Pesawat tempur sekutu pimpinan Prancis dengan didukung negara-negara Arab sudah diterjunkan untuk menghadang pasukan pimpinan Libya, Muammar Khadafi, agar tidak menyerang Benghazi. Sebelumnya AS dan Inggris juga sudah melepaskan 110 rudal Tomahawk. Yuk, kita lihat peta kekuatan tentara sekutu!

5 negara NATO dilibatkan dalam perang terhadap Libya. Masing-masing mengerahkan berbagai kekuatan perang dari pesawat tempur sampai kapal perang. Berikut peta kekuatan pasukan sekutu, seperti dihimpun Reuters, Minggu (20/3/2011).

Prancis

Prancis menerjunkan 20 jet tempur termasuk Rafale, Mirage dan pesawat mata-mata AWACS. Area penugasan adalah radius 150 km dari Benghazi yang dikuasai pemberontak.

Pasukan Prancis ini terpusat di pangkalan militer Solenzara di Pulau Corsica, Italia yang hanya sejam penerbangan dari Libya. Pesawat angkut militer Charles de Gaulle terbang ke Libya membawa 15 pesawat tempur, pada Minggu siang.

Pada Senin sore besok pesawat ini akan bergabung dengan kekuatan laut yaitu 3 frigate, kapal suplai BBM dan kapal selam tempur. Negara yang baru aktif lagi di NATO sejak 2009 ini, juga menyiagakan pesawat angkut BBM di Istres, Prancis.

Inggris

Inggris sudah memulai peperangan dengan Libya lewat serangan rudal Tomahawk yang ditembakan dari kapal-kapal selam kelas Trafalgar. Inggris juga menerjunkan pesawat tempur Tornado GR4 dari pangkalan Royal Air Force, Norfolk, Inggris. Tornado GR4 membawa rudal Stormshadow.

Inggris juga menyiagakan pesawat BBM, VC10 dan Tristar, serta pesawat intai E3D Sentry dan Sentinel. Pesawat tempur Typhoon juga disiagakan.

Sementara di lepas pantai Libya, dua frigate Inggris sudah menghadang, HMS Cumberland and HMS Westminster. Kapal-kapal perusak juga siap diterjunkan jika dibutuhkan.

Amerika Serikat

AS juga sudah melakukan serangan terbatas, termasuk menembakkan rudal di sepanjang garis pantai Libya untuk melumpuhkan pertahanan udara Libya. Pesawat tempur dan rudal jelajah juga sudah diterjunkan.

3 Kapal selam dengan rudal Tomahawk sudah diterjunkan, termasuk kepal selam tempur Newport News dan Providence. Mereka diperkuat pula dengan dua kapal AL.

Secara keseluruhan, AL AS punya 5 kapal tempur di Mediterania, termasuk satu kapal perusak pemandu rudal. Tapi tidak ada kapal induk AS yang dekat dengan Libya.

USS Enterprise posisinya tengah bergabung dengan USS Carl Vincon di Laut Arab untuk mendukung operasi militer di Afghanistan. Kekuatan udara AS yang paling dekat, ada di Aviano, Italia dengan 42 pesawat F-16.

Kanada

Kapal perang HMCS Charlottetown sudah melakukan blokade laut di lepas pantai Libya. Pesawat tempur Kanada sudah berada di sekitar Libya, namun butuh 2 hari persiapan sebelum siap tempur.

Italia

Lusinan pesawat tempur Italia sudah diterjunkan dari pangkalan Trapani, Sisilia barat. Mereka siap melakukan serangan udara ke Libya. Jet tempur Tornado, F-16 dan Eurofighter sudah dipindah ke Trapani dari Piacenza di utara Italia.

Italia bahkan menawarkan pangkalan NATO di Naples sebagai pusat komando operasi gabungan, demikian kata PM Italia Silvio Berlusconi.

Dengan serangan seperti Libya masih bisa bertahan bahkan rakyat Libya mendukung penuh Kepemimpinan kadafi bahkan Pemberontak Libya menguasai sebagian besar kota-kota di wilayah timur Libya. Namun dukungan warga sipil di wilayah barat Libya terhadap Moammar Khadafi masih begitu kuat. Reporter Metro TV Mahendro Wisnu mendapati kenyataan bahwa rakyat Libya siap membela Khadafi karena Pemimpin-nya itu mampu mensejahterakan mereka.

Itu merupakan satu dari sekian alasan warga Tripoli sehingga mereka loyal terhadap Khadafi. Mereka mencontohkan soal kepemilikan apartemen. Untuk mendapatkan apartemen, warga cukup mendaftar dan membayar cicilan bulanan kepada negara 10 hingga 20 persen dari pendapatan. Tanpa uang muka atau bunga.

Selain itu, setiap keluarga di Libya mendapat insentif 500 dinar atau 400 dolar Amerika Serikat per bulan dengan cukup menunjukkan dokumen Al-Hailah atau semacam kartu keluarga.

Tak hanya itu. Pemerintah Libya pun memberikan fasilitas kesehatan dan pendidikan gratis serta beasiswa penuh bagi warganya yang sekolah di luar negeri.

Harga bensin pun di Libya hanya 15 dirham atau sekitar 10 sen dolar AS per liter. Konon, segala kelebihan atau insentif bagi rakyat Libya itu berasal dari hasil penjualan minyak Libya. Atas dasar itulah, sejumlah warga Tripoli mengaku tak mengerti mengapa rezim Khadafi dianggap tak demokratis.

Parlemen Libya sejak Februari silam menggodok draft konstitusi yang sedianya akan disahkan akhir Mei mendatang. Dalam konstitusi baru itu, kendali pemerintah dipegang perdana menteri dan posisi Khadafi sebagai Kepala Negara yang tidak memiliki kekuasaan eksekutif.

Pemerintah Libya juga dikenal bersikap lunak terhadap pekerja asing. Di Libya, pekerja migran tidak perlu takut ditangkap karena masalah izin kerja. Menurut warga, Pemerintah Libya menutup mata terhadap pekerja asing ilegal, terutama dari Afrika. Kalaupun tertangkap mereka hanya diminta melengkapi dokumen dan dilepas kembali.
[http://www.detikpos.net]

Iklan