Category: Tips n Trick


LELAH YANG ISTIMEWA

*LELAH YANG DISUKAI ALLAH*

Ada 8 kelelahan yang disukai Allah dan RasulNya :
*1. Lelah dalam berjuang di jalan-Nya* 

(QS. At-Taubah;9:111)
*2. Lelah dalam berda’wah/mengajak kepada kebaikan (QS.Fussilat;41:33)*
*3. Lelah dalam beribadah dan beramal sholeh (QS.Al-Ankabut;29:69)*
*4. Lelah mengandung, melahirkan, menyusui. merawat dan mendidik putra/putri amanah Illahi (QS. Luqman;31:14)*
*5. Lelah dalam mencari nafkah halal & bersedekah*

(QS.Al-Munafiqun; 62:10)
*6. Lelah mengurus keluarga* 

(QS. At-Tahrim;66:6)
*7. Lelah dalam belajar/menuntut ilmu* 

(QS. Ali Imran; 3:79)
*8. Lelah dalam kesusahan, kekurangan dan sakit* 

(QS.Al-Baqarah;2:155)
Semoga kelelahan dan kepayahan yang kita rasakan menjadi bagian yang disukai Allah dan RasulNya. Aamiin yaa Rabbal-‘aalamiin
Lelah itu nikmat. Bagaimana mungkin? Logikanya bagaimana? Jika anda seorang ayah, yang seharian bekerja keras mencari nafkah sehingga pulang ke rumah dalam kelelahan yang sangat. Itu adalah nikmat Allah  yang luar biasa, karena banyak orang yang saat ini menganggur dan bingung mencari kerja.
Jika anda seorang istri yang selalu kelelahan dengan tugas rumah tangga dan tugas melayani suami yang tidak pernah habis. Sungguh itu nikmat luar biasa, karena betapa banyak wanita sedang menanti-nanti untuk menjadi seorang istri, namun jodoh tak kunjung hadir.
Jika kita orang tua yang sangat lelah tiap hari, karena merawat dan mendidik anak-anak, sungguh itu nikmat yang luar biasa. Karena betapa banyak pasangan yang sedang menanti hadirnya buah hati, sementara Allah  belum berkenan memberi amanah.
Lelah dalam Mencari Nafkah
Suatu ketika Nabi dan para sahabat melihat ada seorang laki-laki yang sangat rajin dan ulet dalam bekerja, seorang sahabat berkomentar: “Wahai Rasulullah, andai saja keuletannya itu dipergunakannya di jalan Allah.”
Rasulullah menjawab: “Apabila dia keluar mencari rezeki karena anaknya yang masih kecil, maka dia di jalan Allah. Apabila dia keluar mencari rejeki karena kedua orang tuanya yang sudah renta, maka dia di jalan Allah. Apabila dia keluar mencari rejeki karena dirinya sendiri supaya terjaga harga dirinya, maka dia di jalan Allah. Apabila dia keluar mencari rejeki karena riya’ dan kesombongan, maka dia di jalan setan.” 

(Al-Mundziri, At-Targhîb wa At-Tarhîb).
Sungguh penghargaan yang luar biasa kepada siapa pun yang lelah bekerja mencari nafkah. Islam memandang bahwa usaha mencukupi kebutuhan hidup di dunia juga memiliki dimensi akhirat.
Bahkan secara khusus Rasulullah memberikan kabar gembira kepada siapa pun yang kelelahan dalam mencari rejeki. *“Barangsiapa pada malam hari merasakan kelelahan mencari rejeki pada siang harinya, maka pada malam itu ia diampuni dosanya oleh Allah subhanahu wata’ala*
Subhanallah, tidak ada yang sia-sia bagi seorang muslim, kecuali di dalamnya selalu ada keutamaan.
Kelelahan dalam bekerja bisa mengantarkan meraih kebahagiaan dunia berupa harta, di sisi lain dia mendapatkan keutamaan akhirat dengan terhapusnya dosa-dosa. Syaratnya bekerja dan lelah. Bukankah ini bukti tak terbantahkan, bahwa kelelahan ternyata nikmat yang luar biasa?
Kelelahan Mendidik Anak
*Di hari kiamat kelak, ada sepasang orangtua yang diberi dua pakaian (teramat indah) yang belum pernah dikenakan oleh penduduk bumi*.
Keduanya bingung dan bertanya: ”Dengan amalan apa kami bisa memperoleh pakaian seperti ini?” Dikatakan kepada mereka: *“Dengan (kesabaran)mu dalam mengajarkan Al-Qur’an kepada anak-anakmu.”*
Merawat dan mendidik anak untuk menjadi generasi shaleh/shalehah bukan urusan yang mudah. Betapa berat dan sangat melelahkan. *_Harta saja tidak cukup._*
Betapa banyak orang-orang kaya yang anaknya “gagal” karena mereka sibuk mencari harta, namun abai terhadap pendidikan anak. Mereka mengira dengan uang segalanya bisa diwujudkan. Namun, uang dibuat tidak berdaya saat anak-anak telah menjadi pendurhaka.
Berbahagialah manusia yang selama ini merasakan kelelahan dan berhati-hatilah yang tidak mau berlelah-lelah. Segala sesuatu ada hitungannya di sisi Allah.Kebaikan yang besar mendapat keutamaan, kebaikan kecil tidak akan pernah terlupakan.
Rasulullah bersabda: 
“Pahalamu sesuai dengan kadar lelahmu.”
Allah akan selalu menilai dan menghitung dengan teliti dan tepat atas semua prestasi hidup kita, sebagaimana firman-Nya:
“Dan bahwasanya seorang manusia tidak memperoleh selain apa yang telah diusahakannya. Dan bahwasanya usahanya itu kelak akan di perlihatkan kepadanya. Kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna”. 

(QS. An-Najm: 39-41).
Semoga lelah kita adalah lelah yang mendatangkan ridho Allah Ta’ala Aamiin yaa rabbal alamiin.
Met ber aktifitas 

*GANTI UCAPAN KITA DENGAN DOA*
👉ucapkan “In syaa Allah”

‎اِنْ شَآ ءَ اللَّهُ 

Jangan ucapkan “0k”,

Jangan pula ucapkan “wow”

👉ucapkan “SubhanAllah”

‎سُبْحَانَ اللهُ 
Jangan ucapkan “hebat”

👉ucapkan “Masyaa Allah”

‎مَاشَآءَاللّهُ. 
Jangan ucapkan “saya baik2 saja”

👉ucapkan “Allhamdulillah”

‎الْحَمْدُ لِلَّهِ 
Jangan ucapkan “Terimakasih”

👉ucapkan “Jazaka(ki,kumu)llahu Khairan”

‎ جَزَاك اللهُ خَيْرًا 
Jangan ucapkan “Hati2 ya…sampai jumpa”

👉ucapkan “Fii Amanillah”

‎فِي أَمَانِ الله
Jangan ucapkan “Hello”

👉ucapkan “Assalamu alaikkum Warahmatullah”

‎ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ  

 

doa yg indah untuk

berterima kasih pada Allah 

pada semua kesempatan 
 “allahumma a’inni  

 ‘ala dzikrika wa syukrika 

  wa husni  ‘ibadatika” 

‎اللَّهُمَّ أَعِنِّى عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ 

‎عِبَادَتِكَv
Mari kita sama-sama membetulkan*  : 

★ *Aamiin*,

★ *In Syaa Allah ,      dan

★ *Menyingkat kata Assalamu’alaikum*.

💦💦💦💦💦
★ Dalam bahasa Arab ada 4 kata amin yg berbeda makna :

– Amin    = Aman

– Aamin  = Meminta         

                   perlindungan

– Amiin   = Jujur

– Aamiin = Ya Allah,    

    kabulkanlah do’a kami

💦💦💦💦💦
★ Kita seharusnya tidak menulis : 

Insya Allah = Menciptakan Allah (naudzubillah ..)
Tapi pastikan kita menulis : 

In Syaa Allah =  dengan izin Allah

💦💦💦💦💦
★ Assalamu’alaikum, jgn disingkat, karena ;
1. As = Orang bodoh ; 

              keledai

2. Ass  = Pantat

3. Askum = Celakalah 

                       kamu

4. Assamu     = Racun

5. Samlekum = Matilah 

                             kamu

6. Mikum = Dari bahasa 

     Ibrani Mari Bercinta.
– Salam pendek, 

– Salam sedang dan 

– Salam panjang telah 

  dicontohkan oleh Nabi 

  dan tidak merubah  

  makna aslinya :
1⃣ *Salam pendek* : “Assalamualaikum”. 

– Dengan 10 kebaikan.
2⃣ *Salam sedang* : “Assalamu’alaikum warahmatullah”.

– Dengan 20 kebaikan.
3⃣ *Salam panjang* : “Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh”. 

– Dengan kebaikan 

  sempurna.
Dengan penjelasan ini, mudah-mudahan tidak ada lagi yang menyingkat karena dapat merubah maksud.
***)

– Bila menurut anda ini 

   ada manfaatnya, 

   beritahu ke yg lain.
 – Bila menurut anda ini buruk. Cukup di Delet. agar tdk menggoyahkan pendirian orang lain.
==================
SHARE JIKA INGIN YANG LAIN DAPAT MANFAAT. YUK!
‎ﻣَﻦْ ﺩَﻝَّ ﻋَﻠَﻰ ﺧَﻴْﺮٍ ﻓَﻠَﻪُ ﻣِﺜْﻞُ ﺃَﺟْﺮِ ﻓَﺎﻋِﻠِﻪِ
*Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya* (HR. Muslim 3509
_Semoga kita termasuk hamba Allah yang memperoleh kebaikan dari membaca artikel Islami serta dapat mengamalkannya.
امين….

Copas#

Inspirasi Tahajud

Muhasabah CINTA  (Cerita dan Inspirasi Tahajjud) Bersama: Ustadz. H. Uti Konsen U.M

🌿 Untuk Memotivasi Melaksanakan Tahajjud (Bagian 26)  
Mengapa shalat pertama yang diwajibkan kepada Nabi SAW adalah shalat malam? Ini mengisyaratkan bahwa shalat malam secara spesial punya kekuatan untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Mengapa dalam Al-Qur’an (Al-Isra’ 79) Allah mengaitkan maqamam mahmuda dengan shalat Tahajjud. Ini mengisyaratkan bahwa shalat tahajjud secara spesial punya keistimewaan untuk mengangkat derajat hamba.
Mengapa Nabi Daud dan putranyaa Nabi Sulaiman AS diwarisi derajat, kemuliaan, kerajaan dan kekayaan dunia yang tiada bandingnya? Ini tak lepas bahwa beliau adalah ahli Qiyamul Lail. Pencuri sanggup bangun malam jam dua atau jam tiga hanya sekedar mau mencuri beberapa ekor ayam. Sebagian orang sanggup untuk bangun jam tiga malam hanya karena ingin nonton sepak bola melalui televisi. Suami atau istri akan cepat bangun ditengah malam bila diberi tahu jendela atau pintu rumahnya terbuka.
Mahmud Asy-Syafrowi dalam bukunya: “7 Wasiat Rezeki Terampuh Dari Nabi “menulis“ Jadi, jika kita ingin dekat dan dicintai Allah, dicintai dan dihormati makhluk, mulia di dunia dan di akhirat. Maka mau tak mau kita harus menjalani Qiyamul Lail atau shalat Malam. Karena Qiyamul Lail adalah syi’arnya para kekasih Allah, kesukaan orang-orang yang dekat dengan-Nya, dan kebiasaan orang-orang yang mulia budi pekertinya. Makin rajin kita menjalaninya, makin dekat dan makin dicintai diri kita oleh Allah dan semua makhluk“.
Bila amalan sunnah sampai menempati posisi wajib (bagi Nabi SAW) berarti betapa dahsyatnya amalan tersebut. Bila Rasulullah SAW merelakan kedua kakinya sampai bengkak, padahal dosa beliau sudah mendapatkan jaminan ampunan dari Allah, berarti betapa besarnya keutamaan shalat malam itu. Allah SWT menjanjikan kedudukan yang tinggi kepada beliau di dunia dan di akhirat. (Al-Isra’ 79). Qiyamul Lail merupakan pembuka pertolongan Allah dan solusi dari segala masalah. Karena Allah SWT berjanji akan mengabulkan doa pada saat itu, sedangkan permasalahan apapun di dunia ini sangat kecil dihadapan kuasa-Nya. 
Laksana kita terbang dengan pesawat ruang angkasa, kian tinggi, bumi ini tidak nampak, yang nampak hanya keagungan Allah antara lain berupa gugusan galaksi, bintang yang besar dan jumlahnya tidak terkira. Mungkin kita pernah menganggap bahwa permasalahan yang kita hadapi teramat berat bahkan super berat. Tapi bila sudah berhadapan dengan kuasa-Nya, permasalahan itu pun menjadi kecil dan tiada artinya. 
Allah SWT adalah sumber kekuatan. Dia memberi kekuatan kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan melemahkan kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Pasukan muslimin dalam perang Badar yang tampaknya kecil dan lemah, menjadi kuat dan perkasa karena kekuasaan-Nya. tentara musyrikin Mekkah yang tampak kuat dan jumlahnya besar, menjadi lemah dan kecil berhadapan dengan kuasa-Nya.

 

🍂🍂🌼🌼🍂🍁🍂🌼🌼🍂🍂

============☆☆☆==============

 ═❁💰SEDEKAH KUTUB💰❁ ═
💰 Bank Muamalat Nomor rekening : 3180005019 

💳 Ac : Komunitas Tahajjud Berantai   Ke Member Account KUTUB masing-masing (bagi yang sudah mendapatkan identitas Kutub)
📱Konfirmasi : 0811-9100-165 (Salam Kutub)
❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁ 
👳🏼 *Mengokohkan langkah, Menggelorakan Istiqamah (OMGT)*

🌹🌹Apapun Kejadian yang Kita Alami Pastikan Rekening Kebaikan yang Terisi.🌹🌹

Jika semua yang kita kehendaki terus kita miliki, dari mana kita belajar *ikhlas…*

Jika semua yang kita impikan segera terwujud, darimana kita belajar *Sabar…*

Jika setiap do’a kita terus dikabulkan, bagaimana kita dapat belajar *Ikhtiar…*

Seorang yang dekat dengan Allah, bukan berarti tidak ada *air mata..*

Seorang yang taat pada jalan-Nya bukan berarti tidak ada *kekurangan..*

Seorang yang tekun berdo’a, bukan berarti tidak ada *masa² sulit..*

Biarlah Sang Penyelenggara Hidup yang berdaulat sepenuhnya atas hidup kita, karena hanya *Dia*-lah yang tahu waktu dan kondisi yang tepat untuk memberikan yang *Terbaik..*

Ketika kerjamu tidak dihargai, maka saat itu kamu sedang belajar tentang *Ketulusan..*

Ketika usahamu dinilai tidak penting, maka saat itu kamu sedang belajar *Keikhlasan..*

Ketika hatimu terluka sangat dalam……,
maka saat itu kamu sedang belajar tentang *memaafkan dan pengampunan..*

Ketika kamu lelah dan kecewa, maka saat itu kamu sedang belajar tentang *kesungguhan dan keteguhan..*

Ketika kamu merasa sepi dan sendiri, maka saat itu kamu sedang belajar *tentang ketangguhan..*

Ketika kamu harus membayar harga yang sebenarnya tidak perlu kamu tanggung, maka saat itu kamu sedang belajar tentang *kemurahan-hati..*

*Tetap semangat…*
*Tetap sabar…*
*Tetap tersenyum…*
*Karena kamu sedang kuliah di universitas kehidupan…*

*Allah menempatkanmu di posisi yang sekarang, bukan karena kebetulan, tetapi karena rencana-Nya…*

*Orang yang hebat tidak dihasilkan melalui kemudahan, kesenangan, dan kenyamanan…*

*Mereka dibentuk melalui kesukaran, tantangan dan bahkan air mata…*

_*Semoga bermanfaat…*_🌹
pas baca ini aku ingat point marketing langit mengenai rekening kebaikan……..Dan bersabarlah, karena sesungguhnya Allah tiada menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat kebaikan. (Hud 11 : 115)
ﻣَﻦْ ﻋَﻤِﻞَ ﺻَٰﻠِﺤًﺎ ﻣِّﻦ ﺫَﻛَﺮٍ ﺃَﻭْ ﺃُﻧﺜَﻰٰ ﻭَﻫُﻮَ ﻣُﺆْﻣِﻦٌ ﻓَﻠَﻨُﺤْﻴِﻴَﻨَّﻪُۥ ﺣَﻴَﻮٰﺓً ﻃَﻴِّﺒَﺔً ۖ ﻭَﻟَﻨَﺠْﺰِﻳَﻨَّﻬُﻢْ ﺃَﺟْﺮَﻫُﻢ ﺑِﺄَﺣْﺴَﻦِ ﻣَﺎ ﻛَﺎﻧُﻮا۟ ﻳَﻌْﻤَﻠُﻮﻥَ
Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (An-Nahl 16 : 97)

*Sebaiknya Lelaki Beristri Empat SANGAT WAJIB HUKUM*

dibaca baik-baik sampai tuntas 😊🙏😊

💜Istri ke 1: Biasa
biasa saja,
biasanya
tdk diperha-
tikan.
💛Istri ke 2: Agak cakep,
agak diper-
hatikan.
💙Istri ke 3: Lumayan
cakep,
diperhati-
kan.
💚Istri ke 4: Sangat ca-
kep,sangat
diperhati-
kan dan di-
sanjung2
dan diuta-
makan!

⏰Waktu pun berlalu begitu cepat dan tibalah saat sang lelaki(suami) tersebut mau meninggal,
lalu dipanggilnya ke 4 org istrinya.

💚Dipanggilnya istri ke 4 yg paling cakep dan ditanya,”Maukah kamu ikut menemaniku ke alam kubur?”, dia menjawab, “Maaf, cukup sampai di sini saja saya ikut denganmu.”

💙Saat dipanggil istri ke 3 dan ditanya hal yang sama, dia pun menjawab,”Maaf, saya hanya akan mengantarmu sampai di kamar mayat dan paling jauh sampai di rumah duka.”

💛Kemudian dipanggil istri ke 2 dan ditanya hal yang sama, dia pun menjawab,”Baik, saya akan menemanimu tapi hanya sampai ke liang kubur, setelah itu selamat tinggal.”

😭Si suami sungguh kecewa mendengar semua itu. Tetapi inilah kehidupan dan menjelang kematian.

💜Lalu dipanggillah istri ke 1 dan ditanya hal yang sama, si suami tak menyangka akan jawabannya,”Saya akan menemanimu kemanapun kamu pergi dan akan selalu mendampingimu……..”

❓Mau tahu siapa istri ke 1 sampai ke 4 itu ?

💚Istri ke 4 adalah “harta dan kekayaan”. Mereka akan meninggalkan jasad kita seketika saat kita meninggal.

💙Istri ke 3 adalah “teman- teman” kita. Mereka akan mengantarkan jasad kita hanya sampai di saat disemayamkan.

💛Istri ke 2 adalah keluarga/ famili, saudara dan teman dekat” kita. Mereka akan mengantar kita sampai dikuburkan, akan meninggalkan kita setelah mayat kita dimasukkan dalam liang kubur dan ditutup dengan tanah.

💜Istri ke 1 adalah “amal dan ibadah ” kita selama hidup di dunia.
Karena amal dan ibadah kita inilah yang paling setia mendampingi kita saat menghadap Tuhan . .

Semoga bisa jd renungan buat kita bersama… 👍⭐⭐⭐⭐🙏

Salam Bahagia & Doa Syukur selalu 😊🙏😇

Ntar baca dl kisah ini.
Anda pst tercengang.
KISAH NYATA: Orang Tua Polos dan Sederhana Ini.., Menyadarkanku Menjadi Guru Harus Profesional

Seperti biasa setiap pagi sebagai upaya pendidikan karakter di sekolah kami terjadwal bapak/ibu guru untuk berjabat tangan dengan para siswa secara bergantian.

Hal ini sebenarnya bukan hal baru atau terobosan yang spektakuler alias sudah lumrah dilakukan oleh sekolah-sekolah apalagi untuk tingkat SD dan SMP. Namun di SMA pun sekarang juga sudah membiasakan kegiatan ini berlangsung.

Saya yang kebetulan waktu itu ditugasi sebagai wakil kepala sekolah urusan kesiswaan tiap hari harus melaksanakan kegiatan jabat tangan berbarengan dengan bapak/ibu guru yang mendapat jadwal bertugas. Saya selalu menempatkan diri di paling ujung dekat pemberhentian para siswa yang diantar oleh orang tua atau siswa yang naik angkot.

Sekolah saya termasuk sekolah yang notabene favorit di tingkat kabupaten sehingga siswa kami memang mayoritas dari kalangan ekonomi menengah keatas (untuk tingkat kabupaten lho). Pengantar ada yang menggunakan mobil mewah, sedang, naik angkot bahkan juga ada yang menggunakan sepeda motor buthut.

Buat saya sebenarnya tidak begitu memperhatikan kendaraan apa yang digunakan oleh siswa, yang terpenting adalah siswa datang ke sekolah tidak terlambat, makanya saya tidak pernah hiraukan secara khusus kendaraan apa yang digunakan oleh siswa (orang tua siswa).

Namun ada hal yang sangat menarik buat saya adalah ada orang tua mengantar anaknya menggunakan sepeda motor BMW (bebek merah warnanya) kira-kira buatan tahun1975. Setelah anaknya masuk di pintu gerbang sekolah orang tersebut lantas duduk di trotoar di samping sepeda motornya sambil menulis di buku kecil.

Semula saya juga tidak menaruh perhatian terhadap orang tersebut, pikirku beliau sedang merencanakan sesuatu kemudian ditulisnya. Namun karena hampir setiap hari orang ini selalu di tempat yang sama dengan kegiatan yang dilakukan juga hampir sama saya kemudian muncul rasa penasaran untuk tahu apa yang dilakukannya.

Suatu hari setelah saya selesai lakukan tugas jabat tangan lantas menedekati beliau sambil menanyakan nama, alamat dan juga putrinya kelas berapa…ya layaknya sebagi tuan rumah lah kira –kira begitu, sambil saya mengamati sepeda motor yang digunakan untuk mengantar putrinya.

Terlihat jelas di bagian depan sepeda motor ada bungkusan (bagor) terlihat isinya benda-benda keras.

Setelah jabat tangan dan kenalan kemudian saya beranikan diri bertanya:
Saya : “pak mohon maaf ya… saya kok setiap hari melihat bapak sehabis antarkan anak lalu duduk di sini sambil urak-urik… apa yang bapak lakukan?”
Beliau: “iya pak… anak saya itu dulu waktu di SMP selalu juara 1 dari kelas 1 sampe kelas 3 (waktu itu belum 7,8 dan 9 red.) saya kemudian menyekolahkan ke SMA ini karena kata orang sekolah ini favorit”
Saya : “lalu apa hubungannya dengan yang bapak lakukan tiap hari di sini?”
Beliau: ”pak… anak saya itu sudah piatu, hidup bersamaku dengan ala kadarnya, bungkusan di motor saya itu adalah daganganku berupa alat pertanian dan rumah tangga: arit, gathul, obeng cethok dll, itu yang saya gunakan untuk hidup dan menyekolahkan anakku, aku ingin anakku bisa memperbaiki nasib dan masa depannya jangan sampai nasib orang tuanya ini menurun ke anakku… makanya aku mati-matian menyekolahkan anakku ke SMA ini yang katanya favorit…. aku ingin buktikan benar nggak sekolah ini dapat membantu mengubah masa depan anakku…
setiap pagi aku menulis di buku kecil ini berisi tentang kedisiplinan guru, berapa banyak guru yang datang terlambat…. bagaimana mungkin bisa meraih prestasi sebaik mungkin kalau gurunya saja banyak yang datang molor… terus terang pak saya sangat berharap melalui sekolah ini masa depan anakku akan lebih baik dari aku… tolong pak sampaikan kepada kepala sekolah juga kepada bapak/ibu guru bahwa di luar sana (aku) sangat berharap banyak terhadap pendidikan di sekolah ini untuk mengantarkan masa depan anakku..”

Mendengar jawaban dan uraian harapan orang itu terasa ditampar mukaku, sesak rasa di dada dan seakan lunglai tiada tenaga. Apa yang disampaikan orang itu adalah salah satu saja dari sekian wakil orang tua siswa. Ingatanku tertuju pada anakku yang waktu itu juga masih SMP dan SD, jangan-jangan di sekolah anakku juga gurunya datang molor, tidak menguasai materi, dan tidak kompeten. Lalu bagaimana bisa mengantarkan cita-cita anakku kalau gurunya tidak kompeten? Jika itu yang terjadi di sekolah anakku demi Alloh aku tidak rela menyekolahkan anakku di sekolah itu.

Anganku kemudian tertuju pada diriku, seribu pertanyaan berkecamuk, bagaimana diriku, kedisplinanku, keteladananku, kompetensiku dan seterusnya dan saya yakin kalau orang tua siswa tahu bahwa di SMA ku gurunya tidak profesional mereka pun pasti tidak rela anaknya diajar oleh guru yang tidak profesional. Mungkin ini juga sama bahayanya dengan dokter yang salah mendiagnosa penyakit, mal praktek juga ada mal ngajar.

Percakapan kemudian saya lanjutkan.
Saya : “pak… tolong berikan masukan buat sekolah agar apa yang bapak harapkan bisa menjadi kenyataan”
Beliau :”maaf pak… di kelas anakku ada beberapa guru yang bagus menurut anakku (sambil menyebutkan namanya) tapi juga banyak guru yang masih memprihatinkan (sambil menyebutkan namanya juga)… saya mengucapkan trimakasih kepada bapak/ibu guru yang bagus semoga beliau dan keluarganya mendapat balasan dari Alloh atas kebaikannya dan saya juga mohon dengan hormat bapak/ibu guru yang belum bagus agar lebih baik (profesional:red), saya mohon pamit pak mau menjajakan dagangan saya… nuwun”
Saya:” baik pak… terima kasih telah memberikan masukan yang sangat berharga untuk saya dan sekolah…”

Saya masih belum beranjak dari tempat ngobrol tadi, sambil memandang beliau ngeslah “BMW” perasaan hatiku berkecamuk. Saya ingat kata-katanya : anaknya piatu, ingin memperbaiki masa depan, berharap sekolah bisa mengantarkannya, mendoakan guru yang sudah baik… Ya Alloh ya Robb… ampuni hambaMu ini… kami mendapat rezeki dari-MU yang saya gunakan untuk menafkahi keluargaku lantaran saya jadi guru… tapi apakah aku ini seorang guru yang sudah bisa memenuhi harapan orang tua siswa seperti harapan bapak tadi?

Bapak/ibu guru yang seprofesi denganku mari kita renungkan dan mari bersikap untuk lebih baik karena semua yang kita lakukan dan kita peroleh akan ada hitungannya di hari akhir. Mari berbagi hal-hal baik, agar semakin banyak hal baik di lungkungan kita.

*”ALLAH MENJAWAB AL-FATIHAH KITA”*

*“`Banyak sekali orang yang tegesa-gesa ketika membaca Al-Fatihah di saat shalat.. tanpa spasi, dan seakan-akan ingin cepat menyelesaikan shalatnya.

Padahal di saat kita selesai membaca satu ayat dari surah Al-Fatihah, ALLAH menjawab setiap ucapan kita.

Dalam Sebuah Hadits Qudsi Allah SWT ber-Firman:

“Aku membagi al-Fatihah menjadi dua bagian, untuk Aku dan untuk Hamba-Ku.”“`*

■ *“`Artinya, tiga ayat di atas Iyyaka Na’budu Wa iyyaka nasta’in adalah Hak Allah, dan tiga ayat kebawahnya adalah urusan Hamba-Nya.“`*

■ *“`Ketika Kita mengucapkan “AlhamdulillahiRabbil ‘alamin”“`*

*“`Allah menjawab: “Hamba-Ku telah memuji-Ku.”“`*

■ *“`Ketika kita mengucapkan “Ar-Rahmanir-Rahim“`*

*“`Allah menjawab: “Hamba-Ku telah mengagungkan-Ku.”“`*

■ *“`Ketika kita mengucapkan “Maliki yaumiddin”.“`*

*“`Allah menjawab: “Hamba-Ku memuja-Ku.”“`*

■ *“`Ketika kita mengucapkan “Iyyaka na’ budu wa iyyaka nasta’in”.“`*

*“`Allah menjawab: “Inilah perjanjian antara Aku dan Hamba-Ku.”“`*

■ *“`Ketika kita mengucapkan “Ihdinash shiratal mustaqiim, Shiratalladzinaan’amta alaihim ghairil maghdhubi alaihim waladdhooliin.” “`*

*“`Allah menjawab: “Inilah perjanjian antara Aku dan hamba-Ku. Akan Ku penuhi yang ia minta.” (HR. Muslim dan At-Tirmidzi)“`*

■ *“`Berhentilah sejenak setelah membaca setiap satu ayat. “`*

*“`Rasakanlah jawaban indah dari Allah karena Allah sedang menjawab ucapan kita.“`*

■ *“`Selanjutnya kita ucapkan “Aamiin” dengan ucapan yang lembut, sebab Malaikat pun sedang mengucapkan hal yang sama dengan kita.“`*

■ *“`Barangsiapa yang ucapan “Aamiin-nya” bersamaan dengan para Malaikat, maka Allah akan memberikan Ampunan kepada-Nya.” (HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud)“`*

*“`Sahabat jika artikel ini bermanfaat silahkan dibagikan , sampaikan walau satu ayat“`*

*“`Sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam; “Siapa yang menyampaikan satu ilmu dan orang membaca mengamalkannya maka dia akan beroleh pahala walaupun sudah tiada“`*
*“`(HR. Muslim).“`* 😊

Tulisan seorang teman, ttng pengalaman pribadinya selama di KSA, panjang, tp menambah wawasan n sngt inspiratif, ditulis atas permintaan teman jg 😄

Dear Bu Wigati, Pak Benny, sesuai janji saya, saya buat tulisan tentang pengalaman saya tinggal di Saudi Arabia, beberapa hal yang membuat saya jadi tahu islam yang sunnah. Tentunya ini hanya pengalaman pribadi dan sangat mungkin subjective, dan ini hanyalah sebagian kecil contoh saja. Jangan terlalu digeneralisai dan diperdebatkan.

Assalamu Alaikum warohmatullohi Wabarokatuh.
Tulisan ini saya buat bukan karena uforia kedatangan Raja Salman ke Indonesia, tapi mungkin sebagai renungan dan pengingat untuk saya, sebenarnya islam seperti apakah yang rahmatan lil Alamin itu..

Saya hanya ingin menceritakan pengalaman pribadi saya selama hidup di KSA (Kingdom Saudi Arabia) kurun waktu 2008 – 2012. Semoga menjadi bahan pencerahan buat yang membacanya, seperti apakah sebenarnya KSA itu.

Sebenarnya sama sekali tidak ada pikiran atau niatan saya, untuk tinggal di KSA, sampai pada suatu saat saya mendapat tawaran kerja di Jeddah, KSA, sebagai seorang IT Manager di sebuah perusahaan FCMG, cukup besar dan memiliki banyak kantor cabang di KSA. Waktu itu perasaaan saya biasa2 aja, seperti seorang yang mendapat pekerjaan di LN, gaji gede, bebas pajak, dll. Hanya untuk perbaikan kehidupan, itu saja. Tidak lebih.

Saya sendiri bukanlah seorang yang sangat agamis, malah lebih cenderung moderat. Waktu itu saya tidak tau apa itu Wahabi, apa itu Sunnah, Syiah.. saya bener2 buta soal itu, karena selama bekerja di Indonesia tidak ada pikiran tentang itu, yang saya tau, sebagai muslim, ya sholat, puasa, zakat, haji..pengajian, zikr akbar dsb.

Dalam segala kebutaan soal-soal islami itu, saya berangkat ke KSA untuk bekerja, saya berangkat terlebih dahulu, keluarga menyusul setelah saya merasa settle di sana.

Selama tinggal di KSA, saya mulai merasakan ada sesuatu, ada sesuatu yang saya sendiri ga tau itu apa, yang kadang membuat saya terheran2, terpana, merenung tentang kehidupan Islami orang2 arab saudi ini.., untuk lebih singkatnya saya akan buat menjadi beberapa point, di mana setiap point itu yang membuat saya berusaha menjadi seorang yang menjalankan sunnah. Walaupun prosesnya tidak serta merta, tetapi melalui pemahaman yang panjang, hidayah yang turun naik, saya menganalisa dari point2 pengalaman saya dihubungkan dengan dalil dalil sunnah yang baru saya pelajari dikemudian hari.

Semoga cerita menjadi petunjuk untuk yang mengerti, seperti inilah kalau mau jadi kaya, baik dalam lingkup individu dan lingkup negara. Negara tandus yang diberkahi Allah Subhana Wata Ala, sudah sukup menjadi contoh dan bukti kebenaran akan janji Allah.

1. Orang Arab bodoh2 dan malas
Stigma ini sudah saya dengar sejak lama, itu juga yang jadi pegangan saya waktu berangkat, makanya kenapa banyak tenaga kerja asing, karena mereka malas2.. katanya, geblek, ngeyel, susah dll…. sampai saya melihat sendiri betapa santai dan malas nya mereka, jam 9 masuk kerja, jam 10 sudah keluar kantor, ngopi2 dulu, kerjaan bisa berhari hari selesai, dan lain lain.
Tapi..
Yang saya heran didalam kemalasan dan santai nya hidup mereka, tapi saat Dhuha dan adzan sholat berkumandang, mereka bergegas untuk pergi ke Masjid, tidak ada kompromi, walaupan sedang rapat/meeting, mengerjakan sesuatu, pokoknya tidak ada tawar menawar, saat waktu sholat, orang2 arab sudah menghilang, hanya 1 -2 pekerja yang tinggal di kantor dan kebanyakan mereka bukan orang Arab, seperti India, Pakistan, Philipine..

Dari renungan saya, ternyata..
Al Qur’an surat At-Thalaaq: 2-3: “…Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada diduga-duga…”

Pekerjaan bukanlah sesuatu yang utama buat mereka, mereka sangat meyakini sekali rezeki itu dari Allah, kadang bekerja itu buat mereka hanyalah sesuatu yang dilakukan untuk menunggu waktu sholat, sangat kental sekali bagaimana mereka itu benar2 mengutamakan sholat.

Kenapa Arab Saudi, negeri gurun tandus, kering, tetapi penduduknya kaya2 semua? Hidup mereka sangat terjamin, walaupun mereka tidak memiliki skill yang tinggi, pekerjaan yang biasa2 saja, tapi tetap saja hidup mereka lebih baik. Bicara soal kekayaan Alam, seperti minyak bumi, Negri (indonesia) kita juga ada minyak, ada emas, ada batubara, ada hutan, ada kayu, ada hujan, ada pertanian, tetapi kenapa orang2 arab saudi ini tetap lebih kaya, hidup lebih santai, dari mana mereka dapat uang? Aneh kan?
bandingkan dengan kita di Indonesia, semua orang bekerja keras untuk bisa mendapatkan uang, berangkat kerja pagi2 buta, malah ada yang baru azan subuh sudah berangkat, semata2 hanya untuk mengejar rezeki.
Orang2 arab ini, tidak harus berangkat kerja subuh, subuh waktunya sholat, jadi kadang mereka tertawa kalo saya cerita di jakarta, banyak orang yang sudah jalan kerja lepas subuh…

Di sini saya semakin penasaran, apa sih sebenarnya rahasia hidup mereka?

Di balik santai nya mereka, yang kita sebut malas, ternyata mereka adalah orang2 bertaqwa, pemerintahnya juga pemerintah yang bertaqwa, mejalankan hukum2 syariah, bayangkan orang yang bertqwa saja akan mendapatkan rezeki yang tak terduga, bagaimana kalau pemerintahan yang bertaqwa? rezeki bangsa lebih banyak dan tak terduga, siapa yang menduga, Arab Saudi bisa punya banyak minyak? yang menemukan minyak juga orang Amerika di sana, bukan arab, yang susah payah cari minyak itu orang2 kafir, si Muslim bertaqwa ini hanya menikmati hasil nya…, hebat bukan? saya rasa ini janji Allah sesuai surat di atas,

Nah, kalo ada minyak pasti ada uang, uang yang sangat banyak, uang nya untuk siapa? ya untuk penguasa Arab ya? Tapi alhamdulillah, karena penguasa Arab ini (Keluarga Saud) adalah orang2 yang sangat menghormati Ulama, pengelolaan uang di atur sesuai hukum syariah, ada Zakat, tidak ada pajak, ada tunjangan untuk rakyat miskin, pembangunan Masjid Haram, dan semakin mudahlah rakyat mereka mendapatkan uang. Dari uang ini juga, ummat islam memiliki tempat ibadah suci yang paling moderen di dunia, bandingkan dengan tempat suci agama2 lain..

Arab saudi sangat melindungi warga aslinya, gaji pegawai negri, minimal 8000 riyal untuk tingkatan paling rendah, gaji standard guru biasa, bisa 2x nya, saya pernah tanya petugas telkom yang benerin kabel di depan apartemen saya, orang Saudi, saya tanya gajinya..,dia bilang gaji saya kecil, cuma 8000 riyal…, weleh…, untuk seorang pengangguran warga Saudi Asli, akan mendapat tunjangan 3000-4000 riyal tergantung kondisi mereka, punya anak atau tidak. Asal tau saja satndard gaji pembantu indonesia, itu 800 riyal (sebenarnya 1500, tapi dipotong asuransi dll) .., jadi bisa bayangkan tidak, seorang pengangguran di saudi bisa dan mampu membayar pembantu.

Kembali ke masalah kerja, saya merasa ada yang salah dengan kehidupan kita, berangkat pagi2 subuh tapi rezeki ko cuma segitu2 aja.., kenapa?

https://archive.org/details/SatanicFinance

Saya membaca buku Satanic Finance, Tulisan A Riawan Amin, mantan direktur bank Muammalat, mungkin bisa membuka pikiran kita, dari buku ini saya baru menyadari “Riba/interest/Bunga” akan mengakibatkan “orang2 akan bekerja lebih keras, lebih giat, karena mereka harus mendapatkan uang lebih untuk membayar bunga hutang-hutang mereka”.
Bisa kita bayangkan, di Indonesa, Suami kerja, Istri kerja, berangkat pagi2, bermacet macet dimotor, berjejal jejal di KRL dan Busway, untuk apa? hanya untuk mendapatkan uang untuk membayar cicilan rumah, cicilan mobil, asuransi, kartu kredit, dan hutang-hutang lainnya. Bertahun2 mereka melakukan itu supaya lunas, tapi apakah seperti itu tujuan hidup kita, setelah hutang lunas, kita terkena sakit, tua dan akhirnya di wariskan, syukur kalo sudah lunas, kalo belum, kasihan anak2 kita…
Itulah jahatnya riba, saya baru mengerti kenapa Allah sangat mengharamkan riba, dosa besar.

Di Arab Saudi, praktik Riba sangat dilarang, baik di bank2 maupun di tempat lain, mereka memang menawarkan juga kredit2 untuk rumah dan lain2, tapi tetap dalam koridor syariah yang murni. Saya pernah mendengar berita ada sebuah bank Asing, ketahuan melakukan praktik riba, oleh pemerintah Saudi bank tersebut ditutup selama 2 bulan, untuk dilakukan audit dan pemeriksaan, dan mereka memberikan denda sebagi sanksi. begitulah cara Pemerintah Saudi melindungi rakyatnya agar tetap Syarii.

Di Indonesia? ga usah warganya, pemerintahnya saja sudah banyak hutang dan ribanya harus di bayar bertahun tahun.., gimana mau jadi thoyibatun marobun gofur..?

=Surga di telapak Kaki ibu.
Orang Arab itu bodoh…, itu stigma yang saya dapat sebelumnya, point ini juga yang membuat saya terbuka hati dan iman saya mengenal rahasia hidup sunnah. Sebagai seorang manajer, saya tentunya mempunyai beberapa orang staff, ada orang Yaman, Ada India, ada Arab. Tentunya yang saya ceritakan adalah staf yang orang Arab ini, masih muda, tinggal bersama orang tua nya. Suatu hari dia tidak masuk, tanpa kabar yang jelas, padahal saya perlu dia. Kemudian saya telpon dia untuk menanyakan kenapa dia tidak masuk hari ini. Dia bilang badan nya agak kurang sehat, tapi di menjelaskan walaupun kurang sehat sebenarnya masih kuat untuk ke kantor. So saya bilang kenapa ga ke kantor saja?, saya perlu kamu. Agak kesal juga saya mendengarnya (dasar Arab males..). Dengan sangat sopan tapi yakin dia menjawab, tidak di izinkan oleh “ibunya”. WOW.. makin kesel saya, agak sedikit mengancam saya memaksa dia untuk masuk.., Dan ini jawaban anak Arab itu yang membuat saya terpana… ” Malis Mudir” (Maaf Boss), saya lebih baik dipecat sama anda, daripada saya melawan keinginan ibu saya, beliau memaksa saya untuk istirahat dan tidak berangkat, buat apa kerja kalau tidak didoakan ibu saya… PLAK.. serasa ditampar muka saya. Ummi is everything, ummi is the boss.. Hanya orang yang beriman tinggi yang meyakini sunnah dan hukum Allah yang berani bicara seperti ini, dia masih jauh lebih muda dari saya. Allahu akbar, saya jadi ingat sama ibu saya, kalau kita di Indonesa, permintaan ibu seperti itu tidak akan kita anggap, malah kita akan memarahi ibu kita, atau protes atau menentang nya, “Kalo ibu larang, saya pasti dipecat dong bu…” atau semacam nya… , Masya Allah.

Anak muda Arab ini sangat yakin, bahwa ibunya lah, doa ibunya lah yang akan bisa menyelamatkan dia, bukan si Boss dikantor.
Kadang dari sudut pandang orang sekuler, menuruti keinginan ibu yang ga jelas itu, adalah suatu kebodohan, ya kebodohan, spt bayangan saya terhadap anak Arab itu, bego banget sih?. Setelah sekian tahun saya menyadari, ternyata kebodohan yang fatal sebenarnya adalah melawan dan menyakiti ibu.
Banyak anak2 zaman sekarang yang hidupnya hancur, berantakan, karena melawan dan menyakiti ibunya, atau ibunya tidak mampu mendoakan anak2 nya, karena buta agama.

Di Arab, saya bisa melihat begitu besar bakti anak kepada ibunya, pada saat umroh, saya pernah melihat seorang laki2 yang mendorong ibunya dengan kursi roda melawan arus jalan orang yang ramai, laki2 itu di marahi oleh orang2 yang lewat, tapi dia tetap tidak peduli, dia hanya ingin menuruti keinginan ibunya untuk didorong ke arah yang berlawanan. Demi seorang ibu dia ikhlas dimarahi orang2, yang penting keinginan ibunya terpenuhi… Masya Allah.

=Kotak Amal..?
Di Indonesia, kalo kita sholat jum’at, atau ada majelis dll, pasti didedarkan sebuah kotak, kotak yang ada lubang nya seperti celengan, itulah kotak amal. Pertama kali saya jumatan di sebuah mesjid di Jeddah, saya juga berpikir akan mengalami hal yang sama, saya sudah menyiapkan beberapa lembar uang riyal untuk saya masukkan nantinya kekotak amal. Setelah sholat jumat, saya baru sadar ternyata tidak ada kotak amal, padahal saya sudah niat sedekah. Saya clingak clinguk mencari kotak, tapi sama sekali tidak ada. Alhasil, saya bertanya kepada seorang jemaah Arab, saya mau sedekah ke mesjid, dia sambil tersenyum menjelaskan, ga perlu, masjid2 di sini sudah ditanggung operasionalnya oleh orang2 kaya arab, mereka tidak perlu lagi meminta uang ke jemaah. Kalaupun ada malah masjid yang memberi uang kepada jemaah yang membutuhkan, jadi mesjid di sana biasanya menjadi tempat mengadu dan tempat memohoh bantuan. Dan menurut mereka, untuk ukuran pekerja asing spt kita, kita tidak diwajibkan bayar zakat, malah harusnya diberi infaq dan sedekah. Bayangkan, kita ini orang2 asing yang harus diberi sedekah, karena yang “berhak” memberi sedekah dan zakat adalah orang Arab si tuan rumah. WOW..
Ulama-ulama pun, kehidupannya dijamin oleh pemerintah, tidak harus menerima dari jemaah, jadi tugas mereka penuh hanya untuk mendidik rakyat dan ummat untuk menjadi muslim yang sunnah dan syarii..

=Alhamdulillah ke banjiran..dan kecopetan.
Orang Arab yang Aneh.. mungkin kita berpikir seperti itu.
Salah satu ke-Ihsanan yang tinggi adalah menyikapi musibah dengan bersyukur (ini saya dapat dari salah satu Ustadz Sunnah di Jakarta baru2 ini).
Saya benar2 mengalami hal di atas saat dulu waktu di Arab, dan belum menyadari ilmu ini.
Saat itu saya ingat banjir besar di Jeddah, tahun 2011 awal, beberapa rumah dan apartement terendam banjir, mobil2 terbawa arus, buat mereka ini sesuatu yang luar biasa.
Salah satu orang Arab kenalan saya, rumahnya juga hancur terendam banjir, sebagai teman saya ingin menyampaikan keprihatinan saya. Yang saya heran dia hanya mengucapkan ‘Alhamdulillah, Alhamdulillah’, berulang ulang. Waktu saya berpikir apa mungkin dia menjadi stress ya?.. aneh juga …

Kejadian ke dua, saat istri saya mengalami musibah kecopetan.
Karena yang hilang adalah surat2 penting, seperti ID-Card maka kami harus melaporkan ke Polisi.
Setelah membuat laporan dihadapan Kepala Polisi tersebut hanya mengatakan, ‘Alhamdulillah, Alhamdulillah’. Saya masih belum mengerti apa maksudnya, istri saya juga, dia menjadi kesal karena kita mendapat musibah ko dia malah bilang Alhamdulillah…

Ya begitulah, cara2 islami orang Arab dalam mensikapi musibah. Mereka selalu menunjukan dengan rasa syukur bukan minta dikasihani dan berlarut larut dalam kesedihan.

=Doa untuk jenazah.
Beberapa kali saya mendatangi kerabat yng meninggal di Arab, pernah orang indonesia, pernah juga orang Arab. Jarang sekali saya dapati, ada jenazah disemayamkan di rumah, prosesi pemandian, pengkafanan tidak dilakukan dirumah/ apartemen. Tapi ditempat khusus. kemudian langsung di bawa ke masjid untuk di sholatkan, lalu dimakamkan. Untuk beberapa orang Arab yg khusus, ada yang sengaja dibawa ke Masjidil Haram untuk disholatkan di sana. Kebetulan ada orang tua pemilik perusahaan tempat saya bekerja meninggal dan kami turut pergi ke Mekkah untuk mensholatkan orang tua beliau di Masjidil Haram. Pada waktu sholat, ternyata ada beberapa jenazah lain yang akan disholatkan juga didepan ka’bah. Yang menarik pada waktu jenazah akau diletakkan di depan Ka’bah, ratusan jemaah berebutan untuk mengusung jenazah2 tersebut, kita tidak mengenal siapa mereka, dan merekapun tidak mengenal siapa jenazah yang mereka usung. Saya merasa agak aneh, saya pikir mereka bagian dari keluarga, ternyata tidak. Mereka berebutan satu sama lain untuk memegang tandu jenazah untuk dibawa ke depan Ka’bah. Setelah saya tanyakan kenapa seperti itu, teman saya menjelaskan, pahala mengusung jenazah itu sangat besar apalagi kalau jenazah orang mulia dan ini kita berada di Masjid Haram, pahala nya akan dilipatkan lebih besar lagi. (ini yang tidak ada di indonesia, kalau perlu kita bayar orang untuk mengusung jenazah keluarga kita, soalnya berat)
Satu hal lagi yang menarik pada prosesi pemakaman, setelah jenazah dikuburkan, jemaah diperkenankan berdoa, tetapi mereka menekankan dengan tegas, berdoa menghadap kiblat, tidak menghadap ke kuburan.
jadi semua orang yang ada dikuburkan, berdiri ditempat masing2, berdoa menghadap kiblat, tidak seperti di Indonesia, kita berdoa disekeliling kuburan mayit. Mereka sangat mengingatkan hal ini, terkait dengan kemungkinan ada nya unsur syirik, kalau berdoa menghadap kuburan. Subhanallah..

=Kesetaraan jender, family country…
Hak-hak perempuan sangat rendah di Saudi Arabia, itu yang sering kita dengar. Termasuk pemahaman saya juga saat itu, karena di Saudi, wanita tidak boleh menyetir, tidak boleh ke kuburan, dan lain-lain.
Hal itulah yang dibesar-besarkan oleh media barat dan pembela HAM.
Padahal kalau mau dipahami lebih dalam, kenapa mereka memperlakukan seperti itu? Karena perempuan adalah mahluk “Mulia”, yang harus dilindungi, dilayani, didahulukan, dihormati. Sebagaiman perempuan sebenarnya. Mereka tidak perlu bekerja mencari nafkah (Janda2 disantuni pemerintah), tidak perlu antri, kalau ada perempuan mereka didulukan, yang laki2 harus ngalah.

=Beberapa pengalaman terkait masalah ini:

1. Pintu Mall yang utama hanya boleh dimasuki oleh perempuan dan keluarga, untuk single laki2 tidak boleh lewat pintu utama, harus lewat pintu samping yang jauuh.

2. Dalam urusan antri, golongan yang paling sial adalah para lelaki, mereka harus mengalah dan mundur kebelakang kalo ada perempuan, dalam beberapa situasi biasanya ada antrian khusus perempuan, dan biasanya mereka dilayani lebih cepat di bandingkan antrian laki-laki. Makanya kalo di Macdonald, Al baik, saya biasanya ajak istri saya, biar dia saja yang antri….

3. Dalam situasi apapun, perempuan selalu dibenarkan, walaupun mungkin membuat kesalahan, kalau ada masalah atau apapun, yang akan diminta tanggung jawab adalah laki-laki. Saya pernah melihat, seorang perempuan menyebrang sembarangan dan mendadak, menyebabkan mobil yang lewat menginjak rem sekuat2 nya, sehingga hampir terjadi kecelakaan, tetap polisi tidak akan menyalahkan perempuan.

4. Perempuan dan keluarga adalah segalanya. Kalau kita bepergian, kalo di indonesia, perempuan dan lelaki dalam satu mobil tidak akan menjadi masalah, beda di Saudi Arabia. Kalian akan dituduh zina, kecuali bisa membuktikan anda suami istri. Beda ceritanya kalo anda berdua dimobil dan didalamnya ada anak2, berarti anda adalah keluarga, untuk keluarga siapapun tidak bisa/berani menganggu, baik polisi, keamanan, keluarga selalu diutamakan. Mereka didahulukan di mana saja, di restoran ada tempat untuk Family/Women dan Man (mereka dipisah antara Bujangan, family/women). Buat yang masih bujangan, harus siap mental untuk dikebelangkangkan, dipinggirkan, dan dicurigai. Makanya cepat nikah..

=Tingkat keamanan yang tinggi.
Saudi Arabia, walaupun terdapat jutaan pekerja Asing, dari tukang sampah sampai direktur. Pemerintah nya sangat melindungi dan mendahulukan rakyat nya daripada kita para pendatang ini.
Dalam beberapa urusan administrasi kependudukan, antrian akan selalu dibedakan antara orang asing dan warga negara Arab dan antrian penduduk Arab asli akan didahulukan. (Beda dengan indonesia, china2 dan bule kaya diduluin, pribumi ngalah).
Belum lagi mengenai ktp untuk orang Asing (Iqomah), Saudi Arabia memiliki system online yang canggih untuk membuat orang asing tidak berkutik dan macam2, karena data iqomah kita langsung online ke data biometrik di imigrasi(Sidik Jari, kornea mata) dan apabila kita bikin SIM, data akan terhubung langsung.

Saya ada contoh, teman saya orang India, dia pernah melakukan pelanggaran lalu lintas dan kena tilang, tapi tilangnya dia tidak bayar2. Pada saat dia ingin cuti pulang ke negaranya, di imigrasi tidak dikasih keluar, dia harus bayar denda 2000 riyal, karena data tilang nya muncul di imigrasi. Itu baru data pelanggaran lalu-lintas, lalu bagaimana dengan data pelanggaran hukum lainnya, spt berkelahi, mencuri, dll.. pasti tercatat secara online. Kalau sudah berat, biasanya orang asing sudah tidak bisa masuk lagi ke Saudi, dan data orang ini juga bisa dicek di seluruh negara2 teluk, karena sistem informasi mereka saling terhubung. Walaupun mengganti nama di passport, tetap bisa dilacak dari sidik jarinya.

Contoh berikutnya adalah saya sendiri, waktu proses pembuatan SIM mobil di Saudi Arabia, setelah mengikut testing, pada waktu pembuatan SIM tidak ada proses foto, jadi saya berpikir di SIM itu tidak ada fotonya. Setelah SIM nya jadi, saya liat ada foto saya, saya heran kapan saya fotonya?..setelah saya amati dengan seksama, foto itu adalah foto saya waktu masuk pertama kali ke Arab Saudi, foto itu dibuat di imigrasi, jadi saya berkesimpulan data imgrasi saya langsung terhubung ke data SIM saya.

Bandingkan dengan indonesia, orang asing bisa bebas melakukan apasaja, menipu, mabok, buka warung, jualan narkoba, tanpa ada catatan di imigrasi, mereka bisa bebas kabur begitu saja, dan masuk lagi tanpa hambatan, apalagi sekarang banyak juga yang bisa bikin ktp palsu….

=Tidak ada gading yang retak.
Sebaik2nya sesuatu pasti ada kurangnya juga, di sana juga ada Abu Lahab dan Abu jahal, disamping ada orang2 baik hati. Ada polisi korup, ada tukang tipu, samalah dengan Indonesia atau negara lainnya. Jadi saya anggap, kalau suatu kejelekan atau aib itu bisa terjadi dimana saja.
Cerita ini saya tulis bukan untuk menjadi ajang perdebatan, tetapi saya berharap menjadi sumber inspirasi betapa negara yang berdasarkan Syariat Islam murni adalah tempat terbaik sesuai janji Allah. Tentunya tidak lepas dari keterbatasan ilmu dan wawasan, semua ini murni pengalaman pribadi dan tidak untuk merendahkan atau menjelek2an siapapun.
Saya mohon maaf sebesar2 nya kalau ada kesalahan kata2.

Wassalamualaikum Warohmatullohiwabarokatuh.
Ridwan

KISAH HIJRAH PEDAGANG BROWNIS YANG BIKIN HATI TERIRIS..
(Tulisan: Prasetyo Budi Widodo di Purwokerto)
“AKULAH PEMAKAN RIBA!!”
Assalamualaikum warahmatullahi wabaraktuh..
Saya adalah penebar riba.. saya bujuk orang-orang yang punya usaha untuk berhutang dengan bunga sekian % di bank BUMN tempat saya bekerja.. saya tipu mereka dengan berkata bahwa bunga pertahun hanya sekian % tetapi saya arahkan mereka untuk mengambil hutang lebih dari setahun, sehingga pendapatan bunga menjadi lebih besar!!
Target saya terlampaui!!
Saya menjadi prajurit terbaik!!
Dan saya menjadi ujung tombak perusahaan yang lihai dalam memasarkan kredit!!
Yaa.. saya adalah salah satu dari sekian banyak prajurit di bank BUMN dengan aset terbesar!! Sayalah salah satu dari sekian banyak pasukan penebar riba yang setiap mendekati akhir bulan selalu berwajah tegang..!
Pulang hampir tengah malam!!
Senggol bacok!!
Demi menagih bunga untuk perusahaan!!
“Wahai para nasabah!!! Bayarlah bunga kalian!!! Bila tidak, agunan kalian saya lelang!! Hahahaha.. Jika kalian tidak terima, panggilah LSM.. gugatlah perusahaan saya!! Maka perusahaan saya akan mengirimkan perwakilannya untuk datang ke pengadilan untuk menghadapi gugatan kalian!!! Hahahaha…”
Congkak dan sombong…!!
Bagaimana saya tidak sombong! Bekerja di bank BUMN adalah cita-cita saya..lihatlah! Baju saya rapi dengan merk terkenal..! Saya berdasi.. saya naik mobil! Siapa yang tidak suka dengan kondisi mewah seperti itu??
Itulah saya!!!
Sebelum saya DITAMPAR oleh ALLAH…!!
7 tahun saya bekerja di bank BUMN, 3 tahun sebelumnya saya bekerja di bank-bank swasta lainnya..
Sampai pada saatnya Allah menampar saya..
Tamparan pertama adalah ketika kekayaan saya dihilangkan oleh Allah.. Dengan cara saya harus menanggung hutang salah satu pihak keluarga saya yang terancam dipenjara bila tidak terselesaikan saat itu juga!! Lihatlah!! Tidak lebih dari 4 jam semua kendaraan saya, perhiasan istri saya.. RAIB!! Saya jual!! Untuk menyelesaikan hutang piutang tersebut..!
Jadilah saya saat itu seorang bankers yang hanya punya motor inventaris kantor..
Belum genap 1 bulan berlalu, tamparan ke 2 terjadi!
Anak saya harus menginap di rumah sakit lebih dari 2 minggu…
2 minggu berlalu setelah anak saya keluar dr rumah sakit.. ternyata Allah belum mengijinkan anak saya sehat, Anak saya harus di rawat inap lagi di rumah sakit..
Apakah selesai sampai disitu? tidak..
tamparan ke 3 datang tanpa diduga..
penyakit didatangkan oleh Allah kepada istri saya yang harus menjalani perawatan di rumah sakit selama seminggu…
APA INI YA ALLAH??!!
Tiba-tiba.. seperti semua masalah menimpa saya. Bukan hanya saya.. tetapi kepada ISTRI dan ANAK pula..!!
saya berpikir apa yang salah? Apa yang telah saya lakukan? Saya sholat lima waktu.. saya puasa senin kamis, saya tahajud, saya duha, saya shodaqoh..!! Apa yang salah ya Allah??!! Di setiap sholat saya.. selalu menetes air mata menanyakan kepada Allah apa yang menimpa saya dan keluarga??
Sampai pada suatu waktu saya mulai menyadari, saya mulai mengkaji.. saya mulai belajar dan belajar.. bahwa apa yang saya lakukan untuk menafkahi keluarga selama ini dilarang oleh Allah Subhanahu Wa ta’alla..
pekerjaan saya adalah pekerjaan yang dilaknat Allah, dan itu ada di dalam AL-QURAN!!
Kemana saja saya selama ini??!!
Saya takut…..
Saya ngeri dengan azab dunia akherat yang akan saya terima..
Saya tidak tahu kapan saya MATI??
SAYA HARUS RESIGN!!!
Itu yang pertama kali terlintas dalam otak saya, ketika tersadar bahwa apa yang saya hasilkan, apa yg saya kerjakan adalah sebuah kesalahan..saya harus bertaubat!!
Saya harus keluar dari pekerjaan ini…
Namun.. bagaimana jika saya keluar? Keluarga saya makan apa?
hutang KPR dan softloan saya bayar pake apa??!!
pikiran-pikiran tersebut sangat menghantui saya..
Hingga.. Dalam sebuah kajian saya mendengar ustad mengatakan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang disebutkan oleh salah seorang sahabat, yang artinya :
“Sesungguhnya jika engkau meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan memberi ganti padamu dengan yang lebih baik.” (HR. Ahmad 5: 363)
Dari situ tekad saya semakin membara untuk segera keluar dari bank tenpat saya bekerja.. saya YAKIN ALLAH MENJAMIN rejeki saya, istri dan anak saya…!!
Bagaimana dengan hutang-hutang saya?Tidak ada jalan lain..saya harus menjual satu-satunya aset saya yg tersisa yaitu rumah yang saya tinggali..
Selanjutnya yang terpikirkan oleh saya adalah segera memasang iklan di salah satu jasa iklan online, dengan harapan segera laku terjual.. hutang lunas!! dan saya keluar tanpa beban..
Satu bulan berlalu setelah saya memasang iklan “rumah dijual” tanpa ada yang menawar, tanpa ada yang melihat!!
Otak dan hati semakin galau.. keinginan resign sangat kuat.. Namun terkendala oleh hutang-hutang yang harus dilunasi..
Saya tetap bekerja dengan seperempat hati.. godaan demi godaan muncul.. bulan maret 2016 saya di berangkatkan ke Bali karena mendapat penghargaan menurunkan NPL di thn 2015.
Setiba kembali di kantor, jatah kenaikan grade dan gaji mulai disodorkan kepada saya.. Alhamdulillah saya tolak dengan halus, karena pasti akan lebih banyak dosa yang saya tumpuk…
Waktu berjalan dengan cepat.. berkah silaturahmi saya dapatkan. Ketika saya berkunjung ke tempat kawan lama saya, dia menyampaikan bahwa saya harus beribadah dan berdoa lebih keras dibandingkan dengan kerasnya saya beribadah saat mengharapkan diterima di bank tempat saya bekerja..
Semenjak hari itu..
Setiap hari saya bangun antara pukul 02.30 sampai dengan pukul 03.00 pagi. Saya langsung mandi, kemudian saya lakukan sholat taubat, sholat hajat, sholat tahajud,sholat witir dan saya tutup dengan berdzikir panjang sampai dengan masuk shubuh.. Sebelum shubuh saya sudah berjalan ke masjid untuk adzan dan berjamaah.. sepulang dari masjid saya baca Al-quran dan artinya minimal 10 ayat. Begitu pula dengan sholat wajib yang lainnya, tidak ada kata tidak berjamaah di masjid..
Sunnah saya tegakkan, bahkan saya pernah berdebat sengit dengan pimpinan saya karena jenggot yang saya pelihara dan meninggalkan rapat saat adzan berkumandang..
Semua hal baik saya amalkan hanya karena ingin Allah mendengar doa saya.. hanya karena ingin Allah memberikan terus hidayah dan rahmatNya kepada saya..
Kurang lebih 3 bulan saya melakukan semua itu tanpa putus.. Saya berdoa memohon agar Allah memberikan saya kemudahan, memberikan saya jalan keluar dari apa yang sedang saya hadapi..
Bulan agustus 2016 doa saya dijawab oleh Allah, dikirimkanlah orang yang sangat luar biasa dari Jakarta. Beliau melihat iklan dan menghubungi saya.. tanpa meninjau langsung lokasi hanya berdasarkan foto di iklan saja, dia menyatakan berminat dan mau membeli rumah saya. Awalnya saya tidak percaya.. namun, ketika Allah telah berkehendak maka tidak ada yang tidak mungkin!
Tanggal 23 agustus 2016 dia datang ke rumah untuk melunasi semua pembayaran atas rumah saya.. TANPA MENAWAR harga yang saya pasang di iklan.. masyaAllah!!!
Alhamdulillah.. hari itu juga proses pelunasan KPR dan semua hutang saya lakukan..
hutang saya semua LUNAS!!!
Rumah dan sertifikat sekarang menjadi milik pembeli, dan saya menerima sisa uang penjualan rumah saya…
DOA saya dijawab Allah bukan hanya sampai disini… Allah kembali menggerakkan hati pembeli itu. Dia mempersilahkan saya dan keluarga untuk menempati rumah tersebut sampai dengan saya mendapatkan rumah pengganti.. masyaAllah!!!!
Saya sujud syukur.. saya menangis menyaksikan betapa skenario Allah sangat indah!! Betapa doa yang saya panjatkan tanpa putus mendapatkan jawaban LEBIH dari Allah!!
Siapa yang bisa membuat semua ini terjadi ?! Membeli rumah Hanya melihat iklan dan foto.. Tanpa menawar.. kemudian mempersilahkan ditinggali sampai saya dapat pengganti rumah!!!
ALLAH..!! Maka, apa masih berani saya menantang perang Allah dan rosulNya yang sudah begitu sayang kepada saya?!
Keesokan harinya 24 agustus 2016, surat resign saya ajukan..
Alhamdulillah 1 oktober 2016.. Merupakan prestasi terbaik saya di bank tersebut, yaitu RESIGN!!
Maha suci Allah.. Ar-rahman dan Ar-rahim..
Yang telah banyak mengabulkan semua doa-doa saya.. Sampai dengan hari ini saya tidak berhenti menjalani aktivitas ibadah saya.. tetap bangun di sepertiga malam bablas sampai dengan saya mencari rezeki halal di pagi hari.. berbuat baik sebanyak mungkin, menghitung dosa saya di mlm hari.. kemudian selalu berdoa.. karena, masih sangat-sangat banyak DOA yang ingin saya sampaikan kepada Allah..
Saat ini saya tinggal di rumah tanpa riba.. terbebas dari segala jenis hutang.. Dan hidup sebagai seorang pedagang brownies..
Yaa..pekerjaan saya saat ini adalah pedagang brownies.. saya buat sendiri bersama istri dan saya pasarkan sendiri..
lebih tenang.. lebih halal.. semata-mata hanya mengharapkan berkah dan ridho Allah subhanahu wa ta’alla..
Mendekat dan berdoalah..
Allah Maha Mengabulkan..
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh..
Semoga bermanfaat..
Purwokerto 15 Februari 2017
Prasetyo Budi Widodo
Warga Group ‘Masyarakat Tanpa Riba’ #10
Jawa Tengah

BER’MUAMALAH’ DG ALLAH SWT
Seorang lelaki tua, pakaian lusuhnya menampakkan jelas kefaqiran yang ia alami. 

Ia memasuki sebuah toko untuk membeli selimut. 

Ia membutuhkan 5 buah selimut untuk keluarganya di musim hujan & dengan cuaca dingin.

Tapi uang yang ia miliki hanya 100 ribu.

Sudah berkeliling di pasar tapi tidak ada penjual toko yang menjual harga 100 ribu untuk 5 selimut.

Putus asa ia memasuki toko terakhir yang lebih megah di pasar tersebut

Dengan suara ragu lelaki tua bertanya:

“Saya membutuhkan 5 selimut… tapi saya hanya punya uang 100 ribu .. apakah bapak menjualnya ?”

Pemilik toko berkata : 

“Oh ada pak, saya punya selimut bagus buatan Turki, harganya juga murah, hanya 25 ribu per buah. Kalau bapak beli 4 buah akan mendapat bonus 1 buah.”
Lega…

Terpancar diwajah lelaki tua itu. 

Segera ia mengulurkan lembaran uang 100 ribu miliknya. 

Dengan wajah berseri sambil membawa selimut ia berlalu pergi.
Anak si pedagang yang sedari tadi duduk memperhatikan ini berkata : 

“Ayah …. Ko bisa ??  bukankah kemarin Ayah mengatakan selimut itu jenis selimut termahal di toko ini, kalau tidak salah kemarin Ayah mengatakannya seharga 250 ribu per helainya…!??”
Si Ayah dari anak itu tersenyum dan menjawab : 

“Benar sekali, kemarin kita menjualnya 250 ribu kepada pembeli yang lain tidak kurang sedikitpun. 

Kemarin kita berdagang dengan manusia. 

Hari ini kita berdagang dengan ALLAH. 

Ayah ingin keluarga laki-laki tua tadi dapat terhindar dari dingin di musim dingin ini 

Ayah berharap ALLAH _menyelamatkan_ keluarga kita dari panasnya api neraka di akhirat nanti. 

Sesungguhnya.. kalaulah tidak karena menjaga harga diri laki-laki tua tadi, Ayah tidak ingin menerima darinya uang sedikitpun. 

Ayah tidak ingin ia merasa menerima sedekah sehingga merasa malu dihadapan kita disini.”

Si Anak tersenyum mengambil hikmah atas pelajaran berharga yang diperoleh hari ini dari Ayahanda nya.
Sampai di rumah, Sang lelaki tua disambut istrinya dengan gembira, kemudian membuka bungkusan selimut, dan terkejut.

“Astaghfirullah, darimana ayah dapat uang beli selimut mahal ini ?”

“Dari uang yg ibu kasih tadi” jawabnya sambil merebahkan diri di lantai, kelelahan.

“Tidak mungkin dg 100rb, dapatkan selimut ini, jangankan 5, satu buah aja gak dapat.”

Percakapan ini didengar sang anak, dan menghampiri. Kemudian dia memeriksa selimut tsb.

“Ini harganya 250rb, ayaahh”

Si ayah bangkit melihat label harga yg dilihatkan anaknya.

“Sepertinya si pemilik toko salah, tadi dia bilang harganya 25rb, karena ayah beli 4, dapat bonus 1”. Cerita sang ayah.
Semua terpaku diam…
“Besok ayah hantarkan lagi ke toko itu, jangan dipakai dulu ya” sang ibu memecah kesunyian.

“Ayah kelihatan capek, aku saja yang hantarkan sekarang. Di toko mana ayah beli selimut ini ?” Sahut anaknya.
“Kenapa harus sekarang nak ? tadi ibu lihat kamu lagi menjahit pesanan bu Kino untuk besok” tanya ibunya
“Ibu, kasihan si pedagang itu bu, kalau nanti dia jual lagi ke orang lain dg harga segitu, soal jahitan itu, bisa saya selesaikan nanti malam” jawab si anak.
Sang ayah tersenyum bahagia dan bangga, kemudian menjelaskan toko tempat dia membeli selimut.
Sang anak mengayuh sepeda menuju pasar.
“Silahkan masuk nona” sapa ramah seorang pemuda saat melihat gadis muda celingak-celinguk di depan tokonya.

“Maaf bang, tadi adakah Abang menjual selimut ini kepada seorang tua ? Saya anaknya mau mengembalikan selimut ini” tanyanya.

Dari bungkusannya si pemuda sudah tahu bahwa itu memang selimut yg dijual ayahnya tadi.

“Maaf nona, apakah ada barang yg rusak ? Saya akan ganti dg yg lain”

“Oh, tidak, saya mau kembalikan bukan karena rusak, tapi Abang salah lihat harga, di label ini 250rb, bukan 25rb.”
Si pemuda berpikir sejenak, sambil pura2 memeriksa selimut tsb.
“Terimakasih… nona telah _menyelamatkan_ saya dari kerugian besar, coba bayangkan jika semua itu (sambil menunjuk tumpukan selimut) saya jual 25rb, berapa besar kerugian saya. Untuk itu saya hadiahkan selimut ini untuk ayah nona.”
“Alhamdulillah, benar yg dibilang anak saya, harap diterima kembali uang ini.” Sang ayah yg dari tadi hanya menonton, menimpali sambil menyodorkan uang 100rb ke anak tsb.
“Eee”
“Jangan menolak nona, ini sekedar ucapan terimakasih saja, nona telah _menyelamatkan_ kami jauh lebih besar dari ini, bawalah selimut tsb pulang, dan tolong kembalikan uang ini kepada ayahmu.”
Saudaraku…

sungguh untuk bermuamalah yang benar kepada ALLAH, butuh seni dan akhlaq yang tinggi. Semoga kita bisa mencontoh akhlaq mulia dari kisah ini.
Aamiin… 😇🙏