dan membangkitkan kesadaran yang hampir hilang.
Wahai diri..
Apa yang bisa diharapkan dari kader dakwah sepertimu..
Kamu datang kepada Dakwah dengan penuh keterpaksaan..
Berat Hatimu..Lemah Langkahmu..
Menolak amanah..
Atau mencari amanah yang mudah saja buatmu..

Wahai diri..
Kenapa kau melihat amal sebagai beban..
Tapi pada saat yang sama engkau mengaku aktivitis dakwah..
Bukankah..
Dakwah itu dilakukan dengan Amal
Ketika kamu beraktivitas pada dunia.
Kamu tidak merasa berat..
Tapi untuk akhirat..
Kenapa kamu terasa berat.?
Bukankah..
Dakwah ini tidak memaksakan dirimu untuk bergabung..?

Wahai diri…
Jagalah amalmu janganlah berpamrih
Jika niatmu telah rusak, apakah amal-amalmu akan diterima?

Wahai diri..
Janganlah berkeluh kesah..
Karena keluh kesahmu..
Hanya akan mengurangi produktivitasmu..
Hanya akan menyebabkan lemahnya barisan dakwah..

Wahai diri…
Jangan kau samarkan diri dalam kebaikan..
Dihadapan orang banyak kau kelihatan sholeh
Tapi sebenarnya palsu dalam kesendirian..

Wahai diri..
Apabila hawa nafsu menjadi dominan
Hati akan menjadi gelap
Apabila hati sudah gelap
Maka dada akan menyempit
Apabila dada sudah menyempit
Maka akhlak akan buruk
Apabila akhlak sudah buruk
Maka makhluk akan membencinya
Jagalah dirimu dari hawa nafsu yang menjerumuskan

Wahai diri..
Hati-hatilah dengan virus merah jambu
Karena itu berasal dari nafsu
Panahnya bermula dari mata
Lalu racunnya menjalar sampai ke hati
Membuat ibadahmu menjadi tak khusyu
Karena bayangannya selalu menghantui

Wahai diri..
BERGERAKLAH..
Bila terlalu lama diam atau berhenti
Maka dirimu akan mati
Tak ada karya yang kau hasilkan
Dirimu digilas oleh roda zaman

Wahai diri..
Imanmu kadang naik dan turun..
Jikalau saat imanmu turun
Jangan sampai kau menjadi futur
Berjumpalah dengan saudaramu
Atau kau hanya membaca tulisannya

Saudaraku di Jalan Allah..
Yang selalu mengingatkanku
Yang selalu memberi energi baru
Wajahnya memancarkan keimanan
Tulisannya menggetarkan hati
Amalannya menjadi contoh
Subhanallah..
YA AKHI…YA UKHTI… Ta’ala nu’minu saa’ah…Ya Saudaraku, mari sejenak kita beriman!”

Ya Allah,
Ampunilah dosa-dosa kami..
Yang kami ketahui atau tidak kami ketahui..
Yang kami sadari atau yang kami tidak sadari..
Jadikan kami hamba yang bisa berkata selaras dengan perbuatannya..
Jadikan kami istiqomah dijalan dakwah yang lurus..
Luruskanlah Niat-Niat kami..

Ya Allah,
Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta padaMu,
telah berjumpa dalam taat padaMu,
telah bersatu dalam dakwah padaMu,
telah berpadu dalam membela syari’atMu.
Kukuhkanlah, ya Allah, ikatannya.
Kekalkanlah cintanya. Tunjukilah jalan-jalannya.
Penuhilah hati-hati ini dengan nur cahayaMu yang tiada pernah pudar.
Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepadaMu dan
keindahan bertawakkal kepadaMu.
Nyalakanlah hati kami dengan berma’rifat padaMu.
Matikanlah kami dalam syahid di jalanMu.
Sesungguhnya Engkaulah sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong. Ya Allah. Amin. Sampaikanlah kesejahteraan, ya Allah, pada junjungan kami, Nabi Muhammad SAW, keluarga dan sahabat-sahabatnya dan limpahkanlah kepada mereka keselamatan.

Aamiin Allahumma aamiin

Iklan