Ibnu Taimiyah berkata : Mabuk asmara dapat membuat penderitanya kurang akal dan ilmu, rusaak agama dan akhlaqnya, lalai akan seluruh kebaikan agama dan dunia, dan akibat buruknya bisa mnejadi berlipat ganda. Bahkan jatuh cinta karena rupa yang diharamkan dapat menjerumuskan kepada kemusyrikan, semakin dekat seorang kepada kemusyrikan, semakin jauh seseorang dari keikhlasan. Semakin jauh seseorang dari keikhlasan maka semakin hebat pula cintanya rupa (karena wajah). Ibnu Hazm berkata; Berapa banyak orang yang terpelihara aibnya, tertutup rapat hijabnya, namun gejolak asmara berhasil menyingkap semua tabir dan membuka semua rahasia dan meruntuhkan pagar-pagarnya”.

Muhammad Ibrahim Al-Hamd dalam muqaddimah bukunya “Al-‘Isyqu” mengatakan Betapa banyak duka nestapa dan rasa pahit yang dirasakan oleh orang yang di mabuk cinta. Mabuk asmara adalah penyakit yang berbahaya, merusak jiwa, mendatangkan perasaan gelisah dan gundah gulana. Siapa saja yang mengarungi samudra cinta pasti akan di permainkan oleh riak gelombang. Kebinasaan lebih dekat kepadanya dari pada keselamatan.
Baca lebih lanjut