanya untuk ciptakan kedamaian dan tegakkan keadilan dalam menuju Ridho Allah SWT.

89. Meyakini bahwa Da’wah adalah Pintu Gerbang Utama bagi Hisbah dan Jihad, sehingga tidak ada Hisbah mau pun Jihad tanpa didahului dengan Da’wah.

90. Meyakini kewajiban memperjuangkan penerapan Syariah dan penegakan Khilafah sesuai Manhaj Nubuwwah.

91. Meyakini bahwa Islam adalah agama Langit yang datang dari Allah SWT Sang Pencipta dan Pemilik Semesta, sehingga dimana pun Islam hadir akan selalu menjadi pribumi dan tidak akan pernah menjadi pendatang.

92. Menolak Arabisasi mau pun ‘Ajamisasi Islam, tapi memperjuangkan Islamisasi Arab dan ‘Ajam, karena Islam untuk seluruh umat manusia.

93. Meyakini bahwa ajaran Islam bukan Budaya Arab atau pun Budaya ‘Ajam, tapi ajaran Islam punya pengaruh kuat, sehingga telah membudaya dalam kehidupan bangsa Arab mau pun ‘Ajam.

94. Meyakini bahwa Hak Asasi Manusia (HAM) harus sejalan dengan Kewajiban Asasi Manusia (KAM) yang telah ditetapkan Allah SWT dan Rasulullah SAW.

95. Menolak Sistem Demokrasi Barat dan memperjuangkan Sistem Islam yang menjunjung tinggi Musyawarah.

96. Menolak Sistem Ekonomi Sosialis mau pun Kapitalis, tapi memperjuangkan Sistem Ekonomi Islam yang bersih dari Riba dan Ketidak-adilan.

97. Menolak Kesetaraan Gender, tapi memperjuangkan Keserasian Gender atas dasar keadilan sebagaimana yang diajarkan Islam.

98. Mendukung perjuangan Tathbiq Syariah di seluruh negeri-negeri Islam, karena Tathbiq Syariah adalah Kewajiban Agama.

99. Mendukung perjuangan penegakan Khilafah Islamiyyah ‘Alamiyyah karena Kekhilafahan Islam adalah Kewajiban Agama.

100. Meyakini bahwa umat Islam wajib memilih pemimpin muslim dan haram memilih pemimpin non muslim.

101. Meyakini kewajiban Al-Walaa wal Barroo’ yaitu memberikan totalitas kepatuhan kepada Hukum Allah SWT dan melepaskan diri dari segala Hukum Thoghut.

102. Meyakini bahwa secara Wurud / Tsubut, semua Nash Mutawatir bersifat Qoth’i, sedang Nash Ahad bersifat Zhonni.

103. Meyakini bahwa secara Dilalah, semua Nash yang Monotafsir bersifat Qoth’i, sedang Nash yang Multitafsir bersifat Zhonni.

104. Meyakini bahwa semua ayat Al-Qur’an dan Hadits Mutawatir dari segi Wurud / Tsubut bernilai Qoth’i, sedang dari segi Dilalah ada yang Qoth’i dan ada yang Zhonni.

105. Meyakini bahwa setiap masalah yang memiliki Dalil Qoth’i secara Wurud / Tsubut dan Dilalah merupakan masalah USHULUDDIN.

106. Meyakini bahwa setiap masalah yang memiliki Dalil Zhonni secara Wurud / Tsubut dan Dilalah merupakan masalah FURU’UDDIN.

107. Meyakini bahwa setiap masalah yang memiliki Dalil Qoth’i secara Wurud / Tsubut, tapi Zhonni secara Dilalah juga merupakan masalah FURU’UDDIN.

108. Meyakini bahwa setiap masalah yang memiliki Dalil Zhonni secara Wurud / Tsubut, tapi Qorh’i secara Dilalah merupakan masalah USHUL MADZHAB.

109. Meyakini bahwa Aswaja adalah golongan yang I’tidaal (Adil), Inshoof (Netral), Tawassuth (Pertengahan), Tawaazun (Seimbang) dan Tasaamuh (Toleran).

DOA & HARAPAN

Disana masih banyak lagi ciri-ciri Aswaja yang telah diuraikan oleh para Ulama Aswaja yang Salaf mau pun Khalaf. Dan semua ciri Aswaja wajib menjadi ciri keaswajaan FPI.

Insya Allah, FPI akan senantiasa menjadi RUMAH BERSIH ASWAJA, dan sekaligus selalu menjadi BENTENG SUNNI ASY’ARI SYAFI’I.

Aamiiin …

*Kendaraan Seorang Bijak*

Matahari di padang pasir terasa membakar. Hanya sesekali angin bertiup, menerbangkan debu-debu yang memerihkan mata. Membuat seorang pemuda kerepotan mengarungi samudera pasir yang membentang luas. Namun, hatinya sedikit tenang. Unta yang di tungganginya masih muda dan kuat. Ia berharap kendaraannya ini sanggup untuk menempuh perjalanan yang jauh. Karena masih ada separuh perjalanan lagi yang harus ditempuh Sang Pemuda .
“Mudah – mudahan aku selamat sampai Makkah,” katanya penuh harap. “Dan, segera melihat Baitullah yang selama ini aku rindukan .”
Panggilan rukun Islam kelima itulah yang telah membulatkan tekadnya mengarungi padang pasir yang terik .
Di tengah perjalanan, tiba – tiba Pemuda itu menatap tajam ke arah seseorang yang tengah berjalan sendirian di padang pasir .
‘Kenapa orang itu berjalan sendiri di tempat seperti ini ?’ tanya pemuda itu dalam hati. Sungguh berbahaya .
Pemuda tersebut menghentikan untanya di dekat orang itu. Ternyata, ia adalah seorang lelaki tua. Berjalan terseok – seok di bawah terik matahari. Lalu, Pemuda itu segera turun dari kendaraannya dan menghampiri .
“Wahai Bapak Tua, Bapak mau pergi ke mana ?” tanyanya ingin tahu .
“In syaa Allah, aku akan ke Baitullah ,” jawab orang tua itu dengan tenang .
“Benarkah ?!” Pemuda itu terperanjat. Apa orang tua itu sudah tidak waras ? Ke Baitullah dengan berjalan kaki ?
“Betul Nak, aku akan melaksanakan ibadah haji ,” kata orang tua itu meyakinkan .
“Maa sya Allah, Baitullah itu jauh sekali dari sini. Bagaimana kalau Bapak tersesat atau mati kelaparan ? Lagipula, semua orang yang kesana harus naik kendaraan. Kalau tidak naik unta, bisa naik kuda. Kalau berjalan kaki seperti Bapak, kapan Bapak bisa sampai ke sana ?” Pemuda itu tercenung, merasa takjub dengan Bapak Tua yang ditemuinya .
Ia yang menunggang unta dan membawa perbekalan saja, masih merasa khawatir selama dalam perjalanan yang begitu jauh dan berbahaya. Siapapun tak akan sanggup menempuh perjalanan sejauh itu dengan berjalan kaki. Apa ia tidak salah bicara ? Atau memang orang tua itu sudah terganggu ingatannya ?
“Aku juga berkendaraan ,” kata Bapak Tua itu mengejutkan .
Si Pemuda yakin kalau dari kejauhan tadi, ia melihat orang tua itu berjalan sendirian tanpa kendaraan apa pun. Tapi, Bapak Tua itu malah mengatakan dirinya memakai kendaraan .
Orang ini benar-benar sudah tidak waras. Ia merasa memakai kendaraan, padahal aku lihat ia berjalan kaki … pikir si Pemuda geli .
“Apa Bapak yakin kalau Bapak memakai kendaraan ?” tanya Sang Pemuda itu menahan senyumnya .
“Kau tidak melihat kendaraanku ?” orang tua itu malah mengajukan pertanyaan yang membingungkan. Si Pemuda, kini tak dapat lagi menyembunyikan kegeliannya .
“Kalau begitu, apa kendaraan yang Bapak pakai ?” tanyanya sambil tersenyum .
Orang tua itu termenung beberapa saat. Pandangannya menyapu padang pasir yang luas. Dengan sabar, si Pemuda menunggu jawaban yang akan keluar dari mulut orang tua itu. Akankah ia mampu menjawab pertanyaan tadi ?
“Kalau aku melewati jalan yang mudah, lurus, dan datar, kugunakan kendaraan bernama Syukur. Jika aku melewati jalan yang sulit dan mendaki, kugunakan kendaraan bernama Sabar ,” jawab orang tua itu tenang .
Si Pemuda ternganga dan tak berkedip mendengar kata-kata orang tua itu. Tak sabar, pemuda itu ingin segera mendengar kalimat selanjutnya dari lelaki tua tersebut .
“Jika takdir menimpa dan aku tidak sampai ke tujuan, kugunakan kendaraan Ridha. Kalau aku tersesat atau menemui jalan buntu , kugunakan kendaraan Tawakkal. Itulah kendaraanku menuju Baitullah ,” kata Bapak Tua itu melanjutkan .
Mendengar kata-kata tersebut, si Pemuda merasa terpesona. Seolah melihat untaian mutiara yang memancar indah. Menyejukkan hati yang sedang gelisah, cemas, dan gundah. Perkataan orang tua itu amat meresap ke dalam jiwa anak muda tersebut .
“Maukah Bapak naik kendaraanku ? Kita dapat pergi ke Baitullah bersama-sama ,” ajak si Pemuda dengan sopan. Ia berharap akan mendengarkan untaian-untaian kalimat mutiara yang menyejukkan jiwa dari orang tua itu .
“Terima kasih Nak, Allah sudah menyediakan kendaraan untukku. Aku tak boleh menyia-nyiakannya. Dengan ikut menunggang kendaraanmu, aku akan menjadi orang yang selamanya bergantung kepadamu ,” sahut orang tua itu dengan bijak, seraya melanjutkan perjalanannya .
Ternyata, orang tua itu adalah Ibrahim bin Adham, seorang ulama yang terkenal dengan kebijaksanaannya .
Refleksi Hikmah :
Untuk menempuh perjalanan kehidupan yang kita lalui ini. Bukan mobil mewah yang kita butuhkan sebagai kendaraan kita. Bukan pula harta melimpah yang kita butuhkan untuk bekal mengarungi kehidupan ini .

Cukup hati yang lapang, yang dapat menampung segala kemungkinan keadaan. Menyediakan bahan bakar Syukur, Sabar, Ridha dan Tawakkal. Hidup akan terasa lebih indah jika merasa bahagia.Allah ‘Azza wa Jalla berfirman,

وَمَا هَٰذِهِ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَهْوٌ وَلَعِبٌ ۚ وَإِنَّ الدَّارَ الْآخِرَةَ لَهِيَ الْحَيَوَانُ ۚ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ

“Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui.” (QS Al-‘Ankabut: 64).

Allah Azza wa Jalla juga berfirman dalam surat Al-Hadid ayat ke-20,

اعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِي الْأَمْوَالِ وَالْأَوْلَادِ ۖ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهُ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُونُ حُطَامًا ۖ وَفِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَمَغْفِرَةٌ مِّنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٌ ۚ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

“Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.”

Assalamu’alaikum wr wb.
Sebahagian kita mungkin ada yg belum mdpt post ini….ga sadar sampai netes air mata sy bacanya,semoga bermanfaat..

*Assalamu’alaikum wr wb..*

*HALAL BUAT KAMI, HARAM BUAT TUAN*

*Cerita dari : Ulama Abu Abdurrahman Abdullah Bin Al-Mubarak Al Hanzhali Al Marwazi*
Ulama terkenal di Makkah.

Suatu ketika, setelah selesai menjalani salah satu ritual haji, ia beristirahat dan tertidur.
Dalam tidurnya ia bermimpi melihat dua malaikat yg turun dari langit. Ia mendengar percakapan mereka :

“Berapa banyak yg datang tahun ini?”
tanya malaikat kepada malaikat lainnya.
“Tujuh ratus ribu,” jawab malaikat lainnya.
“Berapa banyak mereka yg ibadah hajinya diterima?”
“Tidak satupun”
Percakapan ini membuat Abdullah gemetar.
“Apa..?”
ia menangis dalam mimpinya.
“Semua orang-orang ini telah datang dari belahan bumi yg jauh, dengan kesulitan yg besar dan keletihan di sepanjang perjalanan, berkelana menyusuri padang pasir yang luas, dan semua usaha mereka menjadi sia-sia?”

Sambil gemetar, ia melanjutkan mendengar cerita kedua malaikat itu.
*”Namun ada seseorang, yg meskipun tidak datang menunaikan ibadah haji, tetapi ibadah hajinya diterima dan seluruh dosanya telah diampuni. Berkat dia seluruh haji mereka diterima oleh Allah.”*

“Kok bisa”
“Itu Kehendak Allah”
“Siapa orang tersebut?”
“Sa’id bin Muhafah tukang sol sepatu di kota Damsyiq Damaskus”

Mendengar ucapan itu, ulama itu langsung terbangun, Sepulang haji, ia tidak langsung pulang kerumah, tapi langsung menuju kota Damaskus, Siria.
Sampai disana ia langsung mencari tukang sol sepatu yang disebut Malaikat dalam mimpinya. Hampir semua tukang sol sepatu ditanya, apa memang ada tukang sol sepatu yg namanya Sa’id bin Muhafah.
“Ada, di tepi kota”
Jawab salah seorang sol sepatu sambil menunjukkan arahnya.
Sesampai disana ulama itu menemukan tukang sepatu yg berpakaian lusuh,
“Benarkah anda bernama Sa’id bin Muhafah?” tanya Ulama itu
“Betul, siapa tuan?”
“Aku Abdullah bin Mubarak”
Said pun terharu, “bapak adalah ulama terkenal, ada apa mendatangi saya?”
Sejenak Ulama itu kebingungan, dari mana ia memulai pertanyaanya, akhirnya ia pun menceritakan perihal mimpinya.
“Saya ingin tahu, adakah sesuatu yang telah anda perbuat, sehingga anda berhak mendapatkan pahala haji mabrur?”
“Wah saya sendiri tidak tahu!”
“Coba ceritakan bagaimana kehidupan anda selama ini.
Maka Sa’id bin Muhafah bercerita.
“Setiap tahun, setiap musim haji, aku selalu mendengar :

Labbaika Allahumma labbaika. Labbaika la syarika laka labbaika. Innal hamda wanni’mata laka wal mulka. laa syarika laka.

Ya Allah, aku datang karena panggilanMu.
Tiada sekutu bagiMu.
Segala ni’mat dan puji adalah kepunyaanMu dan kekuasaanMu. Tiada sekutu bagiMu.

Setiap kali aku mendengar itu, aku selalu menangis
Ya allah aku rindu Mekah.
Ya Allah aku rindu melihat kabah.
Ijinkan aku datang…..
Ijinkan aku datang ya Allah..

Oleh karena itu, sejak puluhan tahun yang lalu setiap hari saya menyisihkan uang dari hasil kerja saya, sebagai tukang sol sepatu.
Sedikit demi sedikit saya kumpulkan. Akhirnya pada tahun ini, saya punya 350 dirham, cukup untuk saya berhaji.
“Saya sudah siap berhaji”
“Tapi anda batal berangkat haji”
“Benar”
“Apa yang terjadi?”
“Istri saya hamil, dan sering ngidam.
Waktu saya hendak berangkat saat itu dia ngidam berat”
“Suami ku, engkau mencium bau masakan yang nikmat ini?
“ya sayang”
“Cobalah kau cari, siapa yang masak sehingga baunya nikmat begini.
Mintalah sedikit untukku”
“Ustadz, sayapun mencari sumber bau masakan itu.
Ternyata berasal dari gubuk yang hampir runtuh. Disitu ada seorang janda dan enam anaknya.
Saya bilang padanya bahwa istri saya ingin masakan yang ia masak, meskipun sedikit.
Janda itu diam saja memandang saya, sehingga saya mengulangi perkataan saya.
Akhirnya dengan perlahan ia mengatakan :
“tidak boleh tuan”
“Dijual berapapun akan saya beli”
“Makanan itu tidak dijual, tuan” katanya sambil berlinang mata.
Akhirnya saya tanya kenapa?
Sambil menangis, janda itu berkata “daging ini halal untuk kami dan haram untuk tuan” katanya.

Dalam hati saya:
Bagaimana ada makanan yang halal untuk dia, tetapi haram untuk saya, padahal kita sama-sama muslim?
Karena itu saya mendesaknya lagi “Kenapa?”
“Sudah beberapa hari ini kami tidak makan. Dirumah tidak ada makanan. Hari ini kami melihat keledai mati, lalu kami ambil sebagian dagingnya untuk dimasak.
“Bagi kami daging ini adalah halal, karena andai kami tak memakannya kami akan mati kelaparan. Namun bagi Tuan, daging ini haram”.
Mendengar ucapan tersebut spontan saya menangis, lalu saya pulang.

Saya ceritakan kejadian itu pada istriku, diapun menangis, kami akhirnya memasak makanan dan mendatangi rumah janda itu.
“Ini masakan untuk mu”
Uang peruntukan Haji sebesar 350 dirham pun saya berikan pada mereka.
”Pakailah uang ini untuk mu sekeluarga.
Gunakan untuk usaha, agar engkau tidak kelaparan lagi”
Ya Allah……… disinilah Hajiku
Ya Allah……… disinilah Mekahku.

Mendengar cerita tersebut Abdullah bin Mubarak
tak bisa menahan air mata.
Kisah ini memberi hikmah, bahwa membantu orang disekitar kita bisa jadi sama nilainya dengan pergi Haji di mata Allah.
Buat yang akan naik haji ….
atau yang sudah berhaji…
Saudaraku …………Ingat …

Ada dua yang tidak kekal dalam diri manusia !
Yakni : Masa Muda dan Kekuatan Fisiknya.
Jangan Lupa … Ada dua juga yang akan bermanfaat bagi semua orang !
Yakni : Budi Pekerti yang luhur serta Jiwa yang ikhlas memaafkan.
Perhatikan .. Ada dua pula yang akan mengangkat derajat kemulian manusia !
Yakni : Rendah hati dan suka meringankan beban hidup orang lain.
Dan ada dua yang akan menolak datangnya bencana ! Yakni : Sedekah serta menjalin hubungan silaturrahim. Semoga kita menjadi orang orang yang dimuliakan Allah SWT Aamiiin.
—————-
Bila berkenan, Silahkan di share ya..
Karena setiap orang yang membaca
Akan menemukan pengalaman hikmah.( semoga bermanfaat )👍🙏

PAHAM YANG MEMBUMI

Ada tulisan BAGUS SEKALI kiriman Sseseorang yang tak ada nama penulisnya ( semoga Alloh memuliakan beliau )

🍵 *”SECANGKIR ILMU PAHAM”.*

Tingkat terbawah dalam ilmu itu adalah *”paham”.*
Ini wilayah kejernihan logika berfikir dan kerendahan hati. Ilmu tidak membutakannya, malah menjadikannya kaya.

Tingkat ke dua terbawah adalah *”kurang paham”.*
Orang kurang paham akan terus belajar sampai dia paham …, dia akan terus bertanya untuk mendapatkan simpul2 pemahaman yang benar …!

Naik setingkat lagi adalah mereka yang *salah paham.* Salah paham itu biasanya karena emosi dikedepankan, sehingga dia tidak sempat berfikir jernih. Dan ketika mereka akhirnya paham, mereka biasanya meminta maaf atas kesalah-pahamannya. Jika tidak, dia akan naik ke tingkat tertinggi dari ilmu.

Nah, tingkat tertinggi dari ilmu itu adalah *gagal paham.* Gagal paham ini biasanya lebih karena *kesombongan.*

Karena merasa berilmu, dia sudah tidak mau lagi menerima ilmu dari orang lain.
Tidak mau lagi menerima masukan dari siapapun (baik itu nasehat dll ), atau pilih-pilih hanya mau menerima ilmu (nasehat) dari yang dia suka saja …, bukan ilmu yg disampaikan, tapi siapa yang menyampaikan …?

Tertutup hatinya.
Tertutup akal pikirannya.
Tertutup pendengarannya.
Tertutup logikanya.

*_Ia selalu merasa cukup dengan pendapatnya sendiri._*

_*Parahnya lagi …,*_

Dia tidak menyadari bahwa pemahamannya yang gagal itu, menjadi bahan tertawaan orang yang paham.

Dia tetap dengan dirinya,
dan dia bangga dengan
*ke-gagal paham-annya …*

“Kok *paham* ada di tingkat terbawah dan *gagal paham* di tingkat yang paling tinggi ? Apa tidak terbalik ?”

“Orang semakin paham akan semakin membumi, menunduk, merendah.”

Dia menjadi bijaksana, karena akhirnya dia tahu, bahwa sebenarnya banyak sekali ilmu yang belum dia ketahui, dia merasa se-akan2 dia tidak tahu apa-apa …

Dia terus mau menerima ilmu, darimana-pun ilmu itu datangnya.

Dia tidak melihat siapa yang bicara, tetapi dia melihat …, apa yang disampaikan …!

Dia paham …,

*ilmu itu seperti air, dan air hanya mengalir ke tempat yang lebih rendah.*

Semakin dia merendahkan hatinya, semakin tercurah ilmu kepadanya.

Sedangkan gagal paham itu ilmu tingkat tinggi.

*dia seperti balon gas* yang berada di atas awan.

Dia terbang tinggi dengan kesombongannya …,
Memandang rendah ke-ilmuan lain yang tak sepaham dengannya,

*Dan merasa akulah kebenaran … !!!*

Masalahnya …, dia tidak mempunyai pijakan yang kuat, sehingga mudah ditiup angin, tanpa mampu menolak.
Sering berubah arah, tanpa kejelasan yang pasti.

Akhirnya dia terbawa ke-mana2 sampai terlupa jalan pulang …, dia tersesat dengan pemahamannya dan lambat laun akan dibinasakan oleh kesombongannya …

Dia akan mengakui ke-gagal paham-annya …, dengan penyesalan yang amat sangat dalam.

“Jadi yang perlu diingat …,
*akal akan berfungsi dengan benar, ketika hatimu merendah …*
_*Ketika hatimu meninggi.., maka ilmu juga-lah yang akan membutakan si pemilik akal …”*_

Ternyata di situlah kuncinya.

_”Lidah orang bijaksana, berada didalam hatinya, dan tidak pernah melukai hati siapapun yang mendengarnya …, tetapi hati orang dungu, berada di belakang lidahnya, selalu hanya ingin perkataannya saja yang paling benar dan harus didengar … !!!”_

_*”Ilmu itu open ending”*_
Makin digali makin terasa dangkal.
Jadi kalau ada orang yang merasa sudah tahu segalanya, berarti dia tidak tahu apa2 … !!!”

*Semoga bermanfaat. Aamiin*

Antara Isi dan Bungkusnya

*Pilih KUTANG 36B*

          *atau*

      *ISI-nya 36B*
Oleh: Emha Ainun  Nadjib
Hidup akan sangat melelahkan, sia-sia & menjemukan bila Anda hanya menguras pikiran untuk mengurus BUNGKUS-nya saja dan mengabaikan ISI-nya. Maka, bedakanlah apa itu “BUNGKUS”-nya & apa itu “ISI”-nya.
“Rumah yg indah” hanya bungkusnya

“Keluarga bahagia” itu isinya.
“Pesta pernikahan” hanya bungkusnya

“Cinta kasih, Pengertian, & Tanggung jawab” itu isinya.
“Kekayaan” itu hanya bungkusnya,

“Hati yang gembira” itu isinya.
“Makan enak” hanya bungkusnya,

“Gizi, energi, dan sehat” itu isinya.
“Kecantikan dan Ketampanan” hanya bungkusnya;

“Kepribadian dan Hati” itu isinya.
“Bicara” itu hanya bungkusnya,

“Kenyataan” itu isinya.
“Buku” hanya bungkusnya;

“Pengetahuan” itu isinya.
“Jabatan” hanya bungkusnya,

“Pengabdian dan pelayanan” itu isinya.
“Pergi ke tempat ibadah” itu bungkusnya,

“Melakukan Ajaran Agama” itu isinya.
“Kharisma” hanya bungkusnya,

“Karakter” itu isinya.
“Rizqi” itu hanya bungkusnya.

“Barokah” itu isinya.
Utamakanlah *isi*nya, serta tetaplah merawat *bungkus*nya dengan baik…
*Maaf kalau teman-teman dari tadi  nunggu2 mana tuh isinya kutang kok tidak muncul2*
*Makanya… jgn lihat Judul tp lihatlah Isi nya*😁😁😁😁😁

📓📕📗📘📙📔

ARTIKEL MALAM 
Hari/Tgl : Senin, 27 Februari 2017

                   01 Jumadil Akhir 1438 H

No            : 726/AM/KOM/II/2017

Materi.     : Psikologi

Pemateri : Ustadzah Dwi Hastuti R.S.Psi

Tujuan     : KUTUber & Umum

==============================

🌾🌾🌻🌾🌾🌻🌾🌾🌻🌾🌾
*📚 Merencanakan Masa Depan*
♨ Apapun harapan dan cita-citamu, berikut ini ada 5 kunci sukses masa depanmu. 5 kunci tersebut juga merupakan cara untuk mengasah potensi dan menggapai cita-cita. 
⭕ Kunci 1 : Imajinasi
● Imajinasi adalah kemampuan untuk memimpikan cita-cita yang tinggi, membuat visi tentang masa depan, berupaya untuk mengatasi berbagai rintangan dan tantangan.
● Cobalah untuk berimajinasi dan buatlah jurnal, tuliskan mimpi-mimpimu.
⭕ Kunci 2 : Percaya Diri
● Percaya diri membuat kamu sadar bahwa kamu memiliki modal yg cukup untuk sukses. Waktu dan kesehatan adalah modal utama untuk mengejar kesempatan. Yakinlah dengan kemampuanmu dan berkomitmen untuk maju, meski berada pada saat-saat penuh kesulitan.
● Coba buatlah daftar langkah-langkah apa yang dapat kamu lakukan untuk meningkatkan kepercayaan diri. Then, just do it.
⭕ Kunci 3 : Kemampuan Mengambil Resiko
● Kemampuan untuk mengambil resiko adalah sikap berani yang sama artinya dengan tidak takut gagal, berani mencoba, jujur terhadap kemampuan diri, mau belajar dari kesalahan, dan tidak patah semangat untuk terus melatih diri dan mencapai tujuan.
● Pada saat kamu dihadapkan pada pilihan-pilihan, cobalah tulis di kertas, uraikan “pro” dan “kontra” atau “positif” dan “negatif” dari pilihan tersebut. Jika ada risiko dari pilihan yang kamu tentukan, tulis sebanyak mungkin alasan mengapa kamu harus mengambil resiko tersebut.
⭕ Kunci 4 : Keberanian
View full article »

Kita atau Orang Lain

*APANYA YANG HARUS KITA SOMBONGKAN?*
*Lahir* : ditolong oleh *Orang lain*
*Nama* : diberi oleh *Orang lain*
*Pendidikan* : didapat dari *Orang lain*
*Gaji* : diterima dari *Orang lain*
*Kehormatan*: diberikan oleh *Orang lain*
*Mandi pertama*: dilakukan oleh *Orang lain*.
*Mandi terakhir*: dilakukan oleh *Orang lain*
*Harta setelah meninggal*: menjadi hak *Orang lain*
*Pemakaman* : dilakukan oleh *Orang lain*
Ternyata sejak lahir hingga meninggal kita selalu membutuhkan *Orang Lain*.
Kita mulai sadar bahwa hidup ini membutuhkan orang lain :

*DIMANA KEHEBATAN KITA*
Ternyata, kita bukanlah siapa-siapa tanpa “ORANG LAIN”.
Bersahabatlah dengan semua orang karena kita tidak tahu kapan kita membutuhkan bantuan mereka. 

👬👬👬👬👬👬👬🙏💕