Pada 19 Maret 2011, Bulan akan berjarak sangat dekat dengan Bumi. Jarak terdekat dalam 18 tahun terakhir.

Pada tanggal itu, bulan akan berjarak 356.577 kilometer dari Bumi. Sebelumnya, jarak terdekat Bulan ke Bumi adalah 363.104 kilometer. Jarak terdekat Bulan ke Bumi ini dikenal dengan nama “lunar perigee”. Pada saat ini, bulan akan tampak lebih besar daripada biasanya.

Kebalikan dari lunar perigee adalah lunar apogee. Pada saat itu, bulan berada pada jarak paling jauh dengan Bumi. Pada saat perigee, bulan tampak lebih besar sekitar 14 persen dibandingkan pada saat apogee.

Ganggu Iklim?
Prediksi kedekatan Bulan itu akan mengganggu pola iklim Bumi bermunculan. Akan tetapi, ilmuwan tidak yakin dengan prediksi tersebut. “Tidak akan ada gempa atau letusan gunung api yang berhubungan dengan lunar perigee,” tegas Pete Wheeler dari International Centre for Radio Astronomy. “Efeknya paling hanya air pasang yang lebih tinggi dan air surut yang lebih rendah. Tapi itu bukan hal besar,” tambahnya.

Beberapa bencana besar memang pernah terjadi pada saat lunar perigree, seperti hurikan di New England, AS, pada 1938 atau banjir Hunter Valley, Australia pada 1955. Hurikan Katrina pada 2005 juga terjadi pada saat posisi Bulan dekat dengan Bumi.

Astronom David Reneke membantah kalau kejadian-kejadian tersebut dipicu oleh posisi Bulan. “Semua kejadian bisa saja dihubung-hubungkan dengan posisi benda-benda langit… komet, planet, matahari,” katanya. (Sumber: Lunar Planner, News.com.au)

ada baiknya kita juga mengingat kejadian-kejadian bencana yang mungkin berhubungan dengan berbagai fenomena di angkasa pada 2010

Dari Haiti ke Merapi, inilah bencana-bencana alam yang menarik perhatian dunia sepanjang tahun 2010.

Tahun 2010 baru berjalan 12 hari ketika gempa bumi memorakporandakan Port-au-Prince, Haiti. Gempa tersebut mengakibatkan 200 ribu orang meninggal dan 1,5 juta orang kehilangan tempat tinggal. Setelah gempa, ilmuwan mendapati patahan baru yang belum pernah terpetakan. Gempa bumi meningkatkan tegangan pada patahan sehingga berpotensi untuk mengakibatkan gempa besar.

Pada 27 Februari, Chili dilanda gempa. Dengan kekuatan 8,8 Skala Richter itu mengubah lanskap dengan menaikkan daratan sekitar 2,4 meter di daerah pesisir. Menurut laporan tanggal 15 Mei 2010, jumlah korban mencapai 521 orang dan 56 dinyatakan hilang.

Di bulan April, gunung api Eyjafjallajökull meletus. Kabut asapnya menutupi hampir seluruh Eropa, membuat matahari berwarna merah di waktu tenggelam. Bubungan asapnya mengandung listrik, bahkan bisa menghasilkan petir.

Gempa di Selandia Baru, tepatnya di Christchurch, menyebabkan kerugian jutaan dolar. Gempa yang terjadi pada bulan September ini membuat kota berpenghuni 400 ribu orang tersebut porak poranda. Usaha pemulihan terhalangi lagi oleh gempa susulan yang cukup besar.

Topan tropis terbesar juga tercatat pada tahun ini. Topan Megi yang terjadi di Filipina pada bulan Oktober termasuk kategori 5, kategori topan paling berbahaya.

Bencana gempa yang diikuti tsunami di Kepulauan Mentawai pada 25 Oktober juga jadi salah satu bencana tersebesar tahun ini. Tsunami yang gelombangnya mencapai 3 meter itu membuat 113 orang terbunuh.

Satu hari setelah bencana gempa dan tsunami di Mentawai, Gunung Merapi erupsi, mengakibatkan 400 ribu orang mengungsi dan 350 orang meninggal dunia.

Tahun 2010 juga merupakan salah satu musim hurikan paling ramai di kawasan Atlantik. tahun ini, tercatat ada 19 badai. Di Pasifik, badai tidak seramai Atlantik. Tercatat, ada 13 badai sampai saat ini. Musim badai di Pasifik masih berlangsung dengan Topan Megi sebagai badai terbesar.

Beberapa tornado juga terjadi di beberapa daerah yang sebetulnya jarang terlanda. Di New York, tornado memutuskan jaringan listrik dan menumbangkan pepohonan. Tornado di Caledonia, Illinois, menjungkalkan bus sekolah, mencederai sopir dan beberapa anak sekolah.(http://nationalgeographic.co.id)

Iklan