Category: Nyata


Golden Section juga dikenal dengan nama The Golden Mean, Golden Ratio, dan Divine Proportion (The Golden Section). Dijabarkan sebagai sebuah rasio yang berasal dari huruf Yunani : phi Op), rasio the golden mean sama dengan atau mendekati bilangan 1.618033988749895 or (1+’q5)/2 (The Golden Mean, MathSoft Constants) yang termasuk di dalamnya satu set konstruksi geometrik untuk memisahkan satu ruas garis menjadi banyak bagian dimana nilai rasio/perbandingan garis yang panjang berbanding total panjang garis sama dengan atau mendekati nilai perbandingan dari garis yang pendek berbanding dengan garis yang panjang (The Golden Section).

The Golden Mean sebagai sebuah rasio/perbandingan kompleks yang berasal dari huruf Yunani phi ((p) menggambarkan satu set figur geometrik yang termasuk di dalamnya ; garis, segiempat, dan spiral. Figur-figur tersebut jika digambar sesuai dengan the Divine proportion dianggap sebagai bentuk yang sempurna dan paling memuaskan secara estetis. The Golden Section telah digunakan sejak jaman klasik dalam berbagai penerapan termasuk dalam bidang seni, arsitektur, dan spiritual karena pendekatannya terkait dengan hal yang bersifat ideal dan tentunya menyentuh sisi-sisi ketuhanan sebagai sesuatu yang absolut.
Baca lebih lanjut

Iklan

Menangisnya Rasulullah Mengguncangkan Arsy

Dikisahkan, bahwasanya di waktu Rasulullah s.a.w. sedang asyik bertawaf di Ka’bah, beliau mendengar seseorang di hadapannya bertawaf, sambil berzikir: “Ya Karim! Ya Karim!”

Rasulullah s.a.w. menirunya membaca “Ya Karim! Ya Karim!” Orang itu Ialu berhenti di salah satu sudut Ka’bah, dan berzikir lagi: “Ya Karim! Ya Karim!” Rasulullah s.a.w. yang berada di belakangnya mengikut zikirnya “Ya Karim! Ya Karim!” Merasa seperti diolok-olokkan, orang itu menoleh ke belakang dan terlihat olehnya seorang laki-laki yang gagah, lagi tampan yang belum pernah dikenalinya. Orang itu Ialu berkata:

“Wahai orang tampan! Apakah engkau memang sengaja memperolok-olokkanku, karena aku ini adalah orang Arab badwi? Kalaulah bukan kerana ketampananmu dan kegagahanmu, pasti engkau akan aku laporkan kepada kekasihku, Muhammad Rasulullah.” Baca lebih lanjut

Senyum yang Menginspirasi

Siapa sangka senyum yang dimiliki oleh orangtua yang hampir lumpuh disetiap bagian tubuhnya ini adalah senyum yang paling ditakuti oleh Yahudi Israel. Sehingga “hanya” untuk menghilangkan senyum orangtua ini mereka mengerahkan 3 helikopter apache lengkap dengan rudal2nya untuk memusnahkan tubuh tua renta itu sesaat setelah orangtua itu shalat shubuh dimasjid pada 22 Maret 2004.
Namun, ia akan tetap tersenyum meskipun tubuhnya dicabik2 oleh Zionis. Karena senyumnya telah diwariskan kepada ratusan bahkan ribuan mujahidin Palestina yang telah ia bina dimasjid-masjid melalui taushiyah2nya. Ah, bahkan aku saja ingin mewarisinya.
Wahai Syeikh Ahmad Yassin, sungguh aku sangat rindu kepadamu meski aku belum pernah bersua denganmu. Namun, aku benar2 ingin memiliki senyum seperti senyum yang engkau miliki. Senyum yang akan menggetarkan musuh2 Allah dan akan memenangkan agama ini.
Dan buat kalian, maukah memiliki senyum seperti beliau?

Al-Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah ra Nabi Muhammad saw pernah bersabda,  “Tidak ada seorang Nabi yang Allah utus kecuali ia pernah menggembala domba. Para sahabat bertanya, “Termasuk Engkau wahai Rasulullah? Ia menjawab, “Ya, saya pernah mengembala domba milik orang Makkah dan mendapatkan upah.”

Menggembala domba pada waktu itu selain menjadi salah satu pekerjaan yang menghasilkan uang, ia juga sekaligus menjadi sarana pembinaan rasa untuk tumbuh rasa belas kasihan, kelembutan, cinta, kasih sayang, mengenali, dan memperhatikan baik kepada hewan ternak maupun kepada sesama penggembala.

Menggembala domba memberi ruang bagi Rasulullah saw untuk ke luar jauh dari lingkaran sosial keluarganya, dapat berjumpa dengan sesama penggembala, berbaur di tengah-tengah masyarakat yang kaya pengalaman, berkomunikasi, beradaptasi dan memahami lingkungan di sekitarnya. Masa kecil itu telah memberi kesempatan bagi Rasulullah saw untuk keluar dari teritorial kampungnya mampu melihat hamparan yang luas, menatap ufuk langit, menemukan udara yang bersih, mengenali betapa indah ciptaan Allah di muka bumi ini.

Inilah pelajaran kepemimpinan efektif yang Rasulullah saw lalui dan sempat ia ungkapkan  dengan meminjam kata “raa’in” yang berarti penggembala, Baca lebih lanjut

Rasulullah pagi itu sibuk memperhatikan bajunya dengan cermat. baju satu-satunya dan itupun ternyata sudah usang. baju yang setia menutup aurat beliau. meringankan tubuh beliau dari terik matahari dan dinginnya udara. Baju yang tidak pernah beristirahat.

Tetapi beliau tak mempunyai uang sepeser pun. Dengan apa beliau harus membeli baju? Padahal baju yang ada sudah waktunya diganti. Rasulullah sebenarnya dapat saja menjadi kaya mendadak, bahkan terkaya di dunia ini. Tapi sayang, beliau tak mau mempergunakan kemudahan itu. Jika beliau mau, Allah dalam sekejap bisa mengubah gunung dan pasir menjadi butir-butir emas yang berharga. Beliau tak sudi berbuat demikian karena kasihnya kepada para fakir yang papa. siapakah yang akan menjadi teladan jika bukan beliau..?

Contoh untuk menahan derita, menahan lapar dan dahaga, menahan segala coba dan uji Allah dengan kesabaran. Selalu mensyukuri nikmat Allah berapa pun besarnya. Siapa lagi kalau bukan beliau yang menyertai umatnya dalam menjalani iradat yang telah ditentukan Allah. Yaitu kehidupan dalam jurang kedukaan dan kemiskinan. Siapa pula yang harus menghibur mereka agar selalu bersabar dan rela dengan yang ada selain beliau? Juga siapa pula yang harus menanamkan keyakinan akan pahala Allah kelak di akhirat jika bukan beliau?
Baca lebih lanjut

Contoh Ketegasan Dalam Masa Islam

Perang Khandaq atau Perang Ahzab baru saja usai. Rasulullah saw. dan para prajurit Muslim kembali ke tempat tinggalnya masing-masing. Namun, belum lagi senjata-senjata mereka diletakkan, Allah Swt., melalui Jibril, memerintahkan Rasulullah saw. untuk melanjutkan perjalanan ke Bani Quraidhah, salah satu suku Yahudi yang tersisa di Madinah (karena Bani Nadhir dan Bani Qainuqa sebelumnya telah diusir), dan memerangi mereka. Kesalahan mereka sudah jelas, yakni melanggar Piagam Madinah dan bersekongkol dengan pasukan koalisi (Ahzab) melawan kaum Muslim dalam Perang Khandaq.
Sesampainya di benteng Bani Quraidhah, pasukan Islam melakukan pengepungan hingga 25 hari lamanya, karena orang-orang Yahudi berlindung di benteng-benteng mereka. Akhirnya, orang-orang Yahudi itu sepakat untuk menyerahkan urusannya kepada Sa‘ad bin Mu‘adz (dari Kabilah Aus) yang menjadi sekutunya pada masa sebelum Islam datang ke Madinah. Mereka mengira bahwa Sa‘ad masih cenderung kepada mereka. Rasulullah saw. sendiri setuju agar urusan tersebut diputuskan oleh Sa‘ad bin Mu‘adz, meskipun Sa‘ad waktu itu terluka akibat pertempuran di medan Perang Khandaq dan berada dalam perawatan.
Sa‘ad bin Mu‘adz lalu datang ke pemukiman Quraidhah, tempat Rasulullah saw. dan pasukan Muslim mengepung mereka. Kemudian Rasulullah saw. bersabda, “Sambutlah pemimpin kalian.”
Orang-orang (Anshar) berkata kepadanya, ‘Wahai Abu Amr, sesungguhnya Rasulullah saw. telah memberikan kepadamu otoritas dalam perkara ini untuk menetapkan hukumnya.”
Setelah itu, Sa‘ad menetapkan, “Sesungguhnya aku menghukum mereka, yaitu: laki-lakinya dibunuh, harta mereka diambil dan dibagi-bagi; sedangkan wanita dan anak-anak mereka dijadikan sabaya (hamba sahaya karena turut dalam pertempuran, pen.).” Baca lebih lanjut

Biasa kita membaca dan mendengar cerita seorang Ibu yang mengibakan namun disini anda akan disuguhkan cerita seorang ayah yang saya yakin akan menyentuh hati anda. Cerita nyata ini lah salh satu pelahir kebijakan untuk lansia di Negara tetangga kita Singapura

 

From: *endah marty*

*Kisah Nyata dari Singapura tentang Penghormatan kepada Orangtua*

Terlampir di bawah ini adalah Kisah Nyata dari Negeri tetangga beberapa
dekade lalu yang cukup menghebohkan hingga Perdana Menteri saat itu, Lee
Kwan Yew senior turun tangan dan mengeluarkan dekrit tentang orang
lansia di Singapura.
Baca lebih lanjut

Hisyam bin Yahya al-Kinaniy berkata, “Kami berperang melawan bangsa Romawi pada tahun 38 H yang dipimpin oleh Maslamah bin Abdul Malik. Dalam pertempuran itu ada di antara kami seorang lelaki yang bernama Sa’id bin Harits yang terkenal banyak beribadah, berpuasa di siang hari, dan shalat di malam hari.

Saya melihat orang itu adalah orang yang sangat bersungguh-sungguh dalam beribadah, baik siang maupun malam hari. Jika dia tidak sedang melakukan shalat atau ketika kami berjalan-jalan bersama, saya lihat dia tidak pernah lepas dari berdzikir kepada Allah dan membaca Al-Qur’an.
Baca lebih lanjut

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Kita senantiasa ingin meneladahi kehidupan Rasulullah SAW, mengerjakan sesuai dengan apa yang dikerjakan oleh beliau, baik berupa amalan sunnah atau pun wajib dan meninggalkan semua yang ditinggalkan oleh Rasulullah saw baik perkara itu makruh, apalagi yang haram. Jika beliau SAW mengucapkan suatu ucapan, kita juga berucap seperti ucapan beliau, jika beliau mengerjakan ibadah, maka kita mengikuti ibadah itu dengan tidak ditambah atau dikurangi. Jika beliau menganggungkan sesuatu, maka kita juga mengagungkannya itulah yang disebut ber-uswah.

Namun perlu diperhatikan bahwa mustahil seseorang itu ber-uswah kepada Rasulullah saw jika dia jahil (bodoh) terhadap sunnah-sunnah dan petunjuk-petunjuk Rasulullah saw. Oleh sebab itu jalan satu-satunya untuk ber-uswah kepada Rasulullah.saw adalah dengan mempelajari sunnah-sunnah beliau – ini menunjukkan bahwa atba’ (pengikut Rasul) adalah ahlul bashirah (orang yang berilmu).
Baca lebih lanjut

Kelebihan Kurma Dalam Bulan Puasa

Puasa bukan hanya kegiatan yang harus dilakukan untuk memenuhi kewajiban keagamaan. Di luar tujuan rohani, puasa juga dapat menjaga kesehatan apabila dilakukan dengan benar, misalnya mengatur pola makan. Dengan menurunkan porsi makanan berat, puasa Sebetulnya baik bagi lambung karena waktu makan lebih teratur, dan jenis makanan lebih terstruktur. Baca lebih lanjut